DUKUH ATAS COMMUTER CENTER 2019

PRADANA, TINGGA (2009) DUKUH ATAS COMMUTER CENTER 2019. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
432Kb

Abstract

1.1 Latar Belakang Jakarta sebagai ibukota Indonesia yang berukuran 661,52 km2, dengan penghuni mencapai 12 juta jiwa pada siang hari dan 9 juta jiwa pada malam hari, berkembang sebagai kota yang sibuk. Sebagai kota yang padat penduduk, Jakarta memiliki masalah yang rumit dalam urusan transportasi. Pertumbuhan kota kearah horizontal memberikan dampak buruk jangka panjang bagi masyarakat yang melakukan pergerakan luar biasa antar penjuru kota. Perkembangan daerah terbangun Jakarta berurut berdasarkan citra satelit dari tahun 1973, 1983,1993 dan 2002 menunjukkan fenomena urban sprawl yang semakin tak terkendali ke berbagai arah penjuru tepian kota (Litbang Kompas, 3 Februari 2007). Hal ini berakibat waktu tempuh antara hunian dan tempat kerja menjadi sangat lama karena jarak yang jauh. Selain kerugian waktu dan materiil juga muncul dampak psikologis dan penurunan produktivitas kerja. Kondisi tersebut dialami oleh warga komuter Jabodetabek yang bekerja di Kota Jakarta dan dialami juga oleh warga Jakarta sendiri. Belum lagi dtambah dengan kemacetan lalu lintas yang merata di seluruh wilayah DKI Jakarta, semakin memperparah ketidakefisienan pola hidup yang harus ditanggung masyarakat. Untuk mengurangi masalah tersebut, penduduk kota diarahkan untuk tinggal di sekitar lokasi yang mudah diakses oleh transportasi (transit service area) dan diaharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Untuk itu pemerintah menggalakkan penggunaan transportasi umum dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Sistem angkutan umum dipandang mampu menjadi tulang punggung sistem transportasi di wilayah DKI Jakarta dalam memberikan dukungan bagi aktivitas masyarakat. Berangkat dari dasar inilah, maka Pemda DKI Jakarta menyusun suatu Rencana Induk Transportasi bagi kota Jakarta, yaitu Pola Transportasi Makro yang menitikberatkan pada penataan sistem angkutan umum yang terfokus pada pembentukan struktur pola trayek angkutan umum yang lebih terorganisir, efisien dan efektif. Dalam perencanaan makro sistem angkutan umum di DKI Jakarta, sistem angkutan umum yang direncanakan dan dikembangkan adalah sistem angkutan umum yang berbasis jalanraya dan jalan rel dan sungai. Dan dalam perkembangannya akan diberlakukan lima jenis moda transportasi umum, yaitu: Bus Rapid Transit (BRT; Transjakarta), monorail, Kereta Api, Mass Rapid Transit (MRT; berupa subway train), dan Waterway. Dengan adanya moda-moda tersebut, ditentukan pula titik-titik transit sepanjang jalur-jalur perjalanan tiap-tiap moda. Kawasan Thamrin-Sudirman merupakan kawasan di pusat kota Jakarta yang menjadi pusat berbagai kegiatan diantaranya ekonomi, jasa dan pemerintahan. Perkembangan kawasan yang pesat dengan tingkat kepentingan kegiatan kawasan yang tinggi, membutuhkan system pergerakan dan system jaringan yang memadai sehingga permasalahan material dan non material yang dihadapi masyarakat dapat berkurang dan kualitas hidup meningkat. Dukuh atas merupakan salah satu titik kawasan Thamrin-sudirman telah direncanankan sebagai salah satu kawasan yang menjadi simpul pergerakan transportasi di Jakarta dengan dilintasi lima moda transportasi. Terintegrasi di Dukuh Atas Kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, akan menjadi simbol integrasi perlintasan tiga basis angkutan umum massal yang aplikasinya menghasilkan lima moda. Yakni moda kereta api, subway, monorel, waterway, dan busway. Kekuatiran yang timbul, Dukuh Atas akan menjadi sangat ramai hingga semrawut. Namun, Rustam memastikan hal itu tak akan terjadi sebab semua moda berada lalu lalang dalam suatu kurungan, dalam satu shelter sehingga kegiatan manusia apapun tak akan keluar dari kurungan itu. “Jadi, mereka beli karcis di dalam. Tidak ada kaki lima. Mereka tidak sempat lagi berdiri berlama-lama, karena setiap perjalanan kelima moda itu selalu berjalan dengan baik,” kata Rustam yakin. Untuk melengkapinya, dibangun berbagai sarana dan prasarana. Seperti, di pinggir-pinggir Kota Jakarta akan didirikan parking right. Dengan parking right berbiaya terjangkau, pemilik kendaraan Bodetabek tak perlu membawa kendaraannya memasuki Kota Jakarta. Cukup diparkirkan di parking right, lalu sore atau malamnya diambil lagi. Dari parking right warga Bodetabek diskenariokan akan meneruskan perjalanan menaiki kereta api, busway, monorel, subway atau waterway. Di dalam kota sendiri sebagian besar on street parking akan dihapus, digantikan off street parking atau building park bertarif mahal. Hal ini untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi berada di dalam Kota. Sabtu, 01 November 2003(http://kompas.com/kompas-cetak/0311/01/Fokus/660723.htm) Dari kutipan diatas, dapat disimpulkan bahwa daerah dukuh atas dipandang perlu memiliki sebuah pusat distribusi transportasi komuter yang dapat menghubungkan titik-titik transit yang ada. Dan juga, dengan menganut konsep Transit-Oriented Development (TOD), area parkir dalam kota “dihilangkan” dan disiasati dengan adanya “parking right” pada daerah sabuk komuter (Bodetabek). Berdasar uraian-uraian diatas, di kawasan Dukuh Atas membutuhkan sebuah stasiun transportasi makro yang dapat menghubungkan kegiatan transit lima moda transportasi yang tersedia, dan juga dilengkapi fasilitas kegiatan yang bersifat rekreatif dalam bentuk sebuah Hall Commuter Center. Dimana dari commuter center ini bisa mengakses titik transit moda yang ada secara langsung. Stasiun Sudirman merupakan salah satu stasiun komuter yang ada di daerah Dukuh Atas yang melayani kegiatan transportasi KRL komuter Jabodetabek. Dengan potensi pengembangan yang ada, stasiun ini sangat mungkin untuk dijadikan sebuah pusat distribusi transportasi komuter di kawasan Dukuh Atas sebagai Dukuh Atas Commuter Center. 1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan Tujuan dari penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur (LP3A) ini adalah untuk mengungkapkan dan merumuskan masalah – masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Dukuh Atas Commuter Center serta memberikan alternative pemecahannya secara arsitektural. Sasaran Sasaran dari penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan Dukuh Atas Commuter Center adalah tersusunnya langkah – langkah pokok (proses dasar) Perencanaan dan Perancangan Stasiun Kereta Api Terpadu Mangkang berdasarkan aspek – aspek panduan perancangan (design guide lines aspect). 1.3 Manfaat Secara Subyektif Sebagai pemenuhan syarat tugas akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang nantinya digunakan sebagai pegangan dan pedoman dalam perancangan Dukuh Atas Commuter Center 2019. Secara Obyektif Sebagai sumbangan bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan khususnya di bidang arsitektur. 1.4 Ruang Lingkup Bahasan Secara substansial Pembahasan dititikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, dengan melihat keberadaan bangunan Dukuh Atas Commuter Center sebagai bangunan komersil di bidang transportasi. Secara spasial Secara spasial lokasi perencanaan masuk pada wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Wilayah Perencanaan – Tengah Pusat . 1.5 Metode Pembahasan Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, menganalisa dan menyimpulkan data sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut: Studi literatur Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh landasan teori, standart perancangan dan kebijaksanaan perencanaan dan perancangan melalui buku, katalog dan bahan-bahan tertulis lain yang bisa dipertanggungjawabkan. Studi Banding/studi preseden Studi banding dilakukan untuk membuka wawasan mengenai penggunaan stasiun komuter dan stasiun intermoda yang sudah ada, sebagai wacana dalam perencanaan dan perancangan Dukuh Atas Commuter Center. 1.6 Sistematika Pembahasan Pokok bahasan dalam laporan ini terdiri dari lima bab, antara lain : BAB I Pendahuluan Menguraikan tentang latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, lingkup pembahasan, sistematika pembahasan dan alur pikir. BAB II Tinjauan Pustaka Menguraikan tentang tinjauan umum suatu Dukuh Atas Commuter Center serta aplikasi terkait dengan kelayakan dan potensi perancangan Dukuh Atas Commuter Center serta studi banding. BAB III Tinjauan Stasiun Kereta Api Sudirman Berisi tinjauan kota Jakarta , tinjauan wilayah perencanaan dan tinjauan tentang Stasiun Sudirman sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan Dukuh Atas Commuter Center. BAB IV Analisa Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Dukuh Atas Commuter Center Berisi analisa aspek perencanaan yang terdiri dari pelaku, aktivitas, dan kebutuhan ruang serta aspek perancangan yang meliputi aksesbilitas, orientasi, sirkulasi, struktur, utilitas bangunan dan penekanan desain. BAB V Konsep Dasar perancangan Dukuh Atas Commuter Center Berisi uraian tentang konsep dan program perencanaan dan perancangan sebagai acuan dalam desain grafis. 1.7 Alur Pembahasan 1.8 Alur Pikir

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1567
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:02 Nov 2009 11:26
Last Modified:02 Nov 2009 11:26

Repository Staff Only: item control page