PENGELOLAAN TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA MATARAM

Pramono, Agus (2008) PENGELOLAAN TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA MATARAM. Masters thesis, program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3293Kb

Abstract

Kemudahan dan kelancaran transportasi merupakan salah satu indikator pembangunan yang berkelanjutan. Transportasi ramah lingkungan adalah transportasi yang tidak membahayakan keselamatan manusia dan lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari dan generasi yang akan datang. Transportasi jarak dekat di Kota Mataram dilayani “cidomo” yang tergolong Non-Motorised Transport menggunakan tenaga penarik kuda dan tidak menghasilkan gas buang berupa CO2 dan NOx. Pemerintah Kota Mataram dalam situasi krisis energi saat ini memfungsikan “cidomo” sebagai transportasi jarak dekat pinggiran Kota Mataram. Dalam pelaksanaan dilapangan transportasi “cidomo” menimbulkan limbah organik kotoran kuda serta pelanggaran lalu lintas oleh kusir “cidomo”. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota mengeluarkan larangan masuk “cidomo” pada jalan tertentu (Keputusan Walikota Nomor 31/KPTS/2005). Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi pengelolaan transportasi ramah lingkungan yakni “cidomo” yang melayani transportasi pinggiran kota. Penelitian ini merupakan penelitian kaji tindak (action reseach). Teknik pengumpulan data dengan pendekatan Key Informant Intervew dengan penumpang “cidomo”, kusir, staf Bappeda, Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup. Disamping ini juga Group Intervew dengan Forum Komunikasi Rukun Keluarga Kusir “Cidomo” . Hasil wawancara menunjukkan setiap hari “cidomo” menempuh jarak 28 kilometer. “Cidomo” lebih sempurna menekan penggunaan bensin 2.065.717,50 liter/tahun dan penurunan CO2 dari kegiatan transportasi jarak dekat (4.792 CO2 ton/tahun). “Cidomo” dapat menjangkau pemenuhan kebutuhan sosial untuk mengurangi kesenjangan bidang transportasi. Secara ekonomi “cidomo” menopang masyarakat kurang mampu kemudian secara ecoefisiensi sudah memanfaatkan limbah penggilingan padi dan memanfaatkan tumbuhan rumput. Ketiga hal tersebut diatas dengan unsur lingkungan, sosial dan ekonomi merupakan komponen transportasi yang berkelanjutan. Pengembangan jaringan transportasi “cidomo” menurut Dinas Perhubungan Kota Mataram (2010 sampai dengan 2020) berpedoman pada keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan yang relevan dari “cidomo” menuju transportasi ramah lingkungan yang belum diterapkan dan harus diimplementasikan adalaha: pertama aspek kelembagaan yaitu dibentuknya Ketua Koordinator Kusir “Cidomo” di setiap pangkalan “cidomo”, membentuk kepengurusan Forum Komunikasi Rukun Keluarga Kusir “cidomo” ditingkat kelurahan, kelembagaan pengolah limbah kotoran kuda terpusat dengan pola pengelolaan Pollution Prevention Pays, yang kedua aspek aturan/hukum dengan mematuhi ketentuan Gendongan Kotoran Kuda dengan jarak 5 cm dari femur, pelarangan kusir cilik, usulan pemberlakuan trayek khusus untuk “cidomo” dari luar Kota Mataram serta pelaksanaan razia gabungan, sosialisasi dan desiminasi oleh Dinas Perhubungan Kota Mataram yang terprogram. Accessability and reliability of public transportation is one indicator of sustainable development. Environmentaly Sustainable Transportation (EST) is transportation that does not endanger public health or ecosistems to meet their own needs to next generation. Short-distance travel in Mataram City delivered by “cidomo” as Non- Motorised Transport powered by horse with no pollution such as CO2 and NOx. During enegy crisis situation the government of Mataram city facilitate the urban transport for short distance namely “cidomo”. The horsecars creates organic waste and trafic congestion. To prevent these problems the government strikly prohibit “cidomo” to enter some road area as stipulated by Mayor Decree 31/KPTS/2005. The reseach indentifies management of Environtmentally Sustainable Transportation called “cidomo” offering an alternative transportation of suburban area. The type of reseach used is action reseach, by intervewing with kusir “cidomo”, passengger “cidomo”, Staff of Bappeda, Staff of Dinas Lingkungan Hidup, staf of Dinas Perhubungan as a key informant intervew. In addition Group Intervew followed by 10 participant members of Forum Komunikasi Rukun Keluarga Kusir “cidomo” is employed. The result of reseach show that every days “cidomos” travel over ± 28 kilometers. Practically 2.065.717,50 liters/year save of gasoline and about 4.792 CO2 ton/year have been reduced. Horsecars minimize transportation gap in Mataram and city. Economically it supports poor people to meet there are transportation need. Ecoeficiency show that “cidomo” uses the grass and rice waste called dedak. Three category of sustainable transportation such as environmentally, social and economic in practice they often overlap. The long term project of Dinas Perhubungan (2010-2020) with sustainable transport programme should be practice by kusir “cidomo”. It should concern with regulation aspect and organization aspect. Organization aspect including : implementation of Chip Coordinator on each area of “cidomos” terminal, implementation of Forum Komunikasi Rukun Keluarga Kusir “Cidomo” in subdistrict and facilitation of biogas infrastructure and organic fertilize managed by NGO. futuremore the regulation aspect such as : to obey sanitation organic control maximum 5 cm from femur, restric kusir underage, some special regulation route for “cidomos” (horsecars) from another distric and integrated monitoring, socialisation and desimination programme should manivest by Dinas Perhubungan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:16262
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jul 2010 12:21
Last Modified:08 Jul 2010 12:21

Repository Staff Only: item control page