PENILAIAN KINERJA REKSA DANA SAHAM DENGAN METODE JENSEN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2002

Wibowo, Satrio (2005) PENILAIAN KINERJA REKSA DANA SAHAM DENGAN METODE JENSEN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2002. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
199Kb

Abstract

Mutual Fund is an alternative of investment that theoretically provider some advantage : cheap, liquid, easy, managed to professionally, so that it expected to give maximum return with adjusted risk for the investor (Suad Husnan,2001). There are two points of view regarding ability of mutual fund from its market. Base of those background, the problems are : 1) Equity Funds of return better than market return ( IHSG ) and which equity funds performances is the best of its own kind. This research by using secondary data that published by Bappepam,BEJ, JSX Monthly Statistics, Bisnis Indonesia newspaper. Research sample chose by using purposive sampling method, which by criteria that mutual fund ( NAV ) operate since January 2002 and still listed until Desember 2002. According to those criteria, the number of sample that examined is 21 equity funds. Hypothesis tested by using two rates comparison test ( t-test ) by using spss and Jenson method using microsoft excel to determine the best equity fund rate. This result of the research that use to answer the hypothesis proposed in this research, are as follows : 1) There are no significant differences between equity funds and market return ( IHSG ). 2) Equity funds level according to Jensen methode is SCHRODER the highest level. The conclusion of this research is mutual fund performance listed in bappepam will give better result than market performance, if it professionally run by investment manager. Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang secara teoritis memberikan berbagai keunggulan : murah, liquid, mudah, dikelola secara professional, sehingga diharapkan mampu memberikan return optimal dengan resiko tertentu bagi investor ( Suad Husnan,2001 ).Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahannya : 1) Apakah return reksa dana saham lebih baik daripada return pasar ( IHSG ) dan kinerja reksa dana saham manakah yang terbaik dari setiap jenis reksa dana saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dipublikasikan oleh Bappepam, BEJ, JSX Monthly Statistics, Harian Bisnis Indonesia. Sampel penelitian dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu dengan kriteria bahwa NAB per unit reksa dana yang beroperasi sejak bulan Januari 2002 dan masih terdaftar sampai dengan Desember 2002. Berdasarkan kriteria tersebut jumlah sample yang diteliti adalah 21 reksa dana saham. Pengujian hipotesis menggunakan uji beda dua rata-rata ( t-test ) dengan program SPSS dan metode Jensen dengan perogram Microsoft Excell untuk menentukan peringkat reksa dana saham terbaik. Hasil penelitian untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan pada penelitian ini : 1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara return reksa dana saham dengan return pasar ( IHSG ). 2) Peringkat reksa dana saham berdasarkan metode Jensen yaitu SCHRODER sebagai reksa dana saham yang tertinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kinerja reksa dana saham yang terdaftar di Bapepam akan memberikan hasil yang lebih baik dari kinerja pasar, bila dikelola secara professional oleh Manajer Investasi .

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:15804
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:06 Jul 2010 13:20
Last Modified:06 Jul 2010 13:20

Repository Staff Only: item control page