ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOSNIK KECAMATAN BIAK TIMUR KABUPATEN BIAK – NUMFOR PAPUA

YAWAN, SEMUEL FRANKLYN (2006) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOSNIK KECAMATAN BIAK TIMUR KABUPATEN BIAK – NUMFOR PAPUA. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
465Kb

Abstract

Biak Regency is one of regencies in Papua with high rate in malaria incidences, for its average of malaria clinical rate is 48,677 cases in a year, with its Annual Malaria Incidence (AMI) average of 395,880/00 per year. The working Area of Bosnik’s local government clinic constitutes endemic region as the highest HIA (High Incidence Area), its average AMI’s rate of 395,88 0/00, which is far above national rate (31,090/00). This research has purpose to analyze malaria incidences on Working Area Bosnik’s local government clinic, Biak Numfor regency of Papua Province. Type of research was observational through case control approach. Case group are people whom positively suffer tropical malaria, which signed by results of his blood preparat examination positively contain Plasmodium falciparum, while control group are they who are not suffer malaria disease signed by such results on his blood preparet examination negatively contain Plasmodium falciparum. Control selected according to several criteria such as having similar sex, age, or no more three years in difference. Results showed, the risk factor upon malaria incidences are the lower education with OR value = 4,28(95%CI=0,981 - 18,721), impermanent floor construction, OR value = 5,182 (95%CI = 1,183 - 22,238), plafond house existed (protective factor) ) OR value = 0,696 (95%CI = 0,531-0,912), water puddle around their residences OR value = 3,683(95%CI=1,062-12,711), custom to take no mosquito-net OR value = 5,182 (95%CI=1,339-20,058), custom to take hang clothes insides home OR value = 16,923 (95%CI=1,938-147,767), disobedience to take administer his or her medicines OR value = 5,182 (95%CI=1,339-20,058), go outside in night time custom OR value = 4,680(95%CI=1,290-16,983). It requires such monitoring and evaluating about spraying and mosquito-net distribution. Monitoring requires take places to inform any about the necessity for using the mosquitonet, obediences to administer medicine, their residences environment cleanness particularly about water puddle, and avoiding go outside when night fallen. Kabupaten Biak merupakan salah satu kabupaten di Papua yang memiliki angka malaria tinggi. Dimana angka rata-rata malaria klinis sebesar 48.677 kasus pertahun (tahun 2001-2004) dengan rata-rata Annual Malaria Incidence (AMI) sebesar 395,880/00 pertahun. Wilayah Kerja Puskesmas Bosnik merupakan daerah endemis High Incidence Area (HIA) paling tinggi dengan angka AMI rata-rata 395,880/00, nilai ini sangat jauh diatas nilai rata-rata nasional yang hanya 31,090/00. Tujuan penelitian adalah menganalisa risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Bosnik Kabupaten Biak Numfor Propinsi Papua Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan case control (retrospektif), kelompok kasus adalah orang-orang yang menderita malaria tropika positif ditandai dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif mengandung Plasmodium falciparum, kelompok kontrol adalah orang-orang yang tidak menderita penyakit malaria ditandai dengan hasil pemeriksaan sediaan darah negatif mengandung plasmodium. Pemilihan kontrol dilakukan dengan criteria berjenis kelamin sama, memiliki usia setara atau maksimal selisih usia 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan, faktor risiko kejadian malaria adalah pendidikan yang rendah dengan nilai OR=4,28 (95%CI=0,981-18,721), konstruksi lantai rumah yang tidak permanen OR=5,182 (95%CI=1,183-22,238), Adanya langit-langit rumah (faktor protektif) 0R=0,696 (95%CI=0,531-0,912), Adanya genangan air di sekitar rumah OR=3,683 (95%CI=1,062-12,711), kebiasaan tidak menggunakan kelambu OR=5,182 (95%CI=1,339-20,058), kebiasaan gantung pakaian di dalam rumah OR=16,923 (95%CI=1,938-147,767), ketidak patuhan minum obat OR=5,182 (95%CI=1,339-20,058), kebiasaan keluar rumah pada malam hari OR=4,680 (95%CI=1,290-16,983). Perlu diadakan monitoring dan evaluasi tentang penyemprotan dan penyebaran kelambu. Perlu adanya penyuluhan mengenai pentingya menggunakan kelambu, kepatuhan minum obat, kebersihan lingkungan rumah terutama genangan air, serta menghindari kebiasaan diluar rumah pada malam hari.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:15808
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:06 Jul 2010 13:24
Last Modified:06 Jul 2010 13:24

Repository Staff Only: item control page