ANALISIS SPASIAL FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG (SEBAGAI SISTEM KEWASPADAAN DINI) (Spatial Analysis of Environmental Risk Factors on Leptospirosis Occurrence in Semarang City (as Early Warning System)

TUNISSEA, ASYHAR (2008) ANALISIS SPASIAL FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG (SEBAGAI SISTEM KEWASPADAAN DINI) (Spatial Analysis of Environmental Risk Factors on Leptospirosis Occurrence in Semarang City (as Early Warning System). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan menular kepada manusia lewat kontak dengan urin hewan dan lingkungan yang terkontaminasi. Kota Semarang merupakan daerah dengan kejadian Leptospirosis selama tiga tahun terakhir dengan 34 kejadian Leptospirosis pada bulan Juli sampai November 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan distribusi kejadian Leptospirosis dan menganalisis faktor risiko lingkungannya secara spasial agar dihasilkan informasi surveilans sebagai sistem kewaspadaan dini pengendalian kejadian Leptospirosis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan terapan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Pemetaan dan analisis bivariat pada lingkungan abiotik menunjukkan beberapa variabel yaitu badan air, suhu udara dan intensitas cahaya, indeks curah hujan, pH air dan pH tanah berkorelasi terhadap kejadian Leptospirosis. Analisis multivariat pada lingkungan abiotik menunjukkan bahwa badan air dan intensitas cahaya memberi kontribusi 99 % terhadap kejadian Leptospirosis. Pemetaan dan analisis bivariat lingkungan biotik menunjukkan semua variabelnya yaitu keberadaan vegetasi, keberhasilan penangkapan tikus dan prevalensi Leptospirosis pada tikus berkorelasi terhadap kejadian Leptospirosis di lokasi penelitian. Analisis multivariat pada lingkungan biotik menunjukkan bahwa vegetasi memberi kontribusi 87,49 % terhadap kejadian leptospirosis. Analisis spasial terhadap lingkungan abiotik dan biotik menunjukkan 52,94 % kejadian Leptospirosis terjadi di lokasi yang potensial dan 47,06 % kejadian Leptospirosis di lokasi yang tidak potensial, dengan demikian faktor risiko lingkungan abiotik dan biotik secara kolektif merupakan faktor yang berperan terhadap kejadian Leptospirosis. Leptospirosis is a zoonotic disease, which is caused by Leptospira and transmitted to human by contact with Leptospira contaminated animal urine or Leptospira contaminated environment. Semarang City is an area with 34 Leptospirosis occurrence during the last three years (July until November 2008). This research objective was for mapping the distribution of Leptospirosis occurrence and analyzed environmental risk factors by spatial analysis in order to produce surveillance information as early warning system and controlling Leptospirosis occurrence. This research representing observed and applied research by using primary and secondary data. Mapping and bivariat analysis of abiotic environmental showed some variable such as natural water body, air temperature and light intensity, rainfall index, acidity degree of water (pH) and acidity degree of soil (pH) have correlation with Leptospirosis occurrence. Multivariate analysis of abiotic environment showed that natural water body and light intensity gave 99 % contribution to Leptospirosis occurrence. Mapping and bivariat analysis of biotic environmental showed all variable such as vegetation, trap success and Leptospirosis prevalence at mouse have correlation with Leptospirosis occurrence. Multivariate analysis of biotic environment showed that vegetation gave 87,49 % contribution to Leptospirosis occurrence. Spatial analysis of abiotic and abiotic environment show 52,94 % Leptospirosis occurrence was happened in potential location and 47,06 % Leptospirosis occurrence was happened in non potential location, thereby abiotic and biotic environmental risk factor by collective representing factor which the especial sharing to Leptospirosis occurence.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:16645
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:14 Jul 2010 08:41
Last Modified:14 Jul 2010 08:41

Repository Staff Only: item control page