PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT

GUNAWAN, INDRA (2006) PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
848Kb

Abstract

The community-based sanitation program, which locally known as Sanimas, is a new thing for the community of Tebo Regency (the area of study), especially for people who live in Rimbo Bujang Subdistrict, the area wherein the sanitation facility will be built, precisely close to the environment of Sarinah traditional market. According to Boedojo (1986) people’s perception upon one thing may lead to willingness to its refusal or acceptance which depends on degree of understanding upon concerning stimulus. Meanwhile in terms of preference, refusal or acceptance would be very much depend on priority which is affected by internal and external factors. Sanitation as a new thing and probability of refusal/acceptance upon stimulus (in this case stimulus is informations about sanimas) have made this study which entitle “The Community Knowledge upon Sanimas” is relevant to be done. The terms knowledge itself encompass poeple’s perception, behaviour, opinion, aspiration, and preference upon sanimas. The research question of this study as is suggested by its title is to know : “what is the the knowledge of people in Tebo Regency upon The Sanimas”. The goal of this study is to analyze the knowledge of people upon sanimas to be next placed comprehensively on the framework of urban infrastructure management, community based development, and the concept of sanimas. The purpose of study is to identify the knowledge of people upon sanimas which derived into 64 variables. The data is gathered from 100 questionaires given to respondents. The study method is descriptive-quantitative approach with SPSS Release 12 for Windows serve to be the aid for data analysis using two main tools which are : crosstabs and frequency analysis. The conclusion of this study can be elaborated as follows : people’s knowledge upon sanimas is vary as it refered to by variety in respondents’ responses of study variables included in questionaires. Such phenomenon occurs due to the chain of cause-effect as it reprisented by theoritical background which explains the process of man-environment interaction, generally in order of stimulus-perception-reaction. According to the framework of urban infrastructure management, which lies stress on balancing sharing roles among stakeholder (public, private, government) to the case of study such role is still fail to occur. Community based development which mainly refers to public partnership doesn’t take shape as well as in the sanimas program which lies stress on public autonomy. Based on the study conclusion mentioned above, the study recommendation can be elaborated as follows : stimulus is the beginning of perception and reaction. It is of necessity to make a proper conduct to change people’s perception and reaction upon environment and sanimas as it is originally expected. Accordingly, the first study recommendation is : social behaviour engineering toward environment., through out the stages of stimulus-perception-reaction. The second one would be the focus of sanimas socialization which substantially suppose to be consist of 4 goals hopefully to serve as a new perspective or stimulus for people, namely : the difference of basic sanitation and sanimas, the role of community in sanimas, enhancing local customs in sanimas socialization, and introducing responsive-thinking instead of reactive-thinking in terms of man-environment interaction. Pelaksanaan pembangunan pengelolaan prasarana sanitasi berbasis masyarakat merupakan hal yang baru bagi masyarakat Kabupaten Tebo (wilayah studi), khususnya masyarakat di lokasi akan dibangunnya fasilitas sanimas, yakni di sekitar Pasar Sarinah, Kecamatan Rimbo Bujang. Menurut Boedojo (1986), persepsi dapat melahirkan sikap penolakan atau penerimaan tergantung pada tingkat pemahaman individu terhadap stimulus. Sedangkan sikap penerimaan atau penolakan dalam proses preferensi didasarkan atas pilihan-pilihan prioritas yang mana pilihan tersebut didasarkan faktor-faktor eksternal dan internal yang melingkupinya. Sanitasi sebagai sesuatu hal yang baru dan hubungan antara pengetahuan dan penerimaan/penolakan terhadap stimulus (dalam hal ini stimulus adalah informasi tentang program sanimas) menjadikan studi berjudul “Pengetahuan Masyarakat tentang Pengelolaan Program Sanimas” ini relevan untuk dilakukan. Pengetahuan masyarakat dalam studi ini meliputi persepsi, perilaku, pendapat, aspirasi, dan preferensi masyarakat tentang sanimas. Pertanyaan studi (reseach question) yang ingin dijawab sebagaimana diilustrasikan oleh judul penelitian yaitu: “bagaimana pengetahuan masyarakat di Kabupaten Tebo tentang pengelolaan program sanitasi berbasis masyarakat?“. Tujuan studi adalah untuk mengkaji pengetahuan masyarakat di Kabupaten Tebo tentang pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat, untuk selanjutnya pengetahuan tersebut secara komprehensif diletakkan dalam kerangka konsep manajemen prasarana perkotaan, pembangunan berbasis masyarakat, dan konsep sanitasi berbasis masyarakat. Sasaran studi adalah mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang sanimas yang diturunkan menjadi 64 variabel studi. Data penelitian berasal dari kuisioner yang disebarkan kepada masyarakat pengguna fasilitas sanitasi, sejumlah 100 kuisioner. Metode pendekatan studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS Release 12 for Windows, melalui penggunaan alat analisis Crosstabs dan Frequency. Kesimpulan studi dapat diuraiakan sebagai berikut : pengetahuan masyarakat tentang program sanimas sangat beragam yang dilihat dari keragaman (heterogenitas) jawaban responden terhadap variabel studi yang telah dituangkan dalam pertanyaan kuisioner. Proses terjadinya fenomena tersebut di atas merupakan mata rantai sebab-akibat sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kajian teori studi yang menjelaskan proses interaksi manusia dan lingkungannya, yang secara umum memiliki urutan stimuluspersepsi- reaksi. Menurut kerangka manajemen pengelolaan prasarana perkotaan, dimana titik beratnya adalah pembagian peran yang seimbang antar pelaku pembangunan (masyarakat, swasta, pemerintah) maka untuk kasus wilayah studi peran tersebut masih belum seimbang. Konsep pembangunan berbasis masyarakat yang menitikberatkan posisi masyarakat sebagai mitra juga belum terwujud. Sedangkan konsep sanimas sendiri yang menitikberatkan kemandirian masyarakat dalam penyediaan sanimas juga belum terwujud. Berdasarkan kesimpulan studi, maka rekomendasi studi dapat diuraikan sebagai berikut : stimulus merupakan awal dari timbulnya persepsi dan selanjutnya reaksi. Stimulus inilah yang perlu direkayasa sehingga persepsi dan reaksi masyarakat terhadap lingkungan dan sanimas sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu rekomendasi studi yang pertama adalah : rekayasa perilaku masyarakat terhadap lingkungannya, melalui pentahapan stimulus-persepsi-reaksi. Berdasarkan rekomendasi yang pertama, maka rekomendasi kedua diberikan, yaitu bahwa kegiatan sosialisasi sanimas harus memiliki fokus tujuan yang ingin dicapai. Fokus tujuan sosialisasi kepada masyarakat secara substansial, merupakan stimulus baru yang akan diberikan kepada masyarakat terkait sanimas, yaitu : perbedaan sanitasi dan sanimas, peran masyarakat dalam sanimas, menggali adat kebiasaan setempat dalam sosialisasi sanimas, dan membangun budaya berpikir yang responsif dalam interaksi manusia dan lingkungannya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15648
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:05 Jul 2010 20:00
Last Modified:05 Jul 2010 20:00

Repository Staff Only: item control page