PENGARUH KONFLIK BIAYA DENGAN KUALITAS AUDIT TERHADAP DYSFUNCTIONAL BEHAVIOR (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA)

INAPTY, BIANA ADHA (2007) PENGARUH KONFLIK BIAYA DENGAN KUALITAS AUDIT TERHADAP DYSFUNCTIONAL BEHAVIOR (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
540Kb

Abstract

The presence of result inconsistency on previous researches, the susceptibility of public accountants to cost-quality conflict on working caused by pressure from organization may have impact on dysfunctional behavior auditors and increased demand from the users of accounting report for auditor professionalism to make quality audit report, motivate us to make this research. Aim of current research is to investigate and to have empiric evidence about the influence of cost-quality conflict on dysfunctional behavior. Proxy for cost-quality conflict are time pressure, budget participation, leadership style, evaluation style. We conducted a mail survey to auditors working at Public Accounting in many cities in Indonesia. Survey was sent by post to junior auditors, senior auditors, and managers as samples. The response rate was 14.39% with 79 respondents. Data were analyzed using multiple-regression, performed with SPSS 11.5. The results of this research showing that time deadline, evaluation frequency have significant effect on dysfunctional behavior (QTB) but for evaluation frequency have wrong sign; time budget, leadership structure, leadership consideration have significant effect on dysfunctional behavior (URT). These results reflect that, with the presence of time deadline, leadership structure may create pressure on working which will raise dysfunctional behavior. But, if time budget have been achieved in audit work and leadership considerations are more flexible, dysfunctional behavior will be decreased. The presence of dysfunctional behavior may have negative impact on auditor and Public Account, decreasing the quality and performance of auditor and the reputation of Public Account. To prevent this problem, Public Account management is suggested to be more communicative and carry out training and development to auditors. Terdapatnya ketidakkonsistenan hasil pada penelitian terdahulu, rentannya Kantor Akuntan Publik terhadap konflik biaya dengan kualitas audit akibat tekanan yang datang dari organisasi dapat menimbulkan dysfunctional behavior auditor, serta meningkatnya tuntutan pengguna laporan keuangan terhadap profesionalisme auditor untuk mendapatkan laporan audit yang berkualitas mendorong dilakukannya penelitian ulang ini. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dan memberikan bukti empiris tentang pengaruh konflik biaya dengan kualitas audit terhadap dysfunctional behavior. Proksi untuk konflik biaya dengan kualitas audit adalah time pressure, partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan gaya evaluasi. Untuk menguji masalah tersebut dilakukan survey secara tertulis yang didistribusikan kepada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di beberapa kota diIndonesia. Survey dilakukan melalui pos dan antar langsung ke auditor junior, auditor senior dan manajer sebagai sampel. Response rate yang diperoleh sebesar 14,39% dengan 79 orang responden. Dalam penelitian ini alat analisis untuk menguji hipotesa menggunakan regresi berganda dengan program SPSS 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa time deadline, frekuensi evaluasi berpengaruh signifikan terhadap dysfunctional behavior (QTB) namun untuk frekuensi evaluasi terjadi salah tanda, sedangkan time budget, struktur kepemimpinan, pertimbangan kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap dysfunctional behavior (URT). Temuan ini merefleksikan dengan adanya time deadline, struktur kepemimpinan akan menciptakan ketegangan dalam bekerja sehingga memunculkan dysfunctional behavior. Sedangkan ketika time budget tercapai dalam pekerjaan audit dan pertimbangan pemimpin lebih fleksibel maka akan meurunkan dysfunctional behavior. Adanya tindakan-tindakan dysfunctional behavior tentunya akan menyebabkan konsekuensi-konsekuansi yang negatif terhadap auditor dan Kantor Akuntan Publik misalnya kualitas dan kinerja auditor atas pekerjaan audit menjadi rendah dan reputasi Kantor Akuntan Publik menjadi bermasalah karena terjadi ketidakpercayaan publik terhadap kualitas pekerjaan auditornya. Dengan adanya masalah tersebut disarankan untuk manajemen Kantor Akuntan Publik untuk lebih komunikatif serta melakukan training dan development kepada auditor.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Accounting
ID Code:15427
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jun 2010 15:05
Last Modified:30 Jun 2010 15:05

Repository Staff Only: item control page