HUBUNGAN KONDISI RUMAH DAN ANGKA KUMAN UDARA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI ASRAMA POLISI SENDANGMULYO KOTA SEMARANG TAHUN 2000

WIBOWO, ANTON ARI (2001) HUBUNGAN KONDISI RUMAH DAN ANGKA KUMAN UDARA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI ASRAMA POLISI SENDANGMULYO KOTA SEMARANG TAHUN 2000. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
30Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

ISPA merupakan salah satu penyebab kematian bayi disamping diare dan tetanus neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi rumah (kelembaban, pencahayaan, ventilasi, kepadatan penghuni) dan angka kuman udara dengan kejadian ISPA pada balita di asrama polisi Sendangmulyo kota Semarang. Penelitian dilaksanakan di bulan Desember th 2000. penelitian ini termasuk jenis Explanatory research yaitu menjelaskan hubungan antara variabel melalui pengujian hipotesa. Variabel yang diteliti adalah kelembaban, pencahayaan, ventilasi, kepadatan penghuni dan angka kuman udara. Populasi rumah yang ada balita 87 rumah dengan mengunakan minimal size diperoleh 46 sampel. Data kondisi rumah dan angka kuman udara diperoleh dengan observasi mengadakan pengukuran sedangkan kejadian ISPA pada balita dengan menggunakan kuesioner sebaga responden adalah ibu balita. Untuk menguji hubungan kondisi rumah dengan kejadian ISPA digunakan Chi Square sedangkan angka kuman dengan kejadian ISPA menggunakan uji korelasi product moment menggunakan SPSS 10.0. kelembaban dan ventilasi sebagian besar memenuhi syarat, pencahayaan dan kepadatan penghuni tidak memenuhi syarat, angka kuman udara jumlahny antara 894-3225 perbedaan meter kubik. Balita di asrama sebagian besar menerita ISPA (64,2%). perhitungan menggunakan Chi Square untuk kelembapan dan ventilasi tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA. Tidak terjadinya hubungan disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti tidak mendapat ASI memadai, perilaku ibu membedung anak (menyelimuti berlebihan), kondisi balita dengan BBLR, dan defisiensi vit A. pencahayaan dan kepadatan penghuni dengan kejadian ISPA ada hubungan yang bermakna. Kondisi pencahayaan dan kelembaban di asrama sebagian besar tidak memenuhi syarat. Perhitungan dengan korelasi product moment untuk angka kuman dengan kejadian ISPA pada balita terdapat hubungan kuat. Menunjukkan bahwa kuman di udara di dalam rumah, kemungkinan adalah kuman penyebab ISPA. Kelembaban dan ventilasi tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA di asrama. Pencayahaan, kepadatan penghuni, dan angka kuman udara ada hubungan dengan ISPA. Dengan hasil yang demikian disarankan kepada penghuni asrama untuk memperhatikan kondisi rumahnua, untuk dinkes dan kesehatan Polda Jateng dalam membangun tempat tinggal memperhatikan syarat kesehatan bangunan sehingga tidak menimbulkan kesakitan pada penghuni asrama dan tidak akan menurunkan produktifitas aparatnya. Sebaiknya dilakukan penelitian yang serupa dengan sati variabel yang lebih cermat dan mendalam dengan memperhatikan kemungkinan faktor-faktor lain penyebab ISPA lebih diperhatikan. Kata Kunci: RUMAH, KUMAN, ISPA, BALITA

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:16388
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:09 Jul 2010 13:35
Last Modified:09 Jul 2010 13:35

Repository Staff Only: item control page