ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEJELASAN INFORMASI MEDIS YANG DITERIMA OLEH PASIEN PRA OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM WILLIAM BOOTH SEMARANG TAHUN 2006

SARIMIN, ALBERTH DARWONO (2006) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEJELASAN INFORMASI MEDIS YANG DITERIMA OLEH PASIEN PRA OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM WILLIAM BOOTH SEMARANG TAHUN 2006. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
350Kb

Abstract

Rumah sakit sebagai lembaga penyedia pelayanan kesehatan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. Salah satu aspek dari mutu adalah menyangkut bagaimana pasien ketika datang kepada dokter akan mendapatkan informasi dengan jelas mengenai penyakit yang dideritanya. Walaupun pemberian informasi medis bagi pasien penderita penyakit katarak di rumah sakit umum William Booth telah diupayakan namun jumlah kunjungan pasien rawat jalan mata mengalami penurunan dari tahun 2001 hingga tahun 2005. Oleh karena kunjungan rawat jalan mata mengalami penurunan maka hal ini juga mempengaruhi jumlah pasien yang akan dioperasi di instalsi bedah sentral rumah sakit umum William Booth . Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis factor-faktor kejelasan informasi medis yang diterima oleh pasien pra operasi katarak di rumah sakit umum William Booth Semarang Penelitian ini termasuk kedalam penelitian Observasional dengan survey yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan terikat sedangkan metodenya adalah kuantitatif dan didukung secara kualitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah semua pasien penderita katarak yang dioperasi pada tahun 2005 dengan jumlah 418 pasien sedangkan sampelnya adalah keseluruhan pasien katarak yang diopersi pada bulan mei 2006 dengan jumlah 49 pasien. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dan multivariate. Analisis chi square untuk bivariat dan regresi logistic untuk multivariate. Hasil dari analisis bivariat menunjukan bahwa semua variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat dengan p value masing -masing : Tingkat kegawatan penyakit katarak ( p value = 0,001 ) Komunikasi empati yang dilakukan oleh komunikator tentang penyakit katarak ( p value = 0,035 ) , penyampaian pesan oleh komunikator yang mudah dipahami mengenai penyakit katarak ( p value = 0,001 ), umpan balik yang dilakukan oleh komunikator tentang penyakit katarak ( p value = 0,002 ). Sedangkan dalam analisis multivariate diperoleh hasil bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kejelasan informasi medis adalah variabel penyampaian pesan oleh komunikator yang mudah dipahami tentang penyakit katarak dan variabel lainya tidak memiliki pengaruh. Komunikator yang memiliki penyampaian pesan yang mudah dipahami tentang penyakit katarak yang masuk dalam kategori kurang, memiliki resiko 28 kali lebih besar dari komunikator yang memiliki penyampaian pesan yang mudah dipahami tentang penyakit katarak yang masuk dalam kategori baik. Adanya variabel kontrol baik itu usia, tingkat pendidikan dan kelas perawatan responden dalam penyampaian pesan oleh komunikator yang mudah dipahami terhadap kejelasan informasi medis memiliki kekuatan pengaruh Kesimpulan dari penelitian ini adalah :Ada pengaruh antara penyampaian pesan yang mudah dipahami dengan OR 27, 678 terhadap kejelasan informasi medis yang diterima oleh pasien pra operasi katarak di rumah sakit umum William Booth Semarang. Sedangkan saranya adalah perlu ditingkatkan metode penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh komunikator tentang penyakit katarak agar para pasien akan lebih lagi mendapatkan kejelasan informasi medis yang mereka perlukan. Hospital as health provider has the task and responsibility to give quality of health service to the community. One aspect of quality is how the patients when they come to the doctor receive detail information about the illness they are suffering. Eventhough the information that they received by cataract patient in the William Booth Hospital had been efforted but the number of out patient in the eye unit section had been decreasing from 2001 until 2005. Because of the decreasing visits of out patient unit, it affects the number of patients who would receive operation at installation of surgery unit in the William Booth Hospital. The main point of the research was to analyze the factor of medical information explanation received by patients pra surgery cataract operation in William Booth hospital. This research was observasional with survey which was a research that explain the connection between dependent variable and independent variable meanwhile the method of this research was quantitative and supported by qualitative way. The population used in this research that all patients suffered cataract which were operated in year 2005 with the total of 418 patients meanwhile the sample all the cataract patients which were operated in may 2006 with the total of 49 patients The analyzis that was used in this research were univariate, bivariate and multivariate analyzes. Bivariate analyses used chi square and multivariate used regression logistic. Result from bivariate anlyzis shows that there are connection between independent variables and dependent variable with p values : The level of emergency of cataract illness ( p value = 0,001 ), empathy communication by communicator about cataract illness ( p value = 0,035 ), detail information sent by communicator to be understood easier about cataract illness ( p value = 0,001 ) , communicator’s feedback about cataract illness ( p value = 0,002 ) . Meanwhile in the multivariate analyzis shows that the most variable affect towards medical detail information is passing message by communicator which is easier to be understood and other variables has no effect. Communicator who has the ability to convey detail information that easier to be understood about cataract illness will fall into less level category will have 28 time bigger risk compare to communicator who has the ability to pass a message into good level category .There are also control variables in ages, level of education and care unit level response in passing message by communicator which is easier to be understood towards medical information explanation which has a stronger effect. The conclusion t there is an effect between sending information to be understood easier with OR 27,678 towards detail medical information eccepted by pra cataract operation patients in William Booth Hospital Semarang The suggestion is to develop the method of giving messages to be easier understood by communicator about cataract illness so the patients will receive detail medical information that they need.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:16340
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:09 Jul 2010 10:43
Last Modified:27 Dec 2010 13:30

Repository Staff Only: item control page