PENGARUH PENGGUNAAN SABUK KESELAMATAN (SAFETY BELT) TERHADAP TINGKAT FATALITAS KECELAKAAN DAN TINGKAT KEPARAHAN KECELAKAAN (STUDI KASUS KECELAKAAN JALAN TOL SEKSI A, B, C CABANG SEMARANG)

WAHIDIN, AHMAD (2008) PENGARUH PENGGUNAAN SABUK KESELAMATAN (SAFETY BELT) TERHADAP TINGKAT FATALITAS KECELAKAAN DAN TINGKAT KEPARAHAN KECELAKAAN (STUDI KASUS KECELAKAAN JALAN TOL SEKSI A, B, C CABANG SEMARANG). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2979Kb

Abstract

Tesis ini berjudul pengaruh penggunaan sabuk keselamatan (safety belt) terhadap tingkat fatalitas kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dengan pendekatan studi kasus kecelakaan jalan tol seksi A, B, C cabang Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat fatalitas kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dijalan tol seksi A,B,C cabang Semarang sejak tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Jumlah kejadian kecelakaan yang diteliti adalah 573 kejadian kecelakaan terdiri dari 715 korban pengemudi, 220 korban penumpang, dan 8 korban lain. Penelitian terdahulu oleh Shinar (1993) merangkumkan sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan sabuk keselamatan, yaitu usia pengemudi, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan sosioekonomik, usia kendaraan, ras, kesehatan dan kepuasan kerja/hidup, dan perilaku. Penelitian wagenaar dan Marglis (1990) menyatakan bahwa di Michigan setelah penerapan hukum sabuk keselamatan terjadi pengurangan 20 % pasien korban kecelakaan yang mengalami luka parah. Metode statistik yang digunakan dalam melihat hubungan antar variabel yang diteliti adalah análisis bivariat, yaitu tabulasi silang dengan menggunakan uji Chi-Square. Untuk analisis pengaruh karakteristik pengemudi dan penumpang terhadap penggunaan sabuk keselamatan dilakukan dengan uji multiple log regresión. Tingkat kepercayaan analisis statistik yang digunakan untuk kedua uji tersebut adalah 95 %. Penilaian indikator tingkat fatalitas kecelakaan menggunakan tolak ukur Direktorat Keselamatan Transportasi Darat dan pembobotan tingkat keparahan mengadopsi metode pembobotan negara Malaysia. Dari hasil uji bivariat, sejak tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan di jalan tol cabang Semarang secara garis besar tidak menunjukan hasil analisis yang signifikan antara variabel karakteristik korban kecelakaan (pengemudi, penumpang) dan kendaraan terhadap penggunaan sabuk keselamatan. Tetapi untuk hubungan penggunaan sabuk keselamatan dengan kondisi korban pada saat kecelakaan dan tempat luka korban menunjukan hasil analisis yang signifikan (p = 0,001), ini berarti dengan adanya tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan efektif untuk menurunkan tingkat luka dan kondisi korban kecelakaan di jalan tol cabang Semarang. Dari hasil uji multivariat (metode uji multiple log regresion), terlihat bahwa untuk variabel karakteristik pengemudi yang berpengaruh secara signifikan adalah variabel kondisi badan pengemudi (p = 0,002). Sedangkan untuk karakteristik penumpang, variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sabuk keselamatan adalah variabel posisi penumpang (p = 0,033). Pengaruh penggunaan sabuk keselamatan di jalan tol cabang Semarang terlihat dari penurunan tingkat fatalitas kecelakaan rata-rata ratio luka berat per kejadian kecelakaan sebesar 17,35 % dan rata-rata ratio mati per kejadian kecelakaan sebesar 8,26 %. Pengaruh penggunaan sabuk keselamatan terlihat juga dari turunnya tingkat keparahan kecelakaan di seksi B dan C tol cabang Semarang dengan hasil analisis penurunan tingkat keparahan kecelakaan rata-rata 2,31 % dan 0,65 %. Tesis ini berjudul pengaruh penggunaan sabuk keselamatan (safety belt) terhadap tingkat fatalitas kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dengan pendekatan studi kasus kecelakaan jalan tol seksi A, B, C cabang Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat fatalitas kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dijalan tol seksi A,B,C cabang Semarang sejak tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Jumlah kejadian kecelakaan yang diteliti adalah 573 kejadian kecelakaan terdiri dari 715 korban pengemudi, 220 korban penumpang, dan 8 korban lain. Penelitian terdahulu oleh Shinar (1993) merangkumkan sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan sabuk keselamatan, yaitu usia pengemudi, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan sosioekonomik, usia kendaraan, ras, kesehatan dan kepuasan kerja/hidup, dan perilaku. Penelitian wagenaar dan Marglis (1990) menyatakan bahwa di Michigan setelah penerapan hukum sabuk keselamatan terjadi pengurangan 20 % pasien korban kecelakaan yang mengalami luka parah. Metode statistik yang digunakan dalam melihat hubungan antar variabel yang diteliti adalah análisis bivariat, yaitu tabulasi silang dengan menggunakan uji Chi-Square. Untuk analisis pengaruh karakteristik pengemudi dan penumpang terhadap penggunaan sabuk keselamatan dilakukan dengan uji multiple log regresión. Tingkat kepercayaan analisis statistik yang digunakan untuk kedua uji tersebut adalah 95 %. Penilaian indikator tingkat fatalitas kecelakaan menggunakan tolak ukur Direktorat Keselamatan Transportasi Darat dan pembobotan tingkat keparahan mengadopsi metode pembobotan negara Malaysia. Dari hasil uji bivariat, sejak tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan di jalan tol cabang Semarang secara garis besar tidak menunjukan hasil analisis yang signifikan antara variabel karakteristik korban kecelakaan (pengemudi, penumpang) dan kendaraan terhadap penggunaan sabuk keselamatan. Tetapi untuk hubungan penggunaan sabuk keselamatan dengan kondisi korban pada saat kecelakaan dan tempat luka korban menunjukan hasil analisis yang signifikan (p = 0,001), ini berarti dengan adanya tahapan pemberlakuan ketentuan penggunaan sabuk keselamatan efektif untuk menurunkan tingkat luka dan kondisi korban kecelakaan di jalan tol cabang Semarang. Dari hasil uji multivariat (metode uji multiple log regresion), terlihat bahwa untuk variabel karakteristik pengemudi yang berpengaruh secara signifikan adalah variabel kondisi badan pengemudi (p = 0,002). Sedangkan untuk karakteristik penumpang, variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sabuk keselamatan adalah variabel posisi penumpang (p = 0,033). Pengaruh penggunaan sabuk keselamatan di jalan tol cabang Semarang terlihat dari penurunan tingkat fatalitas kecelakaan rata-rata ratio luka berat per kejadian kecelakaan sebesar 17,35 % dan rata-rata ratio mati per kejadian kecelakaan sebesar 8,26 %. Pengaruh penggunaan sabuk keselamatan terlihat juga dari turunnya tingkat keparahan kecelakaan di seksi B dan C tol cabang Semarang dengan hasil analisis penurunan tingkat keparahan kecelakaan rata-rata 2,31 % dan 0,65 %.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:16309
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:09 Jul 2010 09:59
Last Modified:09 Jul 2010 09:59

Repository Staff Only: item control page