SISTEM PENCAPAIAN PADA KOMPLEKS KUIL PARTHENON ATHENA YUNANI

Hartuti Wahyuningrum, Sri (2005) SISTEM PENCAPAIAN PADA KOMPLEKS KUIL PARTHENON ATHENA YUNANI. Jurnal Jurusan Arsitektur, 5 . ISSN 08532877 (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Published Version
416Kb

Abstract

Kuil Parthenon ini dibangun dengan maksud untuk menyimpan patung-patung pemujaan Dewi Athena. Dan karena pada masa lalu banyak orang yang mempercayai dengan adanya Dewa [politheisme], maka dibangunlah Kuil untuk tempat pemujaan Dewa-dewa. Nama Parthenon itu sendiri berarti pemujaan Dewi Athena Parthenos yang berarti wanita yang bisa menikah tetapi tidak menikah, yang menurut cerita Dewi Athena lahir dari kepala Dewa Zeus. Dewi Athena itu merupakan symbol dari kebersihan jiwa, pikiran, dan hati. Ada 2 macam pola pencapaian yang menuju ke kuil Parthenon : 1. Tersamar, Pendekatan yang samar-samar akan meningkatkan efek perspektif pada fasade dan bentuk dari suatu bangunan. Jalur dapat diubah arahnya satu atau beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan pencapaian. 2. Berputar, Sebuah jalan berputar memperpanjang urutan pencapaian ruang dan memepertegas bentuk tiga dimensi dari suatu bangunan. Kata Kunci : Sistem Pencapaian, Kompleks kuil Parthenon PENDAHULUAN Sebuah karya arsitektur merupakan salah satu upaya perwujudan dari pemikiran, perasaan, ambisi, dan kebutuhan dari sang arsitek maupun seseorang/ sekelompok orang (lingkungan) yang meminta bantuan sang arsitek. Karya arsitektur merupakan usaha pengaktualisasian diri di dalam kehidupan sosial masyarakat yang majemuk. Sebuah karya arsitektur dirancang untuk tampil unik, fungsional, dan yang terpenting dapat menunjukkan keberadaan dari sang perancang atau sang pemakai, karena setiap manusia memiliki kebutuhan untuk diakui eksistensinya oleh lingkungannya. Sejarah arsitektur merupakan salah satu teori arsitektur yang mempelajari tentang nilai-nilai fisiologi maupun nilai-nilai arsitektural lain yang terkandung pada bangunan yang memiliki karakter arsitektur baik di Indonesia maupun Negara lain. Bangunan yang memiliki nilai sejarah arsitektur yang tinggi, karakternya lebih kuat dibandingkan bangunan disekitarnya. Searah dengan perkembangan jaman,banyak bangunan tradisional maupun bangunan asli kemudian berkembang,baik dari segi estetis,maupun nilai arsitekturalnya, baik dari segi vernacular maupun variasi bentuk bangunannya. Sehingga mempengaruhi pula nilai arsitektural dari bangunan tersebut.Namun karakter asli dari bangunan tetap meskipun dari segi fisik bangunan berkembang seiring perkembangan jaman.Nilai arsitektural tidak hanya dimiliki oleh bangunan yang terkenal saja,namun semua bangunan yang lebih mempunyai karakter kuat dan nilai fisiologi maupun nilai arsitektural lain yang tinggi sehingga menjadikan bangunan tersebut lebih berharaga,dan berkarakter dibandingkan bangunan lainnya.Dalam makalah ini berisi tentang data bangunan yang memiliki karakter arsitektural maupun nilai fisiologi yang tinggi dan menganalisanya guna mengetahui dan mempelajari lebih dalam sisi arsitekturalnya. Obyek dalam makalah ini adalah Parthenon. Bangunan tersebut merupakan bangunan terkenal di daerah Athens, Yunani. Karena memiliki karakter dan arsitektural yang kuat. Kemudian kami menganalisanya baik dari nilai fisiologi, sejarah maupun nilai arsitektural lain yang terdapat pada bangunan tersebut,guna menambah kepustakaan jenis bangunan diseluruh dunia yang memiliki sejarah arsitektural yang cukup tinggi. KOMPLEKS KUIL PARTHENON Gambar 1. Tampak Depan Kuil Parthenon Nama bangunan : Parthenon Arsitek : Iktinos dan Kalicrates Sculptor : Pheidias Style : Doric Yunani Kuno Lokasi : Athens, Yunani Luas bangunan : 102.9 ft. x 252 ft. (31.39 m x 76.82 m) Tinggi bangunan : 508 mm (20 in) Type bangunan : Kuil Tahun Pembuatan : 488 – 480 sebelum Masehi LOKASI Gambar 2. Lokasi Kuil Parthenon Parthenon terletak di bagian timur dari bangunan Acropolis Athens. Lokasinya sangat mendukung, karena selain bentuknya yang paling besar, Parthenon terletak pada dataran yang paling tinggi. Seakan-akan Kuil Parthenon sebagai focus dari semua bangunan yang ada di Acropolis. Gambar 3. Kuil Parthenon tampak atas LATAR BELAKANG/ SEJARAH DIBANGUNNYA Kuil Parthenon ini dibangun dengan maksud untuk menyimpan patung-patung pemujaan Dewi Athena. Dan karena pada masa lalu banyak orang yang mempercayai dengan adanya Dewa [ politheisme ], maka dibangunlah Kuil untuk tempat pemujaan Dewa-dewa. Nama Parthenon itu sendiri berarti pemujaan Dewi Athena Parthenos yang berarti wanita yang bisa menikah tetapi tidak menikah, yang menurut cerita Dewi Athena lahir dari kepala Dewa Zeus. Dewi Athena itu merupakan symbol dari kebersihan jiwa, pikiran, dan hati. Gambar 4, Pencapaian Ke Kuil Parthenon Dan sebenarnya pada setiap Kuil di Yunani itu merupakan wujud atau gambaran dari setiap Dewa. Jadi, jika kita berada dalam bangunan itu, seolah-olah kita dapat mengetahui karakter dari Dewa yang dimaksud. Kuil Parthenon sebenarnya mengalami banyak perkembangan pada masa itu : 1. Menjadi tempat atraksi para turis, ketika bangsa Roma tertatik dengan kebudayaan Yunani yang disebarkan oleh Alexander, Raja dari Kerajaan Macedonia. 2. Pada tahun 600 M, Kuil Parthenon berubah menjadi Gereja orang Kristen, karena pengaruh dari Kerajaan Roma. 3. Setelah Turki menaklukan Yunani, maka Kuil Parthenon kembali berubah menjadi sebuah masjid. Dan pada tahun 1687 digunakan sebagai ruang penyimpanan amunisi oleh bangsa Turki setelah perang, meledak. 4. Pada tahun 1800, karena kebangkitan dan ketertarikan bangsa Eropa terhadap benda-benda masa lalu yang bersejarah, maka terjadilah pencurian sculptures di Parthenon. 5. Sampai sekarang sculpture-sculpture disimpan di Museum London. Dan Parthenon masih bertahan sampai sekarang. CIRI KHAS ARSITEKTURAL Ciri khas yang ada pada Parthenon sebenarnya sangat menarik untuk kita lihat. Seperti: Bentuk kolom, sculpture, metopes, frieze,dan yang lainnya. Sebelum saya jelaskan, saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Dewa-dewa yang ada di Parthenon. Tidak seperti Dewa-dewa pada umumnya, Dewa itu biasanya berbentuk menyerupai binatang atau tumbuhan. Maka Dewa di Yunani itu tidak seperti itu, Dewa-dewa berwujud layaknya manusia. Sehingga hal ini membuat bingung para arkeolog, sebenarnya itu manusia atau Dewa. SCULPTURES Sculptue-sculpture ini terdapat pada interior maupun eksterior. Pada bagian interior diletakkan Patung Dewi Athena untuk disembah Pada bagian eksterior, sculpture ditemukan pada bagian pedimental sculpture [ bagian atas dari kolom ]. Gambar 5. Patung kepala Kuda Dewa Illisos Gambar 6. Manusia Pria Gambar 7. Patung Dewi Athena Gambar 8. Tiga pria berjanggut yang bertubuh ular dari pinggang sampai bawah, mempunyai kekuatan api, air, dan burung. Kekhususan dari sculpture yang ada yaitu pada patung Dewi Athena. Patung Dewi Athena tersebut dibuat oleh Phidias dengan tinggi 40 ft [ sekitar 12 m ]. Bahan yang digunakan yaitu kayu, logam, tanah liat, dan perekat. Jubah Athena terbuat emas, dan didesign agar dapat dilepas untuk mengatasi jika terjadi sesuatu. Muka, kedua tangan dan kaki terbuat dari gading, kedua matanya dari permata yang indah. Selain dengan jubah yang panjang, patung Athena memakai penutup kepala. Sebuah mahkota sebagai symbol kemenangan di tangan kanannya. Sedangkan tombak di tangan kirinya. Sebuah tameng di sebelah kaki Athena bergambar Pheidias dan Pericles. METOPES Metopes dari Parthenon semuanya memiliki arti dan menggambarkan perjuangan antara kekuatan dan keadilan serta kriminalitas. Di sebelah barat  dongeng tentang perperangan melawan Amazon [ Amazonomachy ]. Gambar 9. Salah Satu Metopes Parthenon Sebelah Selatan  Pertarungan antara Lapiths dan Centaurs [Centauromachy ]. Bentuknya paling bagus dari semua sisi yang lain. Sebelah Timur  Pertarungan antara Dewa-dewa dan Raksasa [ Gigantomachy ]. Sebelah Utara  Yunani melawan Trojans. FRIEZE Frieze merupakan ornament-ornamen yang terdapat pada bagian atas dari dinding Kuil. Ukurannya juga relative kecil, yaitu 3 kaki 5 inchi. Letaknya tepat pada bagian triglyphs dan metopes. Jadi jika kita melihat dari bawah, sulit untuk melihat detail yang ada. Pada bagian timur, melambangkan seorang anak yang sedang melipatkan kain untuk pria dewasa. Menggambarkan iring-iringan manusia berkuda pada ketiga sisinya . SISTEM STRUKTUR U Gambar 10. Denah Parthenon Keterangan denah : 1. Peripteros 2. Opisthodomos 3. Ruang terkecil 4. Ruang terbesar [colonnade] 5. tempat menyembah patung Athena 6. peletakan patung Athena 7. Bronze 8. Pronaos 9. Minarett Sistem yang digunakan yaitu bearing masonry. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan yaitu bongkahan kayu dan batu yang utuh tanpa membaginya. Tetapi semuanya telah hancur. Walaupun orang-orang Yunani berusaha mempertahankan keaslian dalam pemahatan [bahannya utuh], namun hanya sedikit saja pemahat yang melakukan itu. Gambar 11. Kolom pada parthenon Pemilihan dari batu maupun kayu, karena pada masa itu mungkin orang Yunani ingin menonjolkan unsur-unsur alam. Dan bahan-bahan tersebut sangat mudah didapat. Kalau masalah warna, terlihat bahwa seluruh unsur yang ada pada bangunan Parthenon menggunakan warna dari alam. Jadi tidak perlu untuk mengecat ataupun memberi finishing warna, karena unsure alami yang ada sudah mendukung dan memperlihatkan keindahan yang luar biasa. BENTUK KOLOM. Tiga buah bentuk kolom yang digunakan di Kuil-kuil Yunani: Doric Capital, Ionic Capital, dan Corinthian Capital Tetapi hanya dua bentuk kolom yang mendominasi Kuil Parthenon, yaitu Doric dan Ionic. Doric Capital Gambar 12. Kolom pada Parthenon Doric merupakan bentuk yang paling tua dari dua bentuk yang lain [ Ionic, Capital dan Corinthian ] panel-panel yang berasal dari sculpture sebelum Masehi. Tetapi kemudian bentuk Doric diperbagus pada abad ke-5 sebelum Masehi. Dan digunakan untuk Parthenon dan Propylaea di Athens. Jika dilihat, bentuk type Doric ini terlihat simple Doric ini melambangkan struktur yang paling tinggi tingkatannya. Doric dikarakteristikan dengan triglyphs dan metopes. Pada setiap metopes, diisi oleh Capital. Bentuk Doric ini muncul pada abad ke-7. Doric digunakan di yunani dan beberapa koloni di Italia dan sicilia. Ionic Capital Gambar 13. Kapital Kolom Ionic Bentuk ini berkembang di Yunani pada abad ke-5. Bentuk ini terlihat ramping dan elegan. Dan pada gambar terlihat ada semacam bentuk spiral atau ikal di kedua muka. Pada bagian tengah bentuknya hampir sama dengan Doric, di situ terdapat garis yang menonjol dan lekukan. Sehingga bentuk ini lebih atraktif dibandingkan dengan bentuk Doric. Bentuk ini diketemukan di yunani timur dan kepulauannya. Corinthian Capital Bentuk ini muncul pada abad ke-4 sebelum Masehi. Bentuknya terlihat paling rumit dari yang lain. Gambar 14. Kapital Kolom Koriental Jika dilihat menyerupai bentuk daun, mungkin inspirasinya berasal dari alam. Lekukannya begitu atraktif dan harmony dengan bentuk yang lainnya. Banyak diketemukan di Roma. ANALISA STRUKTUR Gambar 15. Sistem Struktur Parthenon Terletak di timur dari acropolis Athena, kuil ini dibangun pada. 488 - 480 B.C.E. dengan ukuran 102.9 ft. x 252 ft. (31.39 m x 76.82 m). dengan memiliki 6 x 16 kolom. Kuil ini memiliki cella ganda (inner sanctum) dengan sebuah cella panjang di ujung timur memiliki 2 deretan kolom interior dengan 10 kolom di tiap deretnya. and sebuah cella pendek di ujung barat cella barat memiliki 4 kolom interior yang tersusun dalam kotak di pusat kuil, dengan opisthodomos (ruang belakang) dan pronaos (the antechamber).. POLA PENCAPAIAN AKSESBILITAS Dalam pencapaian ke Parthenon harus melalui jalan yang panjang. Hal ini dimaksudkan agar para pengunjung mendapatkan suatu kejutan yang sangat luar biasa setelah melihat ujung dari Acropolis, jadi walaupun capai akan dapat terobati dengan bangunan Parthenon. Gambar 16. Pencapaian Pada Kuil Parthenon Pencapaian menuju ruang dalam Parthenon dapat melalui segala arah, karena di setiap sisi terluar dari bangunan terdapat tangga yang menghubungkan jalan luar ke ruang dalam. Gambar 17 Sistem Pencapaian Pada Kompleks Kuil Parthenon Ada 2 macam pola pencapaian yang menuju ke kuil Parthenon : 1. Tersamar Pendekatan yang samar-samar akan meningkatkan efek perspektif pada fasade dan bentuk dari suatu bangunan. Jalur dapat diubah arahnya satu atau beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan pencapaian. 2. Berputar Sebuah jalan berputar memperpanjang urutan pencapaian ruang dan memepertegas bentuk tiga dimensi dari suatu bangunan. KESIMPULAN Kebudayaan sangat mempengaruhi bangunan di suatu kawasan. Sehingga seperti halnya kuil Parthenon ini, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan local yunani. Kuil ini dibangun sebagai persembahan terhadap kepercayaan masyarakat yunani terhadap Dewi Athena. Dewi Athena dianggap sebagai seorang dewi yang membawa kedamaian dan kasih sayang. Tampaknya kuil ini kurang begitu dihormati oleh masyarakat sekitar, karena kuil tersebut seakan-akan dirusak oleh para masyarakatnya. Terbukti dengan adanya tindakan pencurian lantai marmer yang terdapat di dalam kuil oleh beberapa remaja sekitar. Alangkah baiknya apabila dunia internasional turun tangan dan berkenan untuk membantu melestarikan keberadaan kuil Parthenon ini. Kuil ini merupakan warisan sejarah yang tidak ternilai harganya. SUMBER REFERENSI 1. Ching, Francis D.K., Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. 2. http://joemjoe.com 3. http://planetware.com 4. http://www.encyclopedia.com 5. http://www.greatbuildings.com 6. http://www.theplaka.com

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1622
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:09 Nov 2009 09:07
Last Modified:09 Nov 2009 09:07

Repository Staff Only: item control page