PELAKSANAAN EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DI PERUM PEGADAIAN KOTA SEMARANG (STUDY DI Pegadaian Cabang Mrican Dan Cabang Depok)

ANDRIYANI, SHINTA (2007) PELAKSANAAN EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DI PERUM PEGADAIAN KOTA SEMARANG (STUDY DI Pegadaian Cabang Mrican Dan Cabang Depok). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
228Kb

Abstract

Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan, meningkat pula kebutuhan terhadap pendanaan, yang mana sebagian besar dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperoleh dari kegiatan pinjam meminjam. Selama ini kebutuhan akan dana dipenuhi oleh berbagai lembaga keuangan salah satunya adalah pegadaian. Pegadaian merupakan lembaga yang berperan untuk meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman dengan bunga yang tinggi. Seiring dengan tuntutan jaman gadai dianggap kurang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama pengusaha kecil terkait dengan objek yang harus diserahkan kepada pihak yang menerima gadai (kreditur). Sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut maka pegadaian-pun tidak ketinggalan untuk menambah bidang usaha antara lain perberian kredit angsuran dengan sistem Fidusia, karena dengan sistem Fidusia ini dianggap bisa mengatasi kesulitan-kesulitan msyarakat khususnya pengusaha kecil dalam memperoleh kredit dengan jaminan benda sehingga kredit diperoleh dan barang jaminan masih berada dalam tangannya sedang usahanya masih berjalan. Sejalan dengan program pemerintah untuk menggiatkan pemberian kredit kepada pengusaha kecil dan golongan ekonomi lemah yang mana merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Sehingga diharapkan dengan kredit berdasarkan sistem Fidusia dapat membantu baik bagi penerima kredit maupun pemberi kredit. Salah satu parameter dari jaminan hutang kebendaan yang baik adalah bila hak jaminan dapt dieksekusi secara cepat dengan proses yang sederhana, efisien dan mengandung kepastian hukum. Metode penelitian menggunakan metode Yuridis Empiris, yaitu suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisa tentang sejauh manakah suatu peraturan/perundang-undangan atau hokum yang sedang berlaku secara efektif dalam hal ini pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis secara kualitatif tentang pelaksanaan jaminan fidusia di Perum Pegadaian Kota Semarang.Data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan yaitu wawancara dan data sekunder yang berupa studi kepustakaan. Analisa yang digunakan adalah analisis kualitatif yang penarikan kesimpulannya secara deduktif. Pengaturan megenai pelaksanaan eksekusi Jaminan Fidusia di Indonesia telah diatur dalam undang-undang Jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999 yang mana pelaksanaan eksekusinya dibuat secara bervariasi, sehingga para pihak dapat memilih model eksekusi mana yang mereka inginkan. Namun dalam praktek bagaimana pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia biala ada kredit bermasalah masih belum banyak yang tahu terutama pelaksanaannya di pegadian yang notabene baru menangani program kredit dengan angsuran sistem fidusia ini. Model mana yang dipakai oleh pegadaian kota Semarang. Diharapkan dengan mengetahui sistem, cara / model dalam pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia masyarakat akan lebih mengetahui seluk beluk, hak-haknya dan konsekwensi bila mengambil kredit dengan angsuran sistem fidusia di Pegadaian. As implication of increasing development activity, demand of funding has been rising, which a big part of the fund used for meet needs obtained form loan. One of institutions fulfilling demand of fund is pawn-shop. Pawn-shop is an institution that has role to increase economic activity with giving loan based on pawning law to small entrepreneurs/low income people, in order to be escaped form high money lending enterprise. Together with demand of nowadays, conventional pawning is considered unable to accommodate public needs especially small entrepreneur related to object that has to be guaranteed. Therefore to fulfill demand of public, pawn-shop has launched new program with giving installment payment with fiduciary system. The fiduciary system considered can overcome difficulties of public especially small entrepreneurs in obtaining credit with guarantee. Therefore credit can be agreed and the guarantee remains to be occupied by debtor. As the government program to support giving credit to small and middle entrepreneur, giving credit based on fiduciary system can help not only debtor but also creditor. One of parameters of good guarantee is when the guarantee right can be executed immediately with simple process, efficient, and having law certainty. The research methodology used was Jurisdical Empirical, which analyzes the extend of the effectiveness of the appliying regulation, which in this case is for analyzing qualitatively the execution of fiduciary guarantee at pawn shop of Semarang city. The data used was primary data that was taken directly from the field by using interview and questioners, and secondary data that was literature. The data analysis used was analysis qualitative by using deductive concluding. Arrangement of fiduciary guarantee in Indonesia has been included in Law of Fiduciary Guarantee no. 42/1999 which the execution model is made variously. Therefore creditor can choose execution model they want . However in the case, there is credit problem, not many people recognizes how to execute the guarantee, especially for implementation in pawn-shop that fiduciary system is relatively new applied. With knowing the fiduciary system, such as what type the model used in implementation for fiduciary guarantee execution , public will know the matter related to fiduciary system , what rights and consequences when taking credit with fiduciary system pawn-shop.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:15813
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:06 Jul 2010 13:31
Last Modified:06 Jul 2010 13:31

Repository Staff Only: item control page