ANALISIS PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA TERHADAP STRESS KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA GURU KELAS 3 SMP NEGERI DI KABUPATEN KENDAL )

MURTININGRUM,, AFINA (2005) ANALISIS PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA TERHADAP STRESS KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA GURU KELAS 3 SMP NEGERI DI KABUPATEN KENDAL ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
334Kb

Abstract

Conflict between the work and family domains is an increasingly important issue in today’s organizational environment. Work-family conflict is an inter-role conflict arising from incompatible pressures from work and family roles. Previous research indicates that work-family conflict results in several negative consequences for individual such as emotional exhaustion which, in turn, leads to job stress. From this perspective, social support represents a form of coping. Social support can help reduce the stress that workers experience from work-family conflict. The purpose of this research is to analyze the relationship between work-family conflict and job stress, and to analyze the social support moderated the relationship between work-family conflict and job stress. This research uses 100 junior high school teachers in Kendal as the sample of study. We used questionnaires to collect data from the sample. Then, the data are processed using purposive random sampling and analyzed using reliability, validity, multicolinearity, heteroscedacity and normality test. Linier regression and moderating regression is chosen as the most appropriate method for prediction purposes. The result of the analysis shows that there is a positive and significant relationship between work-family conflict and job stress. The result also shows that social support moderated the relationship between work-family conflict and job stress, especially social support coming from family (spouse and children).This study suggest that family-supportive policies such as child care, job sharing, and support each other are the most important factors for teachers to cope effectively from work-family conflict. Besides that, supervisor (headmaster) and friends’ support, such as sharing of problems through listening, concern and advices may be more helpful to reduce teachers’ level of job stress. Konflik yang terjadi karena adanya tumpang tindih antara urusan pekerjaan dan rumah tangga merupakan topik yang penting di lingkungan organisasi dewasa ini. Konflik pekerjaan-keluarga dapat didefinisikan sebagai bentuk konflik peran di mana tuntutan pekerjaan dan keluarga tidak dapat disejajarkan dalam beberapa hal. Beberapa penelitan sebelumnya telah menyebutkan bahwa konflik pekerjaan-keluarga berakibat negatif bagi individu seperti kelelahan secara emosional yang pada akhirnya mengarah pada stress kerja. Dari perspektif tersebut, dukungan sosial dapat membantu menurunkan stress kerja yang diakibatkan oleh konflik pekerjaan-keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap stress kerja dan menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap stress kerja dimoderasi oleh variabel dukungan sosial yang berasal dari pasangan hidup dan keluarga, rekan kerja dan atasan. Populasi sebanyak 479 yang merupakan guru-guru SMP Negeri kelas 3 di Kabupaten Kendal diambil sampel secara acak sebanyak 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji normalitas. Pengolahan data dengan rumus regresi linier dan regresi moderating serta alat bantu komputer program SPSSBerdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa konflik pekerjaan-keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja. Sedangkan dukungan sosial terbukti memoderasi hubungan variabel konflik pekerjaan-keluarga terhadap variabel stress kerja. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa berdasarkan tanggapan responden, dukungan sosial tertinggi adalah dukungan yang bersumber dari pasangan hidup dan keluarga. Untuk menurunkan tingkat stress kerja yang dikarenakan konflik pekerjaan-keluarga, peneliti menyarankan beberapa hal : Perlu ditekankan pentingnya sikap perhatian dari keluarga yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk kerja sama yang positif seperti berbagi dalam menyelesaikan urusan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak serta memberikan dukungan terhadap karir atau pekerjaan suami atau istri. Selain itu, dukungan dari atasan (kepala sekolah) dan rekan kerja seperti berdiskusi dalam hal pekerjaan, sikap empati terhadap perasaan guru dan saran dalam mengatasi masalah-masalah guru terutama yang berkaitan dengan pekerjaan akan lebih membantu dalam menurunkan tingkat stress kerja guru.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:15215
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 Jun 2010 08:03
Last Modified:25 Jun 2010 08:03

Repository Staff Only: item control page