ANALISIS EFEKTIVITAS ANTARA KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER DENGAN PENDEKATAN MODEL IS - LM (STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 1970 - 2005)

Madjid , Noor Cholis (2007) ANALISIS EFEKTIVITAS ANTARA KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER DENGAN PENDEKATAN MODEL IS - LM (STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 1970 - 2005). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
771Kb

Abstract

A research of “The Analysis of effectiveness between fiscal and monetary policy by IS-LM model (Indonesia case study 1970 – 2005)”, determines which policy be more effective between fiscal and monetary policy for Indonesia economy. This research uses the IS-LM model. This research adopts an error correction model Engle-Granger to estimate variable in the model. The basic model consists of four structural equations, three exogenous variables and two identity equations. The policy will be more effective if it will be able to influence Gross Domestic Product or National Income bigger than other policy. The ability of the policy influence Gross Domestic Product shows by its multiplier. Besides that, this research also determines interest equilibrium and Gross Domestic Product or National Income equilibrium both in money market and goods market. In IS-LM analysis there is assumption that price level is constant and the data consist of gross domestic product, consumption, investation, government expenditure, export, import, money supply, money demand and interest rate. The research results show that fiscal multiplier is 0.6, monetary multiplier is 2.6 and the equilibrium occurs in a national income at 895,292.83 (billion) and an interest rate at 11.29%. The conclusion of this research states that, monetary policy is more effective on influencing Indonesia National Income rather than fiscal policy. Penelitian tentang “Analisis Efektivitas Antara Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter Dengan Pendekatan Model IS-LM (Studi Kasus Indonesia Tahun 1970 - 2005”, bertujuan untuk mengetahui kebijakan mana yang lebih efektif antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter bagi perekonomian Indonesia. Penelitian ini memakai model IS-LM dan menggunakan error correction model Engle-Granger (ECM-EG) untuk mengestimasi variabel-variabel penelitian. Model dasar penelitian terdiri dari empat persamaan struktural, tiga buah variabel eksogen dan dua persamaan identitas. Kebijakan dikatakan lebih efektif jika kebijakan tersebut mampu mempengaruhi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi dibandingkan kebijakan yang lain. Kemampuan kebijakan tersebut dalam mempengaruhi peningkatan PDB ditunjukkan oleh besaran multiplier dari kebijakan tersebut. Disamping itu, penelitian ini juga menentukan keseimbangan tingkat bunga dan keseimbangan PDB atau Pendapatan Nasional baik pada pasar barang maupun pada pasar uang. Dalam analisis IS-LM diasumsikan tingkat harga tetap, data yang dipergunakan terdiri dari Produk Domestik Bruto, konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, impor, permintaan uang, penawaran uang dan tingkat bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiplier kebijakan fiskal sebesar 0,6 dan multiplier kebijakan moneter sebesar 2,6 sedangkan rata-rata keseimbangan perekonomian Indonesia terjadi pada Pendapatan Nasional sebesar 895.292,83 (miliar) dan tingkat bunga sebesar 11,29 persen. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kebijakan moneter akan lebih efektif dalam mempengaruhi Produk Domestik Bruto dibandingkan dengan kebijakan fiskal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:15720
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:06 Jul 2010 08:34
Last Modified:06 Jul 2010 08:34

Repository Staff Only: item control page