POTENSI PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH (STUDI KASUS PEMERAHAN SUSU SAPI MOERIA KUDUS JAWA TENGAH)

PUTRA, ADIKA (2009) POTENSI PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH (STUDI KASUS PEMERAHAN SUSU SAPI MOERIA KUDUS JAWA TENGAH). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1149Kb

Abstract

Berkembangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebutuhan gizi dan bertambahnya tingkat pendapatan masyarakat, menyebabkan permintaan bahan pangan yang mempunyai nilai gizi tinggi meningkat. Pemeliharaan sapi perah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Susu yang diproduksi selama ini belum memenuhi kebutuhan konsumsi, dikarenakan populasi sapi perah yang relatif masih sedikit. Produktivitas sapi perah yang sudah ada masih belum memuaskan karena pemuliaannya belum dilaksanakan secara lebih terarah. Ditinjau dari permasalahan dan tujuan penelitian maka tipe penelitian yang akan dilaksanakan adalah tipe penelitian Kaji Tindak (action research) yaitu penelitian yang dilakukan bersama-sama peneliti dan pelaku dalam mengidentifikasi masalah dan mencari strategi terbaik dalam melakukan suatu usaha peternakan yang ramah lingkungan. Sumber data penelitian ini adalah pemilik, pekerja, Dinas Lingkungan Hidup Kudus, masyarakat sekitar peternakan serta penggunjung peternakan. Teknik pengumpulan data adalah metode rapid appraisal yang meliputi: Group Interview, Informal Surveys serta Observasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik sederhana dan dibuat dalam bentuk narasi sehingga menunjukan kualitas atau fenomena yang menjadi objek penelitian Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa peternakan sapi Moeria Kudus menggunakan air sangat banyak sehingga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar, sehingga dengan menghabiskan air untuk melakukan pembersihan kandang dan ternak sebanyak 424 liter, tetapi air yang digunakan bisa dihemat sebanyak 244 liter, peternakan mengalami kerugian ekonomi serta mencemari lingkungan, apabila mampu di atasi dengan bijaksana, maka peternakan akan mendapatkan keuntungan serta lingkungan tidak tercemar limbah dari peternakan, dikarenakan penghematan air yang bisa dilakukan, yang akan berpengaruh terhadap pendapatan peternak sebesar Rp 11,039,213 per tahunnya, sehingga dalam melakukan kegiatan peternakan sapi harus memperhatikan konsumsi air, dikarenakan air berpengaruh terhadap limbah yang akan dihasilkan. Peternakan sapi Moeria Kudus sangat berpeluang mengembangkan energi alternatif yang dapat dihasilkan dari 110 ekor sapi yang dimiliki oleh peternakan, dengan perhitungan kasar 2 ekor dapat menghasilkan biogas yang setara dengan 1,23 liter minyak tanah, maka 110 ekor sapi pada peternakan Moeria Kudus akan menghasilkan biogas per hari yang setara minyak tanah sebesar 67,65 liter minyak tanah per hari. The increase of awareness of Indonesia people on good nutrition and the improvement of people’s wealth have led the demand of food with good nutrition. Even though the breeding of cattle has grown up rapidly these years but the production of milk in the dairy cattle industry still cannot fulfill the people’s consumptions demand of milk since the population of dairy cattle itself is inadequate. The productivity of existing dairy cattle still considered insufficient because of inappropriate breeding. Based on the problems arise, the Action Research Model will be carried out. The researcher and people involved in dairy cattle will identify problems and search for best strategies applied in conducting environmental friendly cattlebreeding. The respondents of research are the owner of cattle industry, workers, the Office of Environment - Government of Kudus Region, people in the neighborhood and the visitors of dairy cattle breeding. The data collection technique will apply a rapid appraisal method consisting of group interview, informal surveys and observations. The data collected then will be analyzed with simple statistic applications and be narrated to show quality or the phenomenon of objects of researches. Based on the research, The Moeria Kudus dairy cattle consumes a lot of water and resulting an environmental pollutions in cleaning and washing the cages of dairy cattle . Applying a proper technique in cleaning and washing the cages of dairy cattle can avoid economic loss or decrease environmental pollutions, by using only 244 liters instead of 424 liters of water in cleaning and washing the cages of dairy cattle. With this retrenchment use of water, the industry could save dairy cattle cost at Rp 11,039,213 yearly. In view, performing the breeding of dairy cattle should also consider a good consumption of water due to any side wastes may occur. The Moeria Kudus dairy cattle has good opportunity to develop alternative energy resulted from 110 cows in the dairy cattle. For examples, if 2 cows may produce a biogas energy which equals to 1.23 liter of kerosene then 110 cows at the dairy cattle of Moeria Kudus produce biogas energy equals to 67.65 liters of kerosene per day.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:16161
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jul 2010 09:56
Last Modified:08 Jul 2010 09:56

Repository Staff Only: item control page