Status Oksalat Serum Darah, Feses dan Urin Domba Lokal Jantan Silase Rumput Setaria sphacelata dalam Ransumnya.

Christiyanto, Marry (1992) Status Oksalat Serum Darah, Feses dan Urin Domba Lokal Jantan Silase Rumput Setaria sphacelata dalam Ransumnya. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan UNDIP Semarang.

[img]
Preview
PDF
48Kb

Official URL: http://www.fp.undip.ac.id

Abstract

RINGKASAN MARRY CHRISTIYANTO. H 301 8? 2034. 1992. Status Oksalat Serum Darah, Feses dan Urin Domba Lokal Jantan Silase Rumput Setaria sphacelata dalam Ransumnya.(Pembimbing : VITUS DWI YUNIANTo BUDI ISMADI dan WISNU MURNINGSIH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase rumput Setaria sphacelata terhadap status oksalat dalam serum darah, feses dan urin domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di Sub Balai Penelitian Ternak Klepu, Kabupaten Dati II Semarang dan di Laboratoriun Sub Bagian Zat Hara, BPTP Bogor, mulai bulan Oktober 1990 sampai bulan pebruari 1991. Materi penelitian berupa 9 ekor domba lokal jantan berumur 1 - 12 bulan dengan rata-rata bobot badan awal sebesar 10,25 kg, ditempatkan secara acak pada kandang individu berukuran 0,5 x 1,0 m2. pemberian air minum secara ad fibitum. Kriteria perlakuan ransum disusun sebagai berikut : T0 : Rumput lapangan 100 % (ad libitum) . T1 : Runput lapangan 85% + silase Setaria sphacelata 15% T2 : Rudput lapangan 70% + silase Setaria sphacelata 3O%, Penelitian dilaksanakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan , masing - masing perlakuan 3 ulangan. Data yang diperoleh diolsh secara statistik dengan analisis ragam, dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan apabila terdapat perbedaan. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa rata-rata konsumsi bahan kering (g/ekor/hari) TO=577,61; T1=618,88 dan T2=748,37. Perlakuan T2 lebih besar (p<O,O1) dibanding perlakuan lainnya, T0 - T1 tidak terdapat perbedaan yang nyata. Rata-rata konsunrsi oksalat T0, T1 dan T2 berturut-turut sebesar (g/ekor/hari ) 10,36; 10,51 dan 12,16. Perlakuan T2 berbeda sangat nyata (p<O,Ol) dengan T1 dan T0, T1-T0 tidak berbeda nyata. Rata-rata ekskresi oksalat feses (%) T0 sebesar 7,28; Tl=7,45 dan T2=7,83. Rata-rata ekskresi oksalat urin (%) TO = 0,57; T1=0,52 dan T2=0,55. Konsentrasi oksalat serum darah (%) T0:2,13; Tl=2,18 dan T2=2,16. Ekskresi oksalat feses dan urin serta konsentrasi oksalat serum darah, berdasar pengujian statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata. Konsentrasi oksalat serum darah belum mencapai level toksik pada pemberian silase rumput Setaria sphacelata sampai 30% dari ransum. Pengaruh negatif antinutrisi oksalat diatasi dengan adanya mekanisme ekskresi oksalat nelalui feses dan urin, yang terlihat dalam penelitian ini.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:16040
Deposited By:Mr. Marry Christiyanto
Deposited On:07 Jul 2010 15:21
Last Modified:07 Jul 2010 15:21

Repository Staff Only: item control page