KONSEP JARINGAN JALAN PADA KOTA YANG RAWAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI (STUDI KASUS KOTA SIBOLGA)

SARUKSUK, JOHANNES HANZEN (2006) KONSEP JARINGAN JALAN PADA KOTA YANG RAWAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI (STUDI KASUS KOTA SIBOLGA). Masters thesis, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1969Kb

Abstract

Sibolga and other coastal city in Indonesia are city where gristle of earthquake disaster and tsunami. Human do not have the power to prevent the occuring of earthquake and tsunami, human can only try to mitigate for the items loss and soul victim minimization generated by an earthquake disaster and tsunami. Strive mitigate disaster that should be done is road network development for quicken resident movement to safety zone where could be protected from tsunami. Tsunami early warning system owned by BMG can detect the possibility of tsunami in 10-15 minutes after earthquake happened. Tsunami, resulted by a earthquake, occurred about 20 minutes after the earthquake, so that briefest time evacuate public is about 5-10 minutes after tsunami possibility information by BMG. The destination zone of public movement when disaster were mountain area, majority of public walked to the zone. Hence, development of pavement is needed for pedestrian. The other public movement using motorcycle or car hence need road enlargement, specially at streets that interfacing to the safety zone. At coastal and downtown area can be made an alternative road to lessen current traffic which is through taking in downtown. The road network development plan of Sibolga that accommodate disaster mitigate can be simulated by using Network Analyst extension of Arcview GIS program. Simulation is used for seeking the best route, seeking safety zone closest and scope of safety zone area by using transportation mode. The road network existing condition of Sibolga can not accommodated for the effort of disaster mitigate. Hence, road network development of Sibolga is required according to the scenario of combination by intervencing development in each road node. Intervention paid attention as development requirement, condition of road network existing and land availability for road network development. Kota Sibolga dan sejumlah kota pantai lainnya di Indonesia merupakan kota yang rawan terhadap bencana gempa dan tsunami. Manusia tak kuasa mencegah terjadinya gempa dan tsunami, manusia hanya dapat melakukan upaya mitigasi untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi yang ditimbulkan bencana gempa dan tsunami. Upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah pengembangan jaringan jalan untuk mempercepat pergerakan penduduk menuju zona aman sehingga korban jiwa dan kerugian materi dapat diminimalkan. Sistem peringatan dini bencana tsunami yang dimiliki oleh BMG bisa mendeteksi kemungkinan tsunami dalam interval 10-15 menit setelah gempa terjadi. Tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi terjadi berkisar 20 menit setelah gempa bumi sehingga waktu evakuasi masyarakat sangat singkat yakni 5- 10 menit setelah ada informasi kemungkinan tsunami oleh BMG. Zona tujuan pergerakan penduduk pada saat bencana adalah kawasan pegunungan, sebagian besar penduduk bergerak dengan berjalan kaki sehingga perlu pengembangan jalan trotoar bagi pejalan kaki. Sebagian penduduk bergerak menggunakan kendaraan sehingga perlu pelebaran jalan dan radius persimpangan jalan, khususnya pada ruas jalan yang menghubungkan ke zona aman. Pada kawasan pusat kota dan permukiman pesisir pantai bisa dibuat jalan alternatif untuk mengurangi arus lalulintas yang melalui jalan-jalan di pusat kota. Kondisi eksisting dan rencana pengembangan jaringan jalan Kota Sibolga yang mengakomodir upaya mitigasi bencana sesuai skenario kombinasi dapat disimulasikan dengan menggunakan ekstension NetWork Analyst program ArcView GIS. Simulasi digunakan untuk pencarian rute tercepat, pencarian zona aman terdekat dan lingkup area zona aman baik dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan. Kondisi eksisting jaringan jalan Kota Sibolga berdasarkan analisis belum mengakomodir upaya mitigasi bencana sehingga dibutuhkan pengembangan jaringan jalan Kota Sibolga sesuai skenario kombinasi dengan melakukan intervensi pengembangan pada setiap simpul jalan. Intervensi yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi eksisting jaringan jalan, kebutuhan pengembangan, dan ketersediaan lahan untuk pengembangan jaringan jalan Kota Sibolga. Berdasarkan hasil simulasi setelah adanya intervensi pengembangan jaringan jalan maka penduduk pada kawasan pantai dapat bergerak ke zona aman dalam waktu yang kurang dari 15 menit sehingga ada pengurangan waktu tempuh yang signifikan. Dengan waktu tempuh pergerakan mitigasi bencana yang kurang dari 15 menit maka penduduk akan aman dari bencana. Kata kunci: Jaringan jalan, Gempa dan tsunami, NetWork

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15684
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:06 Jul 2010 06:52
Last Modified:06 Jul 2010 06:52

Repository Staff Only: item control page