IMPLIKASI PEMANFAATAN LAHAN DAN MANAJEMEN LALU LINTAS JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM DI KOTA TEGAL

SETYANINGSIH, ANITA (2006) IMPLIKASI PEMANFAATAN LAHAN DAN MANAJEMEN LALU LINTAS JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM DI KOTA TEGAL. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
456Kb

Abstract

Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor yang makin meningkat dari tahun ke tahun dan tingginya aktivitas pada suatu tata guna lahan merupakan penyebab kemacetan lalu lintas. Transportasi jalan merupakan pengkonsumsi terbesar BBM yaitu 75 % dari konsumsi BBM pada sektor transportasi. Dengan konsumsi BBM yang begitu besar sementara cadangan minyak bumi semakin tipis, tentunya perlu langkah–langkah penghematan. Adanya kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan di Kota Tegal ditunjukkan dengan nilai derajat kejenuhan (DS) > 0,75 berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan Dari permasalahan di atas dapat dirumuskan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini yaitu: menganalisis dampak/implikasi pemanfaatan lahan dan manajemen lalu lintas terhadap konsumsi BBM di kota Tegal dalam rangka mencari konsep sistem transportasi jalan yang hemat energi. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah: mengidentifikasi penyebab kemacetan lalulintas di Kota Tegal, menganalisis penggunaan lahan di sekitar lokasi kemacetan yang menyebabkan bangkitan/tarikan pergerakan, menganalisis manajemen lalu lintas untuk mengetahui dampak/pengaruh terhadap kinerja/kapasitas jalan, melakukan perhitungan konsumsi BBM pada ruas-ruas jalan yang mewakili jenis pemanfaatan lahan yang berbeda–beda. Berdasarkan hasil analisis terdapat dua ruas jalan yang mempunyai DS > 0,75 yaitu Jl. Werkudoro (DS = 0,79) dan Jl. Kapten Ismail (DS=0,81). Penanganan masalah dengan manajemen lalu lintas dilakukan terhadap ruas jalan yang mempunyai DS > 0,6 yaitu Jl. Martoloyo, Jl. M. Sutoyo, Jl. Werkudoro dan Jl. Kapten Ismail. Dengan penerapan manajemen lalu lintas terjadi selisih konsumsi BBM pada keempat ruas jalan tersebut yaitu sebesar 352,2 liter / hari atau setara dengan Rp 1.584.900,- Dihubungkan dengan konsep sistem transportasi yang hemat energi ada 2 aspek yang perlu dikaji yaitu manajemen lalu lintas dan tata guna lahan. Berdasarkan kondisi existing pelaksanaan manajemen lalu lintas belum terpadu dengan rencana tata guna lahan. Dengan manajemen lalu lintas yang baik, kapasitas jalan dapat ditingkatkan sehingga derajat kejenuhan menurun. Selain itu perlu adanya rencana tata guna lahan yang matang sehingga diharapkan interaksi pergerakan penduduk dapat berjalan efisien dan efektif sebagaimana konsep compact city.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15361
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jun 2010 08:12
Last Modified:30 Jun 2010 08:12

Repository Staff Only: item control page