PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR ATAS OBYEK HAK TANGGUNGAN, YANG TELAH DILETAKKAN SITA JAMINAN (STUDI KASUS PADA PT. BANK MEGA TBK. CABANG BANJARMASIN)

MAYENDA, ANSI (2009) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR ATAS OBYEK HAK TANGGUNGAN, YANG TELAH DILETAKKAN SITA JAMINAN (STUDI KASUS PADA PT. BANK MEGA TBK. CABANG BANJARMASIN). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
477Kb

Abstract

Dalam usaha untuk mendapatkan kredit yang lebih besar, adakalanya nasabah berusaha mengajukan permohonan pemberian kredit di bank lain. Namun, bank harus teliti dalam mengambil alih perjanjian kredit dari bank lain. Hal ini dapat menimbulkan masalah bagi bank yang mengambil alih perjanjian kredit tersebut, seperti yang terjadi pada Bank Mega Tbk. Cabang Banjarmasin (selanjutnya disebut dengan Bank Mega) yang mengambil alih perjanjian kredit dari PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Cabang Banjarmasin (selanjutnya disebut dengan Bank Danamon), dengan jaminan Hak Tanggungan. Setelah dilakukan roya terhadap Hak Tanggungan yang berdasarkan perjanjian kredit antara Tuan Haji Muhamad Sukani dengan Bank Danamon, ternyata ada putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin untuk membebankan Sita Jaminan atas sebidang tanah tersebut, sehingga tidak dapat dipasang Hak Tanggungan sebagai jaminan atas perjanjian kredit di Bank Mega. Dalam hal ini Bank Mega dirugikan, karena kredit tersebut telah diberikan, tetapi jaminan berupa sebidang tanah tidak bisa dipasang Hak Tanggungan. Tujuan dari penyusunan tesis ini untuk mengetahui pelaksanaan pengambilalihan kredit dari Bank Danamon ke Bank Mega terkait dengan pemberian Hak Tanggungan atas obyek Hak Tanggungan, mengetahui apakah tanah yang telah diletakkan sita jaminan tersebut dapat dibebani Hak Tanggungan oleh Bank Mega, dan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perlindungan hukum yang dapat diberikan pada Kreditur yang dalam hal ini adalah Bank Mega, yang obyek jaminannya telah diletakkan sita jaminan oleh Pengadilan Negeri Banjarmasin. Dalam penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris yang bersifat deskriptif analisis karena penelitian hukum ini memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder yang berupa studi pustaka terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer dilapangan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Pembebanan Hak Tanggungan merupakan kelanjutan dari pemberian kredit oleh Bank Mega kepada Tuan Haji Muhamad Saukani. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut akan dilakukan pembebanan Hak Tanggungan atas tanah Debitor. Namun pendaftaran Hak Tanggungan berdasarkan perjanjian pemberian kredit tidak dapat dilaksanakan karena adanya pelaksaan sita jaminan setelah pelaksanaan roya Hak Tanggungan berdasarkan Perjanjian kredit oleh Bank Danamon. Dalam hal ini timbul masalah karena Bank Mega tidak melakukan analisa secara mendetail, selain itu Notaris-PPAT yang menangani permohonan roya serta pendaftaran Hak Tanggungan, tidak melakukan pengecekkan mengenai status tanah dengan teliti dan cermat di Kantor Pertanahan. Masalah tersebut dapat diatasi asalkan pihak bank dan pihak Notaris- PPAT melakukan analisa dan pengecekkan secara cermat. In order to get the greater credit, occasionally customer tries to submit credit request in other bank. But, bank must be careful, in order to take over credit agreement from other bank. This matter can cause the problem for Bank that takes that credit agreement, such as was occurred in Bank Mega Tbk. Banjarmasin branch office (then called by Bank Mega) that take over the credit agreement from PT. Bank Danamon Tbk. Banjarmasin Branch office (then called as Bank Danamon), by assurance of Burden Right. After executed the roya to Burden Right based on credit agreement between Mr. Haji Muhammad Sukani and Bank Danamon, in fact there was district court decision of Banjarmasin in order to burdened Assurance Seizure concerning a piece of land, therefore did not put Burden Rights as assurance about that credit agreement already success, but assurance of a piece of land could not placed the Burden Rights Purpose of this thesis was to found credit expropriation from Bank Danamon to Bank Mega connected to Burden Right giving about object of Burden Right, to found that land used for that assurance seizure could be charged of Burden Right by Bank Mega, and ini order to get obvious description about law protection which can give to the creditors in this case was Bank Mega, which assurance object already placed assurance seizure by Banjarmasin Court District. This thesis writing used empricilan juridical reaserch method with analysis descriptive characteristic because this law research solving the problem by analyzed secondary data such as literature study previously then continued by analyzed primary data such as interview. Then data analyzed qualitatively. From research result conclude that Burden Right Loading was continuance from credit giving by Bank Mega as Creditor to MR Haji Muhammad Sukani as Debtor. Based on that credit agreement will carry out Burden Right loading concerning land belong to Debtor. But Burden Right registration based on credit giving agreement could not executed cause of seizure coercion after roya implementation of Burden Right based on credit agreement by Bank Danamon. In this case arise the problem because Bank Mega did not carry out analysis carefully, beside that Notary-PPAT which handel roya request and Burden Right registration, did not checked the land status carefully in land affairs office. That case could be solving as long as both Bank and Notary-PPAT parties executed baoth analyze and cheking carefully.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:16451
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:12 Jul 2010 12:48
Last Modified:12 Jul 2010 12:48

Repository Staff Only: item control page