HUBUNGAN KEPADATAN PEMUKIMAN DAN POLA PERGERAKAN

WARDHANA, ADELINA SEKAR (2007) HUBUNGAN KEPADATAN PEMUKIMAN DAN POLA PERGERAKAN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
459Kb

Abstract

Adanya peningkatan jumlah penduduk akan menyebabkan terjadinya peningkatan kegiatan sosial ekonomi, juga peningkatan kebutuhan pelayanan, dan selaras dengan itu akan terjadi peningkatan prasarana. Sebagai Sistem Kota, Prasarana (infrastruktur) merupakan kelengkapan dasar lingkungan, kawasan, kota, atau wilayah (ruang / spatial). Dimana dengan perkembangan tersebut akan mempengaruhi tingkat kepadatan dan juga pola pergerakan penduduk di suatu wilayah. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan pemukiman dengan pola pergerakan. Pendekatan yang digunakan adalah dengan metode Analisa Klasifikasi Silang (Crosstabs). Dengan wilayah studi di tiga Kelurahan dengan tingkat kepadatan yang berbeda yaitu di kelurahan Pesantren mewakili wilayah kepadatan rendah, kelurahan Ngesrep untuk wilayah kepadatan sedang dan kelurahan Kuningan untuk wilayah kepadatan tinggi. Pemilihan wilayah didasarkan pada data kependudukan tiap kelurahan dalam ”Kota Semarang Dalam Angka” tahun 2005 yang diurutkan, mulai dari kelurahan dengan kepadatan paling rendah hingga kelurahan yang kepadatannya paling tinggi. Berdasarkan pada penelitian terdahulu diketahui ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola pergerakan, seperti yang diklasifikasikan oleh Tamin (1997), yaitu bahwa faktor penentu bangkitan pergerakan dari lingkungan perumahan adalah : Pendapatan, Pemilikan kendaraan, Struktur rumah tangga, Ukuran rumah tangga, Nilai lahan, Kepadatan daerah pemukiman dan Aksesibilitas. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kepadatan pada sebuah pemukiman dan pola pergerakan sangat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi penduduk. Kelurahan Kuningan dengan kepadatan tinggi dihuni oleh penduduk yang tingkat sosial ekonominya tinggi dibanding dua kelurahan lain, Kelurahan Ngesrep dengan tingkat kepadatan sedang dihuni oleh penduduk yang tingkat ekonominya lebih baik daripada penduduk yang tinggal di kelurahan Pesantren dengan kepadatan paling rendah. Variasi tingkat sosial ekonomi ini yang menyebabkan perbedaan pola pergerakan di masing-masing kelurahan. Kelurahan Kuningan lebih sensitif terhadap waktu, tidak begitu sensitif terhadap biaya transportasi yang tinggi namun mereka sensitif terhadap tingkat kenyamanan dan privasi yang diperoleh. Di kelurahan Ngesrep sensitif terhadap waktu dengan tingkat ekonomi sedang, membuat penduduk disana mulai sensitif terhadap biaya transportasi. Di kelurahan Pesantren tidak begitu sensitif terhadap waktu, sensitif terhadap jarak dengan tingkat ekonomi rendah, penduduk disana lebih sensitif terhadap biaya transportasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:16132
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jul 2010 09:18
Last Modified:08 Jul 2010 09:18

Repository Staff Only: item control page