PENGEMBANGAN TERNAK KAMBING DENGAN SISTEM KANDANG PANGGUNG DI LAHAN KERING

Supriadi, Supriadi and Murwati, Murwati and Winarti, E (2009) PENGEMBANGAN TERNAK KAMBING DENGAN SISTEM KANDANG PANGGUNG DI LAHAN KERING. In: Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan , 20 Mei 2009, FP UNDIP Semarang.

[img]
Preview
PDF
130Kb

Official URL: http://www.fp.undip.ac.id

Abstract

ABSTRAK Tiga sasaran yang diharapkan dari pemeliharaan ternak kambing tersebut adalah 1). Induk beranak tiga kali dalam dua tahun dengan jumlah anak sekelahiran lebih dari satu (prolifik). 2). Dua atau lebih anak yang dapat disapih per induk dalam setahun. 3). Berat anak yang dapat mencapai berat 35 – 40 kg atau lebih pada umur satu tahun sehingga dapat memperoleh harga penjualan yang lebih baik. Pengkajian dilaksanakan di Dusun Toboyo Timur, Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul selama 10 bulan yaitu dari Bulan Juni 2008 – Maret 2009. Sejumlah 16 ekor induk dan 2 ekor jantan yang diitroduksikan kepada 4 orang petani, dengan sistem pemeliharaan semiintensif yang dikandangkan terusmenerus pada kandang panggung, perkembangan usaha dianalisis secara diskripsi serta analisis finansial digunakan untuk mengetahui efisiensi usaha kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir selama pemeliharaan sebanyak 21 ekor dari 16 ekor induk, artinya ada induk yang melahirkan cempe kembar, disamping itu peningkatan populasi kambing 130% dari jumlah induk dengan rata-rata induk melahirkan sebanyak 1,3 ekor. Analisis finansial secara sederhana berdasarkan biaya Variabel menghasilkan efisiensi usaha R/C sebesar 1,5%. Dengan demikian usaha pengembangan ternak kambing dengan sistem kandang panggung di lahan kering dapat meningkatkan populasi dan layak untuk diusahakan. Kata Kunci: Kambing, Kandang, Panggung, Populasi. ABSTRACT Three target that hopefully can be achieved from goat were 1) breeder sheep can have three deliveries in two years with more than one births each delivery (prolific); 2) Two or more baby goat can be weaned form its mother in a year; 3) Baby goat weight can achieved 35 to 40 kg or more in one year age so that it can be sold at higher price. The study was performed in East Toboyo neighborhood, Plembutan Village, Playen district, Gunungkidul regency for ten months, which was from June 2008 to March 2009. Total 16 female breeder goat and 2 male goat introduced to four farmers with breeding system semi-intensive that was continuously stabled. The breeding business progression was analyzed descriptively and financial analysis was used to knowing the efficiency of the breeding farmer group. Result of the research suggesting that the baby goat that born during the breeding period were 21 from 16 breeder goat. It was suggesting that there was female breeder goat which in one delivery having more than one birth, beside, the goat population increase by 130 percent from the total female breeder goat giving 1.3 births in average. Financial analysis that simply based on the variable cost suggesting the efficiency of breeding business with R/C ratio by 1.5 percent. Therefore this goat breeding business with stand board stable system in dried land was able to increasing goat population and it worthwhile to be developed. Keywords: sheep, stable, stand board, population

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:15295
Deposited By:Mr. Marry Christiyanto
Deposited On:28 Jun 2010 14:53
Last Modified:28 Jun 2010 14:53

Repository Staff Only: item control page