TAMAN BUDAYA DI TEGAL

TRI RAHMAWATI, REZANIA (2009) TAMAN BUDAYA DI TEGAL. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
83Kb

Abstract

1.1. Latar Belakang Jawa Tengah merupakan provinsi yang kaya akan kebudayaan lokal. Secara garis besar dikenal 3 (tiga) lingkungan budaya di Jawa Tengah yaitu Pesisir Utara, Negeri Gung (Surakarta), dan Banyumas/ Bagelen, Dimana kebudayaan Tegal termasuk dalam ligkungan budaya pesisir utara. Untuk tetap melestarikan kekayaan kebudayaan tersebut, maka pemerintah membangun sebuah pusat kebudayaan (culture park) yang disebut dengan Taman Budaya. Di Jawa Tengah saat ini memiliki satu taman budaya, yaitu Taman Budaya Jawa Tegah atau biasa disebut Taman Budaya Surakarta (TBS) karena berlokasi di Surakarta. Berdasarkan keputusan Badan Pererencana Pembangunan Nasional (Bappenas), di Jawa Tengah akan ada tiga taman budaya, masing-masing mewakili Taman Budaya Tegal, Taman Budaya Banyumas (TBB) dan Taman Budaya Surakarta. Karena meskipun Tegal dan Banyumas secara administratif masuk di dalam Propinsi Jawa Tengah namun memiliki aspek lokalitas kesenian yang berbeda dengan Surakarta.(kedaulatan Rakyat, 17/12/2007) Menidaklanjuti rencana tersebut, Pemerintah Kota Tegal melakukan perencanaan dan perancangan Taman Budaya Tegal yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tegal. Taman Budaya Tegal yang direncanakan merupakan Taman Budaya yang berskala Dati II atau Taman Budaya tipe B, yang skala pelayanannya di peruntukan untuk warga Tegal. Taman Budaya ini akan menjadi pusat kebudayaan lingkungan budaya Pesisir Utara. Menurut Standar Taman Budaya dari Depdikbud RI, tahun 1981, Taman Budaya Tipe B adalah Taman Budaya yang mempunyai lahan 3 Ha dengan fasilitas Gedung pameran, Teater tertutup besar (untuk 500 orang), Teater arena, Teater taman, Balai seni, Sanggar-sanggar (karawitan, musik, tari, lukis, patung, kriya, teater/ sastra, pedalangan), Wisma Seni, Perpustakaan, Dokumentasi, Sekertariat, Ruang rapat, Rumah jaga, Gudang, Rumah generator, Recevoir air minum dan sumur, Kafetaria, Toilet umum, Parkir, Lansekap/ Taman, Gerbang dan Loket. Perencanaan dan perancangan Taman Budaya Tegal yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal saat ini menggunakan lahan seluas 9.000m², dengan fasilitas sekertariat, galeri seni, teater arena terbuka, teater arena, Pendopo, wisma seni, studio musik, studio rekam, mushola, taman, rumah genset, dan parkir. Tapak terpilih untuk Taman Budaya digabung dengan kawasan Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB), yaitu tepatnya berada di belakang gedung PPIB, yang menyebabkan bangunan Taman Budaya Tegal terkesan tersembunyi. Latar Belakang tersebut menjadi alasan penyusun untuk merencanakan taman budaya ini yang sesuai standar Taman Budaya Tipe B dengan pemilihan yang tapak yang sesuai dengan kebutuhan lahan dan yang memperhatikan perancanagan Taman budaya, sehingga di harapkan akan dihasilkan perencanaan dan perancangan Taman Budaya di Tegal sebagai pusat kebudayaan Tegal yang sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai unit pelayanan pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Tegal. Pembangunan Taman Budaya di Tegal diharapkan dapat memberi informasi tentang budaya Tegal baik untuk warga Tegal ataupun masyarakat dari luar Tegal. Selain itu, Taman Budaya ini juga diharapkan mampu mewadahi aktivitas para seniman dan masyarakat Kota Tegal dan Kabupaten Tegal dalam mengapresiasi kreatifitas seni dan budaya lokal yang selama ini kurang terfasilitasi oleh pemerintah setempat. Dari uraian tersebut di atas, di Kota Tegal, dibutuhkan perencanan dan perancangan Taman Budaya Tegal berskala Dati II atau Taman Budaya tipe B yang dapat berfungsi sebagai pusat kebudayaan Tegal, yang dapat memberikan informasi tentang budaya Tegal, memenuhi kebutuhan para seniman dan masyarakat dalam kegiatan seni-budaya, dan sebagai alternatif tempat wisata yang mencitrakan budaya tradisional daerah Tegal. 1.2. Tujuan dan Sasaran a. Tujuan Merumuskan Program dasar Perencanaan dan Perancangan yang berhubungan aspek-aspek perancangan dan perencanaan Taman Budaya sebagai pusat budaya, seni dan hiburan yang ada di Tegal yang diharapkan dapat menjadi memberikan informasi tentang budaya Tegal, memenuhi kebutuhan para seniman dan masyarakat dalam kegiatan seni-budaya, dan sebagai alternatif tempat rekreasi baru di Tegal yang dapat mencitrakan potensi seni budaya Tegal dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Tegal, sehingga tersusun langkah-langkah untuk dapat melanjutkan kedalam perancangan grafis. b. Sasaran Tersusunnya konsep dasar perencanaan dan perancangan Taman Budaya di Tegal beserta program dan kapasitas pelayanan berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan. 1.3. Manfaat a. Manfaat subyektif Untuk memenuhi salah satu persyaratan Tugas Akhir di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. b. Manfaat obyektif Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi maupun yang akan menempuh tugas akhir serta sebagai masukan dan materi kajian lebih lanjut bagi pihak-pihak terkait dalam pembahasan dan perancangan Taman Budaya. 1.4. Ruang Lingkup a. Ruang Lingkup Substansial Merencanakan dan merancang Taman Budaya di Tegal yang termasuk dalam Taman Budaya tipe B dengan kategori kawasan berserta perancangan tapak lingkungan sekitar. b. Ruang Lingkup Spasial Secara administratif, rencana tapak yang akan dipakai adalah berada di Kota Tegal. 1.5. Metode Pembahasan Metode pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif dokumentatif, Memaparkan fenomena dari data-data yang diperoleh, yang dilanjutkan dengan menganilisis permasalahan yng didapat, dan kemudian menyimpulkan sebagai dasar dalam menentukan program perencanan dan perancangan arsitektur. Pengumpulan data diperoleh dengan cara : 1. observasi lapangan, untuk memperoleh data mengenai lokasi perencanaan dan perancangan, serta data studi banding 2. Studi Literatur, yaitu data sekunder yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan. 3. Wawancara, yaitu dialog langsung dengan baik pelaku aktifitas maupun pengelola. Hal ini dilakukan untuk menggali data mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan topik. 1.6. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Menguraikan latar belakang, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan serta alur pikir. BAB II Tinjauan Pustaka Menguraikan tentang kebudayaan, Tinjauan tentang Taman Budaya, dan tinjauan tentang arsitaktur neo-vernakular. BAB III Tinjauan Khusus Taman Budaya di Tegal Menguraikan tentang tinjauan perencanaan dan perancangan Taman Budaya di Tegal, tinjauan tentang kebudayaan Tegal, Tinjauan Kota Tegal sebagai lokasi Taman Budaya, yaitu mengenai data fisik, peraturan dan kebijakan, tata guna lahan, sarana prasarana kota, dan studi banding Taman Budaya di kota lain. BAB IV Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Taman Budaya di Tegal Menguraikan dasar-dasar pendekatan dan menguraikan pendekatan aspek kontekstual, aspek fungsional, aspek teknis, aspek kinerja, dan aspek arsitektural. BAB V Konsep Dasar Dan Program Perancangan Taman Budaya Di Tegal Menguraikan tentang konsep perancangan bangunan yang meliputi aspek-aspek konsep perancangan dan program perancangan yang meliputi program ruang. 1.7. Alur Bahasan dan Alur Pikir Alur Pembahasan

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1538
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:29 Oct 2009 10:51
Last Modified:29 Oct 2009 10:51

Repository Staff Only: item control page