TUGAS DAN FUNGSI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM PENDAFTARAN TANAH DI KABUPATEN KUDUS PROPINSI JAWA TENGAH

ISMUDIYATUN, ANNA (2009) TUGAS DAN FUNGSI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM PENDAFTARAN TANAH DI KABUPATEN KUDUS PROPINSI JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
233Kb

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kudus pada khususnya, masih belum memahami benar yang dimaksud Pendaftaran Tanah. Hal tersebut terbukti masih banyak masalah hukum yang timbul berkaitan dengan Pendaftaran Tanah. Salah satunya dalam tesis ini adalah kurangnya kesadaran dalam melakukan perbuatan hukum, contohnya melakukan perjanjian jual beli tanah di depan PPAT. Namun tidak segera melakukan balik nama yang merupakan suatu kerawanan pada masa yang akan datang dengan menimbulkan sengketa. Permasalahan tersebut di atas masih dapat teratasi dengan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) seperti termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan lebih disempurnakan lagi dengan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor I Tahun 2006 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), namun hal tersebut harus dengan kesadaran para pihak. Adapun tesis ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Pendaftaran Akta Tanah di Kabupaten Kudus, Tesis ini dibuat untuk dipergunakan sebagai pedoman Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) maupun masyarakat yang belum paham benar Fungsi dari Pendaftaran Tanah. Metode penelitian yang dipakai meliputi : metode pendekatan yaitu pendekatan yuridis empiris, spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (Indept Interview) dan studi pustaka yaitu data yang diperlukan untuk melengkapi hasil wawancara. Waktu pelaksanaan bulan Oktober-Februari 2009, teknik analisis data yaitu penyederhanaan data ke dalam bentuk-bentuk yang mudah dibaca dan diinterprestasikan dengan prosedur analisis data melalui reduksi data, perjanjian data dan menarik kesimpulan. Dari pembahasan tesis ini ternyata masih banyak yang harus dipahami oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) maupun masyarakat dalam Pendaftaran Tanah di Kabupaten Kudus. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) juga dapat memberikan penerangan, pengetahuannya kepada masyarakat bahwa Pendaftaran Tanah sangat penting untuk menghindari sengketa-sengketa tanah yang sering timbul karena kurang pengetahuan tentang Pendaftaran Tanah. Dan akhirnya dari hasil penelitian ini penulis berharap semoga sangat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan Pejabat Pembuat Akta Tanah pada khususnya dalam melaksanakan Pendaftaran Tanah di Kabupaten Kudus.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:16447
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:12 Jul 2010 12:32
Last Modified:12 Jul 2010 12:32

Repository Staff Only: item control page