HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA ANAK USIA 12-14 TAHUN

UTARI, AGUSTINI (2007) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA ANAK USIA 12-14 TAHUN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
443Kb

Abstract

Latar Belakang. Kesegaran jasmani sangat bermanfaat bagi anak untuk menunjang kapasitas kerja fisik dan meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, yang salah satunya dipengaruhi oleh komposisi tubuh. Saat ini prevalensi obesitas meningkat tajam di seluruh dunia seiring dengan menurunnya aktivitas fisik. Di Indonesia belum banyak penelitian yang menghubungkan Tingkat Kesegaran jasmani (TKJ) dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan IMT dengan TKJ Metode. Penelitian cross sectional dilakukan pada 80 anak SMP Domenico Savio Semarang pada bulan April 2005. TKJ dinilai menggunakan ACSPFT ( Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Test ) dan dikategorikan menjadi baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali. Dilakukan pengukuran antropometri, kadar hemoglobin dan pengisian kuesioner aktivitas fisik APAQ. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Dari 80 subyek penelitian yang terdiri dari 46 anak laki-laki dan 34 anak perempuan, didapatkan TKJ baik 1,2%, sedang 13,8%, kurang 25%, dan kurang sekali 60%. Tak seorang pun anak obesitas yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik atau sedang. Didapatkan hubungan negatif antara IMT dengan TKJ baik pada anak laki-laki ( r = - 0,666 ; p = 0,000 ) maupun pada anak perempuan (r = - 0,442 ; p = 0,009). Terdapat hubungan dengan nilai korelasi sedang antara IMT dengan komponen kecepatan (r=-0,787 ; p = 0,000), daya ledak otot (r=-0,621 ; p = 0,000), ketangkasan (r=-0,750 ; p = 0,000) , daya tahan otot perut (r = -0,751; p = 0,000), dan daya tahan kardiorespirasi (r = 0,697 ; p = 0,000) pada anak laki-laki. Simpulan : Sebagian besar subyek memiliki tingkat kesegaran jasmani yang rendah. Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh semakin rendah Tingkat Kesegaran Jasmani. Introduction. Physical fitness is very important to support physical working capacity and cardiovascular endurance, one of which is influenced by body composition. The increase of sedentary activity causes the rapid increase of obesity. Only few studies about correlation between Physical Fitness Level (PF level) and Body Mass Index (BMI) are done in Indonesia. Objective : to determine the correlation between BMI and PF level Method. Cross sectional study was conducted to 80 students of Domenico Savio Junior High School Semarang in April 2005. Physical Fitness Level were measured by ACSPFT ( Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Test ) and was divided into very good, good, moderate, poor and very poor. Hemoglobin and anthropometric measurement was done. Physical activity was assessed by using APAQ questionnaire. Data were analyzed with Spearman correlation. Results. The total sample were 80, consisting of 46 boys and 34 girls. From all subjects revealed PF fitness level good 1.2% , moderate 3.8%, poor 25% and very poor 60%. PF level of obese subject 86.5 % very poor and 13.5 % poor . There were negative correlation between BMI and PF level both boys (r= - 0.666 ; p = 0.000) and girls (r = - 0.442 ; p = 0.009). There were moderate correlation among IMT and speed (r=-0.787 ; p = 0.000), muscle explosive power ( r=-0.621 ; p = 0.000), agility (r=- 0.750 ; p = 0.000), abdominal musle endurance ( r = -0.751; p = 0.000), and cardiovascular endurance (r = 0.697 ; p = 0.000) in boys. Conclusion : Most of the subjects have low physical fitness level. The increasing BMI will decrease the physical fitness level.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:16285
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jul 2010 14:00
Last Modified:08 Jul 2010 14:00

Repository Staff Only: item control page