PEMETAAN TITIK RAWAN KEMACETAN ARUS LALU LINTAS DI JALUR UTAMA SEMARANG - SOLO DI KABUPATEN SEMARANG

Setyo Hardoyo, Andreas (2009) PEMETAAN TITIK RAWAN KEMACETAN ARUS LALU LINTAS DI JALUR UTAMA SEMARANG - SOLO DI KABUPATEN SEMARANG. Undergraduate thesis, Fisip Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
20Kb

Abstract

Jalan Raya merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat vital, sehingga perlu adanya informasi tentang titik rawan kemacetan. Untuk mendapatkan informasi tentang daerah rawan kemacetan, maka titik rawan kemacetan lalulintas perlu dipetakan. Melalui Tugas Akhir ini, akan dipetakan titik rawan kemacetan di Kabupaten Semarang dan menganalisanya, sehingga akan didapatkan cara penanggulangan kemacetan yang terjadi di Kabupaten Semarang. Permasalahan yang dikaji dalam Tugas Akhir ini adalah, bagaimanakah kondisi jalan, dimana lokasi titik kemacetan arus lalu lintas, Apa saja yang menyebabkan kemacetan lalu lintas, dan Informasi-Informasi apa saja yang dapat disajikan dan mampu di ambil dari dari peta ini? Tugas Akhir ini bertujuan untuk menentukan Lokasi titik rawan kemacetan lalu lintas, Mengetahui sebab-sebab dari kemacetan, mampu memberikan informasi terperinci, jelas dan terpercaya mengenai faktor-faktor kemacetan lalu lintas disepanjang jalur utama Semarang - Solo di Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan pada obyek yang diteliti yakni disepanjang jalur utama Semarang - Solo yang berada di lima kecamatan, diantaranya Kecamataan Ungaran, Kecamatan Bergas, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tuntang, dan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan pengukuran lapangan yang dilakukan adalah mengukur panjang lintasan jalan dan lebar jalan, menentukan titik koordinat lokasi kemacetan. Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa di Kabupaten Semarang dijumpai sebelas titik rawan kemacetan lalu lintas. Titik rawan kemacetan tersebut memiliki sifat kelas pelayanan yang berbeda, walaupun mayoritas masih dalam kategori F seperti di Pasar Bandarjo, RSUD Ungaran, Pasar Babadan, yaitu bersifat arus lalu lintas macet, atau kecepatan sangat rendah atau merayap, antrian kendaraan panjang. Ruas jalan yang memiliki kategori D adalah Pasar Kembangsari Baru, yang bersifat arus tidak stabil, hampir semua pengemudi dibatasi kecepatannya dan volume lalulintas mendekati kapasitas jalan tetapi masih dapat ditolerir. Dan Berkategori E di Pertigaan Mijen, Pasar Karangjati yaitu arus tidak stabil sering berhenti, volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitas jalan. Dari hasil pengolahan data, untuk memperkecil tingkat kemacetan di Kabupaten Semarang dapat dilakukan dengan cara pembuatan jembatan penyeberangan, penertiban pedagang kaki lima, pemberian rambu-rambu dilarang parkir di daerah kemacetan, renovasi jalan rusak/bergelombang, pengalihan jalur angkutan umum. Kata Kunci : Pemetaan Transportasi dan Level Of Service

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science
ID Code:16101
Deposited By:Pemerintahan Admin
Deposited On:08 Jul 2010 08:48
Last Modified:08 Jul 2010 08:48

Repository Staff Only: item control page