PENGARUH KELUARGA, PARTAI POLITIK DAN LINGKUNGAN DPRD TERHADAP PERILAKU BERSIH DARI KORUPSI ANGGOTA FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPRD DI JAWA TENGAH

Listyantoro, Deni (2010) PENGARUH KELUARGA, PARTAI POLITIK DAN LINGKUNGAN DPRD TERHADAP PERILAKU BERSIH DARI KORUPSI ANGGOTA FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPRD DI JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Fisip Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
22Kb

Abstract

Korupsi sudah menjadi parasit negeri ini. Hampir semua lembaga terjangkiti virus bernama korupsi, termasuk DPRD. Partai politik, sebagai satu-satunya pintu masuk para politikus di DPRD memainkan peran yang amat penting. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipilih sebagai objek penelitian. Alasannya adalah partai itu oleh berbagai sumber dicitrakan sebagai partai yang bersih dari korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yakni untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara nilai-nilai yang ditransfer oleh keluarga, partai politik dan lingkungan DPRD terhadap perilaku bersih dari korupsi di Fraksi PKS. Sampel dipilih dengan model cluster sampling, berdasarkan jumlah kasus korupsi yang ada di DPRD se-Jawa Tengah. Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi penelitian oleh karena provinsi ini memiliki angka korupsi yang cukup tinggi yakni pada tahun 2008 terdapat sekitar 350 kasus korupsi. Ada delapan DPRD yang dijadikan sampel. Delapan DPRD itu merepresentasikan jumlah kasus korupsi dari kategori rendah, sedang hingga tinggi. Selanjutnya hasil penelitian diolah dengan analisis regresi berganda (multiple regression). Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat pengaruh tiga variabel independen terhadap satu variabel dependen. Selanjutnya dari ketiga variabel independen tersebut dicari variabel mana yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 14,06 + 0,218 1 X + 0,341 2 X + 0,027 3 X , artinya bahwa keluarga menyumbangkan 0,281 terhadap perilaku bersih dari korupsi, partai politik menyumbangkan 0,341 terhadap perilaku bersih dari korupsi, sedangkan lingkungan DPRD berkontribusi sebanyak 0,027 terhadap pembentukan perilaku bersih dari korupsi. Dengan demikian, partai politik mempunyai andil paling besar dalam penanaman nilai bersih dari korupsi. Fakta di lapangan menunjukkan, PKS sangat intensif dalam melakukan transfer nilai kepada para kader termasuk para legislatornya. Transfer umumnya dilakukan lewat pembinaan rutin yang dilaksanakan setiap pekan. Kedepan, PKS seharusnya lebih intensif dalam penanaman nilai-nilai kepada para anggota dewannya agar mereka lebih mantap dan tegas dalam mempertahankan perilaku bersih dari korupsi. Kata kunci : korupsi, DPRD, partai politik, PKS dan perilaku.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science
ID Code:15452
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:01 Jul 2010 08:10
Last Modified:06 Jul 2010 14:01

Repository Staff Only: item control page