PELAKSANAAN PENGELOLAAN ZAKAT MENURUT UNDANGUNDANG NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT ( STUDI DI BAZ KOTA SEMARANG )

PRIBADI, ANCAS SULCHANTIFA (2006) PELAKSANAAN PENGELOLAAN ZAKAT MENURUT UNDANGUNDANG NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT ( STUDI DI BAZ KOTA SEMARANG ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
282Kb

Abstract

Zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam, maka dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat oleh pemerintah, dibentuklah organisasi pengelolaan zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikukuhkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Dalam pengumpulan data dan bahan hukum, baik primer maupun sekunder, kasus yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen-dokumen hukum, sedangkan tekhnik analisis dilakukan secara kualitatif. BAZ Kota Semarang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 451.1.05/159 Tahun 2003. Susunan Pengurus BAZ Kota Semarang terdiri dari Dewan Pertimbangan, Komisi Pengawas dan Badan Pelaksana. Dalam hal pengumpulan zakat, hal ini dilakukan oleh UPZ di berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta, setelah itu disetorkan kepada BAZ Kota Semarang untuk didayagunakan. Di BAZ Kota Semarang, pendayagunaan hasil penerimaan zakat telah sesuai dengan ketentuan agama yaitu meliputi delapan ashnaf. Di dalam melakukan pengelolaan zakat, BAZ Kota Semarang menemui berbagai macam kendala yang dihadapi.. Dengan adanya kendala-kendala di dalam pengelolaan zakat di BAZ Kota Semarang tersebut, BAZ Kota Semarang meresponnya dengan melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut Religious obligatory represent one of the Islam Foundation, hence released of Number Law 38 years 1999 about Management Religious obligatory by government, organization structure of management religious obligatory that is Body of Amil Religious obligatory (BAZ) formed by government and Institute The Amil Religious obligatory (LAZ) confirmed by government. This research use the empirical approach yuridis. In data collecting and law materials, good primary and also secunder case collected through the interview and document study punish, while technique analyze conducted qualitative. BAZ of Town Semarang founded by pursuant to Decree of mayor of Semarang Number 451.1.05 / 159 Year 2003. Formation of Official Member Of BAZ of Town Semarang consisted of by the Consideration Council, Commission And Executor Body. In the case of religious obligatory gathering, this matter done by UPZ in various institution, good governmental institution and also private sector, afterwards remit to BAZ of Town Semarang for the in energy utilized of. In BAZ of Town Semarang, utilization of result of acceptance religious obligatory have pursuant to religion that is covering eight ashnaf. In conducting religious obligatory management, BAZ of Town Semarang meet assorted of constraint which is in facing. With the existence of constraints in management of Religious obligatory [in] the BAZ Town Semarang, BAZ of Town of Semarang responding by conducting efforts to overcome the constraints.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:16416
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:12 Jul 2010 09:11
Last Modified:12 Jul 2010 09:11

Repository Staff Only: item control page