REDESAIN PELABUHAN ULEE LHEUE SEBAGAI PELABUHAN FERRY INTERNASIONAL DI BANDA ACEH

GURUH PRASETYO, RAMADHANI (2009) REDESAIN PELABUHAN ULEE LHEUE SEBAGAI PELABUHAN FERRY INTERNASIONAL DI BANDA ACEH. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
233Kb

Abstract

1.1 Latar Belakang Pelabuhan merupakan sarana transportasi laut yang sangat efektif untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lain yang berada pada kawasan kepulauan seperti di Indonesia. Untuk menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat maka diperlukan pembangunan prasarana transportasi laut yang memadai yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi dan memudahkan angkutan barang ataupun orang bagi kawasan tersebut. Pelabuhan Ulee Lheue selama ini dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan yang ada di Kota Banda Aceh. Luas area Pelabuhan Ferry Ulee Lheue yaitu ± 8 Ha dengan pembagian lahan untuk terminal penumpang sebagai bangunan utama, lahan parkir, dermaga kala cepat, dermaga kapal lambat ( ferry ), kolam pelabuhan, dan lain-lain. Setelah bencana tsunami pada tahun 2004, kondisi Pelabuhan Ulee Lheue sangat memprihatinkan karena tak satupun bangunan fasilitas darat yang tersisa. Padahal saat itu pelabuhan ini juga sedang dalam tahap pembangunan beberapa gedung baru. Berbagai aktifitas penyeberangan saat itu sementara dialihkan ke pelabuhan terdekat yaitu di Pelabuhan Malahayati yang berlokasi di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar yang juga rusak oleh tsunami namun masih dapat mengoperasikan dermaganya untuk tempat bersandar kapal. Awalnya Pelabuhan Ulee Lheue ini beroperasi melayani beberapa rute, seperti penyeberangan ke Pulau Sabang, Kota Lhokseumawe, Kuala Langsa, bahkan sampai ke Pelabuhan Belawan - Medan. Namun setelah bencana tsunami tahun 2004, pelabuhan tersebut hanya berperan sebagai penghubung utama antara Pulau Sumatera ke Pulau Sabang melalui Kota Banda Aceh dengan 3 - 4 trip penyeberangan setiap harinya. Hingga saat ini, pembangunan kembali Pelabuhan Ulee Lheue oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dengan bantuan beberapa instansi telah berjalan, namun baru sampai pada tahap pembangunan beberapa fasilitas darat yang hanya mampu menunjang kegiatan penyeberangan Banda Aceh ke Pulau Sabang. Pelabuhan masih belum dapat dioperasikan secara optimal dimana saat ini dermaga yang ada hanya dapat menampung kapal ferry yang menuju Pulau Sabang sebanyak 2 rit per hari. Dijelaskan dalam Revisi RTRW Kota Banda Aceh 2006 – 2016, pengembangan pelabuhan di pelabuhan lama kawasan Ulee Lheue adalah untuk pelabuhan skala internasional sebagai pelabuhan pengumpan primer dan berfungsi untuk pelabuhan umum melayani penumpang antar pulau dan Negara juga menjadi gerbang untuk provinsi, kabupaten dan kota di sekitarnya. Pelabuhan ini akan diperuntukkan terutama untuk kapal-kapal penumpang dari dan ke Pelabuhan Balohan di Sabang, Medan dan provinsi lainnya, serta negara lain seperi Malaysia ( Penang ). Selain itu, pelabuhan ini juga diperuntukkan untuk kapal-kapal jenis Ro-Ro dengan rute penyeberangan penumpang dan barang dari daerah di sekitar Banda Aceh menuju Pulau Weh, Pulau Nasi atau pulau-pulau lain di sekitar Banda Aceh. Kehadiran sebuah pelabuhan yang lebih representatif dan benar-benar mampu berperan sebagai pintu gerbang membawa hasil-hasil yang telah diolah berupa komoditi unggulan menuju daerah dan negara lain, tentu sangat didambakan semua pihak. Sebagai elemen kota yang penting bagi penentu perkembangan Kota Banda Aceh dan sekitarnya ini, dibutuhkan Redesain Pelabuhan Ferry Ulee Lheue sebagai pelabuhan kapal penumpang dengan wajah baru serta lebih layak dengan dilengkapi sarana dan prasarana penunjangnya agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan nyaman bagi pemakainya. 1.2 Tujuan Tujuan dari Redesain Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh ini yaitu untuk mendukung perkembangan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam khususnya Kota Banda Aceh, terutama dalam mengantisipasi pertumbuhan arus penumpang kapal laut antar kota dan kabupaten, antar provinsi bahkan antar negara melalui Pelabuhan Ulee Lheue yang merupakan salah satu pintu gerbang Nanggroe Aceh Darussalam di pantai barat Sumatera. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan kegiatan seperti mencari, mengelompokkan dan mengidentifikasi permasalahan dalam koridor aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur sebuah pelabuhan, khususnya pelabuhan bertaraf internasional serta merumuskan pemecahannya untuk kemudian diterapkan dalam perencanaan dan perancangan kembali Pelabuhan Ulee Lheue sebagai usaha menciptakan sebuah pelabuhan yang memadai, sesuai dengan fungsi dan kapasitas sebuah pelabuhan internasional. 1.3 Manfaat Manfaat subjektif penyusunan LP3A ini yaitu sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke studio grafis, dimana hal tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk mencapai jenjang strata S1 di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Sedangkan manfaat objektif dari penyusunan LP3A ini yaitu sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan suatu pelabuhan yang termuat dalam judul Redesain Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Sebagai Pelabuhan Internasional bagi pembaca maupun mahasiswa yang akan menempuh Tugas Akhir. 1.4 Lingkup Pembahasan Ruang Lingkup Substansial – Redesain Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Sebagai Pelabuhan Internasional merupakan usaha perencanaan dan perancangan kembali Pelabuhan Ulee Lheue sebagai suatu tanggapan terhadap kondisi pelabuhan yang ada saat ini dalam rangka menciptakan sebuah pelabuhan bertaraf internasional yang ideal sesuai fungsinya yaitu sebagai jembatan bergerak untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta barang bawaannya antar kota, provinsi dan negara. Ruang Lingkup Spasial – Secara administratif lokasi rencana Redesain Pelabuhan Ulee Lheue ini terletak di Kecamatan Meuraxa, yaitu di bagian barat Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Pelabuhan ini berjarak sekitar 5 km di sebelah barat pusat Kota Banda Aceh. 1.5 Metode Pembahasan Metode yang digunakan dalam pembahasan LP3A ini nantinya adalah sebagai berikut :  Penentuan sasaran dan tujuan perancangan  Pengumpulan data yang ada kaitannya dengan pelabuhan, khususnya pelabuhan bertaraf internasional dari beberapa literatur yang berkaitan dengan judul LP3A ini  Metode yang berdasarkan hasil observasi dan pengamatan langsung maupun perolehan data fisik di lapangan. Fungsinya untuk membandingkan teori yang didapat dengan fakta di lapangan. 1.6 Alur Pikir INPUT PROSES OUTPUT PERENCANAAN ARSITEKTUR LATAR BELAKANG Redesain Pelabuhan Ferry Ulee Lheue, Banda Aceh. AKTUALITA  Pelabuhan Ulee Lheue merupakan satu-satunya pelabuhan kapal penumpang yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan daerah lainnya selama ini  Bencana tsunami pada akhir tahun 2004 menyebabkan hancurnya sebagian besar bangunan di Pelabuhan Ulee Lheue  Proses pembangunan kembali Pelabuhan Ulee Lheue sampai saat ini belum berjalan dengan optimal dan sesuai yang diharapkan  Adanya perencanaan pengembangan Pelabuhan Ulee Lheue untuk juga melayani jalur antar negara ( ex : Malaysia ) Gambar 1.2 Kondisi Pelabuhan Ulee Lheue saat ini URGENSI  Sebagai elemen kota yang penting bagi penentu perkembangan Kota Banda Aceh, kehadiran sebuah pelabuhan yang lebih representatif dengan perancangan yang lebih baik sangat di perlukan di tengah keadaan Pelabuhan Ulee Lheue seperti saat ini yang masih belum mampu memberikan pelayanan yang optimal sesuai fungsinya. ORIGINALITAS  Merancang kembali ( redesain ) Pelabuhan Ulee Lheue sebagai pelabuhan kapal penumpang yang sesuai standar dengan pelayanan yang lebih optimal agar dapat melayani kepentingan perhubungan baik antar kota, provinsi maupun negara  Penerapan konsep arsitektural yang lebih menonjol khususnya pada bangunan pelabuhan, yaitu style arsitektur post-modern dengan konsep struktur sebagai elemen estetis. JUDUL TA 107 REDESAIN PELABUHAN ULEE LHEUE SEBAGAI PELABUHAN FERRY INTERNASIONAL DI BANDA ACEH STUDI LITERATUR DAN STUDI BANDING Mengenai kegiatan, struktur organisasi, standar fasilitas, standar utilitas dan MEE pada pelabuhan secara teori dan penerapannya.  Tinjauan umum terhadap pelabuhan yang mencakup pengertian, fungsi, persyaratan teknis, pelaku, aktifitas, dan struktur organisasi  Tinjauan umum terhadap jenis kapal laut dan karakteristik kapal laut Gambar 1.3 Tinjauan umum skema suatu pelabuhan penumpang dan barang  Analisa kelompok kegiatan dari standar dan objek studi banding untuk menentukan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan Gambar 1.4 Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu objek studi banding  Penilaian kriteria tapak yang tepat untuk pelabuhan  Prinsip perancangan layout dermaga. KELOMPOK Ruang, fasilitas, utilitas dan MEE Pelabuhan Ulee Lheue DATA KEPENDUDUKAN DAN DATA EKSISTING Data mengenai ke-pendudukan Kota Banda Aceh dan arus penumpang / pengguna Pelabuhan Ulee Lheue selama ini.  Penentuan kebutuhan kapasitas Pelabuhan Ulee Lheue yang ideal berdasarkan jumlah penduduk  Prediksi mengenai jumlah pengguna Pelabuhan Ulee Lheue dalam beberapa tahun mendatang, meliputi penumpang keberangkatan, penumpang kedatangan, pengantar / penjemput, dan pengelola. KAPASITAS Ruang, fasilitas, utilitas dan MEE Pelabuhan Ulee Lheue  Standar besaran ruang pada pelabuhan  Studi banding mengenai besaran ruang pada pelabuhan  Peraturan bangunan Kota Banda Aceh (ex : KDB dan KLB).  Perhitungan besaran ruang yang dibutuhkan nantinya pada Pelabuhan Ulee Lheue  Kebutuhan luasan lahan yang dibutuhkan agar sesuai dengan perhitungan besaran ruang dan peraturan banunan setempat. PROGRAM RUANG DAN KEBUTUHAN LUAS TAPAK INPUT PROSES OUTPUT PERANCANGAN ARSITEKTUR  Aspek Fungsional  Aspek Kontekstual CITRA / IMAGE BANGUNAN  Pelabuhan sebagai moda perantara (gerbang) antara darat dan laut  Pelabuhan Ulee Lheue sebagai salah satu elemen kota yang penting di tengah perkembangan Kota Banda Aceh  Pelabuhan Ulee Lheue berada di daerah Pantai Ulee Lheue yang merupakan salah satu kawasan terparah kerusakannya karena bencana tsunami 2004  Pelabuhan Ulee Lheue terletak di Provinsi Aceh yang sarat akan nilai kebudayaan setempat. KARAKTER BANGUNAN  Penerapan style arsitektur modern sesuai peran bangunan sebagai gerbang dari luar Kota Banda Aceh serta karena keberadaannya di tengah kota yang berkembang  Penggunaan elemen-elemen yang mencitrakan kebudayan lokal ( tradisional )  Berkonsep monumental sebagai bangunan yang pernah mengalami kerusakan parah akibat terjangan bencana tsunami 2004  Penerapan sistem struktur yang kokoh namun tetap tidak mengganggu tampilan bangunan. KARAKTER BANGUNAN KONSEP BANGUNAN  Penggunaan style post-modern : merancang bangunan dengan gaya arsitektur modern namun tetap mempertahankan budaya lokal, baik pada bangunan maupun pada kawasan Gambar 1.5 Beberapa contoh bangunan dengan arsitektur postmodern  Perencanaan struktur dengan tampilan modern dan menarik sehingga dapat difungsikan sebagai elemen pendukung nilai estetis bangunan  Penerapan filosofi tsunami pada beberapa bagian bangunan untuk mengenang tragedi tersebut Redesain Pelabuhan Ulee Lheue sebagai pelabuhan bergaya post-modern dengan konsep struktur sebagai elemen estetis TAPAK TERSEDIA  Berada di Pantai Ulee Lheue, berjarak 5 km dari Kota Banda Aceh  Jauh dari keramaian kota sehingga tidak ada faktor saling mengganggu antara kegiatan pelabuhan dengan kegiatan masyarakat publik  Luas lahan untuk fasilitas darat ± 8 Ha  Tapak terlindung dari ombak baik pada musim angin barat maupun musim angin timur. PENILAIAN TAPAK  Kondisi tanah dan geologi yang baik  Kedalaman dan luas daerah perairan yang cukup untuk memudahkan masuknya kapal  Daerah daratan yang cukup luas untuk kegiatan bongkar muat, jalan transportasi, serta kemungkinan pengembangan di masa mendatang  Terlindung dari gelombang air laut karena terletak di daerah teluk  Daerah pantai yang landai sehingga memungkinkan perluasan daratan ke arah perairan ( jika diperlukan )  Dan sebagainya. KELAYAKAN TAPAK Tapak yang berada di Pantai Ulee Lheue ini layak untuk perencanaan Redesain Pelabuhan Ulee Lheue. Gambar 1.6 Tapak rencana Redesain Pelabuhan Ulee Lheue di Pantai Ulee Lheue  Tapak yang terpilih yaitu di Pantai Ulee Lheue  Style Arsitektur Post-Modern  Penerapan filosofi tsunami pada bangunan. Karakter Lansekap dan Bangunan ( 50% ) Imajinasi Gagasan ( 50% ) PENEKANAN DESAIN Redesain Pelabuhan Ulee Lheue ber-arsitektur post-modern dengan konsep struktur sebagai elemen estetis 1.7 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ( LP3A ) Redesain Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Sebagai Pelabuhan Internasional ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan secara garis besar hal-hal yang menjadi tema dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang disusun. Uraian tersebut meliputi Latar Belakang, Tujuan dan Sasaran, Manfaat, Lingkup Pembahasan Metode Pembahasan dan Sistematika Penulisan. BAB II TINJAUAN UMUM PELABUHAN ( TINJAUAN PUSTAKA ) Tinjauan terhadap literatur mengenai pelabuhan secara umum, tinjauan mengenai kapal laut, tinjauan mengenai pelabuhan internasional, dan studi banding terhadap objek sejenis untuk mendukung perencanaan dan perancangan bangunan. BAB III TINJAUAN KHUSUS REDESAIN PELABUHAN ULEE LHEUE BANDA ACEH SEBAGAI PELABUHAN INTERNASIONAL ( DATA ) Tinjauan terhadap wilayah Kota Banda Aceh yang meliputi kondisi fisik, kependudukan, kebijakan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan sistem transportasi di Kota Banda Aceh, serta tinjauan tentang pelabuhan yang pernah ada sebelum bencana gempa bumi dan gelombang Tsunami yang meliputi pengguna, aktifitas, fasilitas, sirkulasi, serta permasalahan utama pada kondisi pelabuhan tersebut. BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Menguraikan analisa pendekatan pemecahan masalah yang meliputi semua aspek penunjang perencanaan Redesain Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Sebagai Pelabuhan Internasional. BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Menguraikan tentang konsep landasan dan program dasar perencanaan dan perancangan sebagai pedoman utama dalam perancangan fisik bangunan dan kawasan Pelabuhan Ulee Lheue yang akan dirancang ulang sebagai pelabuhan internasional yang ideal.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1579
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:03 Nov 2009 14:29
Last Modified:03 Nov 2009 14:29

Repository Staff Only: item control page