EFEK KONSENTRASI KROMIUM (Cr+3) DAN SALINITAS BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus )

SETYO , BAMBANG PRAMONO (2006) EFEK KONSENTRASI KROMIUM (Cr+3) DAN SALINITAS BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
616Kb

Abstract

Nile tilapias are euryhaline, which can be increased by preparing watery areas for aquaculturing,but food is the important thing too, and need also some datas that have correlation with the salinity and trivalent chromium (Cr+3) requirement to make energy of metabolism and to improve the growth effectively. The Experiment was conducted to evaluate requirement level of dietary trivalent chromium (Cr +3) on efficiency feeding for the growth of nile tilapia (Oreochromis niloticus ) cultured at different salinities. Four diets containing different levels of trivalent chromium that are 1,5, 3, 4,5, 6,0 and as control 0 ppm were used. The fish were cultured at different levels of salinity that are 0, 10 and 20‰, the fish to use is masculine, with the body weights between 15 and 20 gr, the fish were reared for 40 days. The effectiveness of diets on the basis of digestible growth, energy and nutriens can be evaluated by measuring this experiment of weight gain, feed efficiency, feed convertion ratio, specific growth rate, relative growth, survival rate, energy depotition, protein depotition, fat depotition, energy retention, fat retention, protein retention and measuring the blood glucose and osmotic pressure. The data showed that of nile tilapia (O.niloticus) blood glucose level cultured on salinity 0 ‰, 10 ‰ and 20‰ with the diet supplementation containing trivalent chromium and without chromium resulted on significantly different (P < 0,05). The peak of blood glucose level didn’t relate to the growth of fish. The highest blood glucose level of the fish cultured on salinity 0 ‰, and fed on 4,5 ppm trivalent chromium was reach at 2 hour post prandial, with the value of about 111,94 mg/100 blood ml, and the highest blood glucose level of the fish culture on salinity 10 ‰, and fed on 4,5 ppm trivalent chromium was reach at 1 hour post prandial, with the value about 99,94 mg/100 blood ml, while the highest blood glucose level of the fish culture on salinity 20 ‰ and fed on 6 ppm trivalent chromium was reach 2 hour post prandial, with the value about 108,62 mg/100 blood ml. It can be concluded, that the best growth will be reached by fish which is reared in salinity level of 0 and 20 ‰, and by giving food contains supplement of Cr+3 1,5 ppm and 4,5 ppm Cr+3. Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah eurihaline, yang berpotensi dapat ditingkatkan dilahan perairan yang telah dipersiapkan untuk areal budidaya, tetapi kebutuhan pakan juga sangat penting dan diperlukan lebih banyak data yang ada kaitannya, antara tingkat salinitas dan kebutuhan kromium dalam pembentukan energi dari metabolisme, dan meningkatkan pertumbuhan secara effektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kebutuhan kromium (Cr+3) bagi efisiensi pemanfaatan pakan untuk pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus ) yang dipelihara pada salinitas media yang berbeda, Empat macam perlakuan konsentrasi kromiun (Cr +3) yang diujicoba yakni: 1,5 ppm, 3 ppm, 4,5 ppm, dan 6 ppm sebagai kontrol 0 ppm, sedangkan perlakuan salinitas media yang diujikan sebagai media pemeliharaan meliputi salinitas 0 ‰, 10 ‰, 20 ‰. Ikan nila yang digunakansebagi hewan uji adalah berkelamin jantan dengan berat awal kisaran 15 – 20 gr. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 40 hari. Secara efektif daya serap zat nutrient yang dapat diubah menjadi energi dan pertumbuhan pada penelitian ini diukur menggunakan parameter pengujian melalui pertambahan berat, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, laju pertumbuhan harian, kelulushidupan, deposisi energi, deposisi protein, dan pengukuran kadar glukosa darah, juga pengukuran tekanan osmotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah ikan nila yang dipelihara pada salinitas media 0, 10 dan, 20 ‰, dengan suplemen pakan mengandung kromium (Cr+3) yang berbeda dan tanpa kromiun (Cr+3) menunjukkan pengaruh yang signifikan ( P < 0,05 ). Pada salinitas 0 ‰, puncak kadar glukosa darah tertinggi dihasilkan pada kadar kromium(Cr+3) 4,5 ppm jam ke 2 post prandial, dengan nilai sebesar 111, 94 mg /100ml darah. Pada salinitas 10 ‰, puncak kadar glukosa darah tertinggi dihasilkan pada kadar kromium (Cr+3) 4,5 ppm jam ke 1 post prandial sebesar = 99,94 mgr / 100 ml. Pada salinitas 20 ‰ puncak kadar glukosa darah tertinggi dihasilkan kadar kromiun (Cr+3 ) 6 ppm jam ke 2 post prandial sebesar 108,62 mg / 100 ml darah. Disimpulkan, bahwa pertumbuhan terbaik dicapai oleh ikan yang dipelihara pada salinitas 0 ‰ dan 20 ‰, masing-masing dengan pemberian pakan mengandung suplemen Cr+3 1,5 ppm dan 4,5 ppm Cr+3.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15374
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 Jun 2010 08:44
Last Modified:30 Jun 2010 08:44

Repository Staff Only: item control page