ARAHAN LOKASI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KOTA TANJUNGPINANG

IPAN, IPAN (2006) ARAHAN LOKASI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KOTA TANJUNGPINANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
11Mb

Abstract

Tanjungpinang City have larger ones ocean region than continent, that is equal to 70,59% from wide of city region. With the condition cause fishery sector have potency to become a pledge sector that able to lift economics of Tanjungpinang City. Because some problems in fishery sector (which one of them is inexistance of TPI/ auction place of fish) cause this potency can not been exploited in an optimal condition. As one of the city which in form of archipelago, Tanjungpinang have many location landing of fish, but this city don’t have a TPI (auction place of fish). Therefore, activity landing of transaction and auction of fish happened naturally, without interference and service of governmental. With this condition, hence Government of Tangjungpinang city cannot add Earnings of Genuiness Area (PAD) passing retribution from activity auction of fish haul. Beside that, fish haul transaction controlled by toke (fishmonger), as link between fisherman with the consumer, which cause uncontrolable fish price. With this fact, Government of Tanjungpinang City planned to develop a TPI (auction place of fish) with three location alternative, that is in Pelantar II, Senggarang, and Dompak Lama. To determine optimal location, hence have to relied on criterions location choice of TPI (according to standard in Indonesia). From that description, the purpose of this research is to studying a optimalized location of TPI and dtermining a development zone of TPI chosen. To reach the purpose of reseach, hence used a analysis determination of location of TPI with method of scoring. This analysis will assess every location alternative of TPI, pursuant of three criterion, they are the physical condition, support in growth of fishery, and fishery technology. The research used directly data from the object study (specially from documentation and interview). Through analysis of scoring, Dompak Lama is selected as location of TPI at Tanjungpinang City, with highest score that is 948. This research also studying development zones which arranging buildings or facilities of TPI With this research also got some recommendation to develop auction place of fish at Tanjungpinang City, are: at the location of TPI chosen, should builds a industrial of fishery which support activity auction of fish; needs determination of service scale this TPI, which embosoming Tanjunpinang; and finally, this TPI needs some facilites for optimalized function. Kota Tanjungpinang memiliki wilayah lautan yang lebih besar daripada daratannya, yaitu sebesar 70,59% dari luas wilayah kota tersebut. Dengan kondisi tersebut menyebabkan sektor perikanan sangat berpotensi untuk menjadi sektor andalan yang dapat mengangkat perekonomian Kota Tanjungpinang. Karena beberapa permasalahan di sektor perikanan, yang salah satunya adalah belum terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menyebabkan potensi di sektor ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai salah satu kota yang berbentuk kepulauan, Tanjungpinang mempunyai banyak lokasi pendaratan ikan, tetapi belum terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Oleh karena itu, aktivitas pendaratan ikan dan transaksi pelelangan ikan terjadi secara alamiah, tanpa adanya campur tangan dan pelayanan pihak pemerintah. Dengan kondisi tersebut, maka Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak dapat menarik rertribusi dari aktivitas pelelangan ikan dan transaksi hasil tangkapan ikan dikendalikan oleh toke (sebagai penghubung antara nelayan dengan konsumennya), yang menyebabkan harga ikan tidak dapat dikendalikan. Berkaitan dengan fenomena tersebut di atas, Pemerintah Kota Tanjungpinang merencanakan membangun lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan tiga alternatif lokasi, yaitu di Pelantar II, Senggarang, dan Dompak Lama. Untuk menentukan lokasi yang optimal dari ketiga alternatif lokasi tersebut, diperlukan arahan yang didasarkan pada kriteria-kriteria dalam pemilihan lokasi Tempat Pelelangan Ikan (menurut standard di Indonesia). Sehingga tujuan penelitian ini adalah memberikan arahan lokasi Tempat Pelelangan Ikan di Kota Tanjungpinang yang paling optimal dan menetapakan zona pengembangan atas lokasi Tempat Pelelangan Ikan yang terpilih. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka digunakan analisis penentuan lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan metode scoring. Analisis ini akan menilai tiap alternatif lokasi TPI, berdasarkan tiga kriteria penentu, yaitu: kondisi fisik alternatif lokasi, pendukung perkembangan perikanan, dan teknologi penangkapan ikan. Alternatif lokasi yang mempunyai nilai tertinggi merupakan lokasi TPI yang terpilih di Tanjungpinang. Data yang digunakan sebagian besar adalah data-data sekunder dan data lainnya yang didapat dari observasi lapangan (dokumentasi dan wawancara). Melalui analisis scoring, maka lokasi Dompak Lama terpilih sebagai lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tanjungpinang, dengan skor tertinggi yaitu 948. Selain itu, agar Dompak Lama berfungsi secara optimal, maka penelitian ini juga mengkaji arahan pengembangan yang mengatur peletakan bangunan atau prasarana pendukung TPI. Dengan penelitian ini juga didapat beberapa rekomendasi bagi pengembangan Tempat Pelelangan Ikan Kota Tanjungpinang, yaitu: sebaiknya di lokasi Tempat Pelelangan Ikan terpilih, perlu dibangun industri perikanan yang dapat mendukung aktivitas pelelangan ikan, seperti pabrik es untuk pengawetan ikan atau industri pengalengan ikan. Selain itu agar TPI dapat berfungsi optimal, maka diperlukan penentuan skala pelayanan TPI yang melingkupi seluruh kota dan pengadaan prasarana pendukung.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15652
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:05 Jul 2010 20:57
Last Modified:05 Jul 2010 20:57

Repository Staff Only: item control page