PERJANJIAN KREDIT TANPA JAMINAN OLEH KOPERASI "SEPANJANG JAYA"€ DI SEMARANG

ISLAMIYATI, ISLAMIYATI (2006) PERJANJIAN KREDIT TANPA JAMINAN OLEH KOPERASI "SEPANJANG JAYA"€ DI SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
213Kb

Abstract

The increase of the national development upon economical factor which manages the economic potential power to be the rill one by using the funding facility as the main supporting facility needs applying a number of finances. The loan could be given by either banking-based institution or non-bankingbased one included cooperative; nevertheless, the banking-based institution gives complicated conditions. It is different with non-banking-based institution especially cooperative through save and loan procedure. The giving of the loan of the save and loan cooperative could facilitate the society, because the procedure of the loan is not complicated and with nonwarranty requirements, especially the warranty of matter, where it has been the obstacle for the less-economical society. The research was completed at “Sepanjang Jaya” Self-partnership Cooperative in Semarang. The research used juridical empirical method, which observes the law application in the community. The research used primary data that is the direct data of the field which uses questioners and interviews, and the secondary data, which used literature. The research used qualitative analysis, which used deductive data concluding. The research results show: 1) the loan agreement given by Sepanjang Jaya Cooperative as the creditor with non-warranty requirement is given to the members only. The cooperative has a judgment of the promising, pleasant business if the loan is given to the members as the debtors, and the loan amount is not excessively big because it considered as the micro loan for a small-scale industry, 2) the attempt completed by “Sepanjang Jaya” Partnership Cooperative if the debtor fails to return the loan, is through the mechanism of Debtor Group Leader vocation. The purpose of the vocation completed by cooperative as the creditor is to acknowledge the reason of the debtor of the loan late-paying through the dialog between the creditor and the debtor. In case of the attempt failure, the cooperative staff comes to the debtor residence and the final attempt is to make report to the police department to make a force vocation. Meningkatnya pembangunan nasional yang bertitik berat pada bidang ekonomi yang mengelola kekuatan potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi rill dengan memanfaatkan sarana permodalan yang ada sebagai sarana pendukung utama dalam pembangunan tersebut membutuhkan penyediaan dana yang cukup besar. Pemberian kredit dapat diberikan oleh lembaga keuangan perbankan maupun lembaga keuangan non-perbankan termasuk juga koperasi, namun demikian untuk lembaga perbankan pemberian kredit dilakukan berdasarkan syarat-syarat yang cukup sulit. Hal ini berbeda dengan kredit yang diberikan oleh lembaga non-perbankan khususnya koperasi melalui prosedur simpan pinjam. Pemberian kredit oleh koperasi simpan pinjam ini dapat meringankan beban masyarakat, karena kredit yang diberikan koperasi simpan pinjam tanpa melalui prosedur yang sulit dan tidak dipersyaratkan adanya jaminan terutama jaminan kebendaan, yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat golongan ekonomi lemah. Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Swamitra “Sepanjang Jaya” di Semarang. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, yaitu melihat bekerjanya hukum dalam masyarakat. Data yang dipergunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, serta data sekunder yang berupa studi kepustakaan. Analisa data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang penarikan kesimpulannya secara deduktif. Hasil penelitian yang diperoleh : 1) Perjanjian kredit yang diberikan oleh Koperasi Sepanjang Jaya selaku kreditur tanpa adanya suatu jaminan hanya dilakukan atau diberikan kepada anggotanya. Koperasi mempunyai pandangan bahwa usaha pemberian kredit tersebut cukup baik dan menjanjikan serta jelas, oleh karena debiturnya adalah anggotanya sendiri dan jumlah kredit yang disalurkan tidak besar melainkan termasuk kredit mikro bagi usaha kecil, 2) Upaya yang dilakukan oleh Koperasi Swasmitra “Sepanjang Jaya” apabila debitur wanprestasi adalah melalui mekanisme pemanggilan Ketua Kelompok Debitur. Pemanggilan tersebut dilakukan pihak koperasi selaku kreditur bertujuan untuk mengetahui alasan debitur belum melunasi hutangnya melalui dialog antara kreditur dengan debitur. Apabila upaya tindakan pemanggilan tersebut tidak berhasil maka staf dari koperasi mendatangi rumah debitur dan upaya terakhir tindakan selanjutnya membuat laporan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemanggilan paksa.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:15665
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:05 Jul 2010 21:59
Last Modified:05 Jul 2010 21:59

Repository Staff Only: item control page