PUSAT SENI DAN KERAJINAN KOTA YOGYAKARTA

ADINUGROHO, IGNASIUS (2009) PUSAT SENI DAN KERAJINAN KOTA YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
855Kb

Abstract

1.1. LATAR BELAKANG Sebagai ibukota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keberadaan Keraton Yogyakarta yang sarat dengan budaya Jawa yang masih kental di tengah- tengah kehidupan masyarakat modern merupakan salah satu keunikan yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Yogyakarta. Pusat perbelanjaan seperti Pasar Beringharjo yang merupakan pasar tradisional dan sepanjang Jalan Malioboro yang pada umumnya juga menjadi sasaran utama bagi wisatawan yang ingin membeli berbagai kerajinan. Selain dikenal sebagai kota pariwisata diiringi juga dengan perkembangan yang cukup pesat dalam bidang perdagangan. Kerajinan merupakan salah satu unit industri yang mampu menggerakkan perdagangan dan perekonomian DIY, dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar. Seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik utama dari Kota Yogyakarta sendiri yang mana selalu dikagumi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kesenian tradisional Jawa sampai sekarang masih tetap lestari di Kota Yogyakarta, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya acara pentas kesenian wayang kulit, Santi Budoyo, dan Ramayana yang rutin terselenggara pada waktu tertentu. Dengan potensi seniman (bebrepa diantaranya bahkan telah memiliki repitasi nasional dan internasional) yang ada di Kota Yogyakarta, khususnya seniman seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni ilustrasi, seni dekorasi, dll, serta kerajinan rakyat merupakan potensi yang yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Potensi kota yang menonjol tersebut di atas juga didukung oleh keberadaan institusi pendidikan baik formal maupun non formal yang secara tidak langsung turut berperan dalam menghasilkan seniman-seniman. Institusi formal yang ada di Kota Yogyakarta di antaranya ASTI, ISI, dan STSI. Keberadaan seniman dan aktifitasnya menumbuhkan berbagai macam organisasi kesenian guna menampung produktifitas serta kreatifitas seni yang ada. Baik perorangan seperti menjamurnya art gallery di Kota Yogyakarta terutama oleh para seniman mapan dan memiliki segmen pasar tersendiri, seperti : Affandi, Sapto Hudoyo, Amri Yahya, dsb maupun yang terorganisir berupa museum, sanggar, dan perkumpulan seni lainnya. Namun demikian, kondisi yang ada sekarang, seniman dan perajin kurang memiliki sarana untuk menunjukkan hasil karya mereka kareana wadah yang ada sekarang ini hanya milik individu atau kelompok tertentu saja yang menjadikan tidak semua seniman dan perajin dapat berkesempatan mempromosikan dan memasarkan produknya. Dari uraian diatas, di Kota Yogyakarta dibutuhkan sebuah pusat seni dan kerajinan yang yang sesuai dengan kebutuhan para seniman dan perajin lokal akan wadah yang terpadu serta pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan sebuah pusat seni dan kerajinan Kota Yogyakarta dengan konsep one stop service. 1.2. TUJUAN DAN SASARAN a. Tujuan Memperoleh dasar – dasar dalam merencanakan dan merancang Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta sebagai pusat promosi dan pemasaran hasil seni dan kerajinan, serta kuliner khas Kota Yogyakarta. b. Sasaran Tersusunnya langkah-langkah pokok dalam proses perencanaan dan perancangan yang representatif mengenai Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta ini berdasarkan aspek-aspek panduan perencanaan dan perancangan arsitektur. 1.3. MANFAAT a. Secara Subjektif Sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke studio grafis, sebagai sebagian persyaratan untuk mencapai jenjang strata S1. b. Secara Objektif Dapat memenuhi kebutuhan adanya pusat seni dan kerajinan di Kota Yogyakarta sebagai pusat promosi dan pemasaran hasil seni dan kerajinan, serta kuliner khas Kota Yogyakarta yang akan direncanakan dan dirancang sesuai dengan disiplin ilmu arsitektur. Selain daripada itu diharapkan dapat menambah dan memperluas cakrawala pengetahuan dalam bidang arsitektur, terutama perancangan arsitektur. 1.4. LINGKUP PEMBAHASAN Lingkup pembahasan dititikberatkan pada berbagai hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, dengan lima aspek perancangan arsitektur yaitu: aspek fungsional, aspek kontekstual, aspek kinerja, aspek teknis, dan aspek arsitektural. Hal – hal di luar ilmu arsitektur namun berhubungan dengan pusat seni dan kerajinan akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung proses perencanaan dan perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta. 1.5. METODE PEMBAHASAN Perencanaan dan perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta ini merupakan suatu proses merencanakan dan merancang sebuah pusat promosi dan pemasaran hasil seni dan kerajinan, serta kuliner khas Kota Yogyakarta sehingga perlu diadakannya studi komparatif baik lapangan maupun media lain. Survey pusat seni dan kerajinan di provinsi lain diperlukan guna mendapatkan data standar ruang dan fasilitas yang selayaknya ada. Metode pembahasan dalam perencanaan dan perancangan pusat seni dan kerajinan di Yogyakarta ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu sebuah metode yang lebih banyak menggambarkan dan memaparkan kondisi obyek studi beserta lingkungan sekitarnya dan melakukan perbandingan dengan obyek studi lain yang memiliki karakter serupa sehingga nantinya dapat diadakan pendekatan-pendekatan terhadap obyek studi. Untuk dapat melakukan perencanaan dan perancangan pusat seni dan kerajinan di Yogyakarta diperlukan data sebagai berikut : • Data Primer Data primer diperoleh secara langsung dari orang pertama, contohnya melalui wawancara dengan pihak pemerintah Kota Yogyakarta selaku penggagas ide pembangunan pusat seni dan kerajinan di Yogyakarta dan survey lapangan. Survey lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi, masalah dan potensi tapak sedangkan studi banding dilakukan guna mendapatkan perbandingan program perencanaan dan perancangan pusat seni dan kerajinan yang ada di daerah lain. • Data Sekunder Data tidak langsung didapat melalui studi literatur dari buku – buku yang ada hubungannya dengan pusat seni dan kerajinan contohnya Time Saver Standards for Building Types, Data Arsitek, dll. Data sekunder lainnya adalah data dari instansi pemerintah mengenai Kota Yogyakarta, perundangan ataupun ketentuan – ketentuan dari pemerintah yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan pusat seni dan kerajinan. 1.6. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Penyusunan landasan perencanaan dan perancangan arsitektur dilaksanakan dengan menggunakan sistematika pembahasan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat pembahasan, lingkup pembahasan, metode pembahasan, dan sistematika pembahasan dari Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI BANDING Berisi tentang tinjauan pusat seni dan kerajinan sebagai pusat promosi dan pemasaran hasil seni dan kerajinan, serta kuliner khas Kota Yogyakarta. Meninjau tentang teori-teori tentang pusat seni dan kerajinan dan melakukan studi banding terhadap Pasar Seni Gabusan Kabupaten Bantul dan Pasar Seni Ancol untuk mendukung perencanaan dan perancangan bangunan Pusat seni dan kerajinan di Yogyakarta. BAB III TINJAUAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN Berisi tentang tinjauan Kota Yogyakarta sebagai ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat kegiatan skala propinsi, berikut tinjauan potensi pariwisata, seni dan kerajinan, serta pengembangannya. BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang analisis program perencanaan yang meliputi pendekatan perencanaan unsur pelaku kegiatan, perhitungan jumlah karyawan, aktifitas dan kebutuhan ruang, hubungan kelompok ruang, perhitungan kapasitas, jumlah dan besaran ruang. Serta analisis program perancangan yang meliputi pendekatan fungsional, pendekatan kontekstual, pendekatan kinerja, pendekatan teknis, pendekatan arsitektural. BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang hasil analisis obyek studi yang menghasilkan program dasar perencanaan dan program perancangan arsitektur meliputi program ruang, tapak terpilih dan konsep perancangan. 1.7. ALUR PIKIR

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1560
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:30 Oct 2009 09:50
Last Modified:30 Oct 2009 09:50

Repository Staff Only: item control page