GEREJA HKBP DI SEMARANG

B. SIHOTANG, JOSUA (2009) GEREJA HKBP DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
47Kb

Abstract

1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang mengakui adanya perbedaan agama, dimana terdapat 6 agama yang sudah diakui secara sah, yaitu: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Hal ini juga telah diatur dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2, yang menjamin kebebasan penduduk Indonesia untuk memeluk agama yang diyakini. Agama Kristen merupakan agama yang pemeluknya cukup berkembang di Indonesia. Para umat Kristen melakukan kegiatan ibadahnya di sebuah gereja. Oleh karena itu, gereja harus mampu mengakomodasi segala kegiatan yang berhubungan dengan kelancaran acara ibadah di gereja. Selain itu, gereja diharapkan mampu menjadi tempat berkumpul para jemaat dalam melakukan aktivitas-aktivitas rohani, maupun dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan administrasi gereja. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah Gereja Protestan terbesar di kalangan masyarakat Batak, bahkan juga di antara Gereja-gereja Protestan yang ada di Indonesia. Gereja ini tumbuh dari misi RMG (Rheinische Missions Gesselschaft) dari Jerman dan resmi berdiri pada 7 Oktober 1861. Saat ini, HKBP memiliki lebih dari 3 juta anggota di seluruh Indonesia. Meski memakai nama Batak, HKBP juga terbuka bagi suku bangsa lainnya. Gereja ini mengadopsi kebudayaan Batak dalam melaksanakan tata cara ibadahnya. Di Indonesia, gereja ini cukup berkembang hampir di setiap provinsi di Indonesia, seiring dengan banyaknya masyarakat Batak yang gemar merantau. Masyarakat Batak yang beragama Kristen, dalam perantauannya, akan membutuhkan keberadaan Gereja HKBP sebagai tempat untuk menjalankan ibadahnya. Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang di dalamnya terdapat perkembangan masyarakat Batak yang cukup pesat. Banyak masyarakat Batak yang sudah menetap / berdomisili dan berkeluarga di Semarang. Sejalan dengan hal itu, Gereja HKBP di Semarang turut serta mengalami perkembangan. Pada tahun 1934, Gereja HKBP masuk di Semarang, akan tetapi seringkali berpindah-pindah karena belum memiliki bangunan fisik yang tetap, hingga pada akhirnya, Gereja HKBP ini berlokasi di Jl. Kertanegara Selatan no. 1. Seiring dengan semakin berkembangnya masyarakat Batak di Semarang, maka Gereja HKBP semakin dituntut untuk dapat mewadahi aktivitas-aktivitas yang terdapat di dalamnya, serta dapat mengakomodasi jumlah pengguna yang terus meningkat. Pada kebaktian tertentu, beberapa jemaat terpaksa mengikuti acara kebaktian dari teras gereja, karena kapasitas gereja yang sudah tidak mampu menampung banyaknya jemaat. Bahkan tempat parkir yang tersedia sudah tidak mampu mewadahi kendaraan-kendaraan jemaat, sehingga mengganggu sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan lain. Selain itu, penyebaran warga jemaat di berbagai daerah di Semarang secara tidak langsung mengindikasikan adanya kebutuhan akan sebuah gereja baru. Dari beberapa permasalahan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa diperlukan adanya Gereja HKBP di Semarang, sebagai gereja yang mampu mengakomodasi segala kegiatan yang terjadi di dalamnya, sehingga jemaat gereja dapat melaksanakan kegiatan kebaktian dan kegiatan gereja lainnya tanpa menemui masalah yang dapat mengganggu kenyamanan dalam melakukan aktivitasnya. Gereja HKBP ini juga diharapkan mampu menjadi sebuah obyek arsitektural sebagai ikon gereja Batak di Semarang. 1.2 TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN Tujuan pembahasan ini adalah merumuskan perencanaan dan perancangan yang berhubungan dengan sarana dan prasarana fasilitas sebuah gereja, sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai tempat melakukan kegiatan-kegiatan gereja, serta menciptakan suatu desain yang kreatif pada sebuah Gereja HKBP, yang menggabungkan filosofi budaya Batak dan filosofi agama Kristen. SASARAN Sasaran yang ingin dicapai adalah tersusunnya konsep dasar perencanaan dan perancangan Gereja HKBP di Semarang berdasarkan aspek-aspek panduan perancangan. 1.3 MANFAAT Secara subyektif adalah sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke studio grafis, sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai jenjang strata S1. Secara obyektif adalah memberi pengetahuan mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan suatu bangunan Gereja HKBP di Semarang, serta dapat menjadi sebuah masukan bagi pihak HKBP di seluruh Indonesia. 1.4 METODE PENULISAN Metode yang digunakan dalam penulisan adalah deskriptif analisis yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis dan menyimpulkan data yang diperlukan berkaitan dengan perencanaan dan perancangan sebuah Gereja HKBP di Semarang. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi data primer dan sekunder dengan cara: 1. Data primer  Wawancara dengan narasumber yang tekait untuk mendapatkan informasi yang benar  Observasi lapangan  Studi banding, mempelajari kasus lain sejenis sebagai masukan dalam merancang 2. Data sekunder  Studi literatur, mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan teori, konsep, standar perencanaan dan perancangan fasilitas bangunan gereja  Browsing data-data pada situs-situs yang relevan di internet 1.5 KERANGKA BAHASAN Sistematika pembahasan dalam Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur disusun dengan urutan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan, serta kerangka bahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tentang tinjauan umum mengenai agama dan gereja Kristen, studi banding tehadap HKBP Kertanegara Semarang dan HKBP Yogyakarta, serta penjelasan mengenai penekanan desain yang digunakan dalam perancangan Gereja HKBP di Semarang. BAB III TINJAUAN HKBP DI SEMARANG Berisi tinjauan terhadap kota Semarang, tinjauan mengenai Gereja HKBP, serta gambaran HKBP yang akan dirancang. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN Berisi kesimpulan, batasan dan anggapan yang digunakan sebagai dasar perencanaan dan perancangan Gereja HKBP di Semarang. BAB V PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisi uraian yang berkaitan dengan dasar pendekatan dan analisis untuk menentukan program perencanan dan perancangan yang mengacu pada aspek-aspek fungsional, kinerja, teknis, arsitektural, serta pendekatan lokasi dan tapak. BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisi tentang program perencanaan yang meliputi program ruang, lokasi dan tapak terpilih, serta konsep perancangan bangunan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1556
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:30 Oct 2009 09:26
Last Modified:30 Oct 2009 09:26

Repository Staff Only: item control page