KEDUDUKAN AHLI WARIS ANAK PEREMPUAN BERSAMA AHLI WARIS SAUDARA DALAM HUKUM WARIS ISLAM DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG

AMRON, MOHAMMAD (2006) KEDUDUKAN AHLI WARIS ANAK PEREMPUAN BERSAMA AHLI WARIS SAUDARA DALAM HUKUM WARIS ISLAM DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
379Kb
[img]
Preview
PDF
379Kb

Abstract

Kedudukan ahli waris anak perempuan bersama ahli waris saudara dalam hukum waris islam di Peradilan Agama Semarang Pengadilan Agama Semarang dalam hal ini majelis hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara waris yang dihadapi harus berpedoman dengan Kompilasi Hukum Islam yang bersumber dari Alqur’an dan Al Hadist sebagai sumber hukum, namun sebagaimana yang kita ketahui hukum waris Islam disamping ada hal-hal yang secara tegas dan jelas diuraikan dalam Al Qur'an maupun Hadist pula ada yang tidak diuraikan secara tegas dan jelas, Sehingga dalam penerapannya masih diperlukan penafsiran dan pemahaman yang mendalam dan bersungguh-sungguh. Antara lain tentang siapa-siapa ahli waris lainnya selain yang telah disebutkan secara jelas dalam Al Qur’an dan AI Hadist tersebut serta bagaimana hak dan kedudukannya sebagai ahli waris, apakah ia terhalang (mahjub) oleh ahli waris yang lebih utama atau ia sebagai penghalang bagi ahli waris lainnya untuk menerima warisan. Tesis ini membahas dua permasalahan, yaitu bagaimana kedudukan ahli waris anak perempuan bersama ahli waris saudara dalam hukum waris islam di Peradilan Agama Semarang dan kendala apa yang sering timbul dalam menyelesaikan perkara waris yang sedang dihadapi. Penelitian ini dilaksanakan di Peradilan Agama Semarang dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data-data yang diperoleh melalui kepustakaan dan dilengkapi dengan hasil wawancara dan data yang diperoleh kemudian akan dianalisi secara kualitatif. Dari hasil peneiltian menunjukkan bahwa Pengadilan Agama dalam hal ini majelis hakim memberikan kedudukan anak perempuan sama dengan anak lakilaki untuk menghalangi saudara pewaris dalam pelaksanaan pembagian warisan di Pengadilan Agama Semarang. Hal ini sesuai dengan kultur Negara Indonesia pada masa ini yang tidak membedakan kedudukan antara anak laki-laki dengan anak perempuan dan karena hubungan anak terhadap orang tua lebih dekat daripada saudara maka anak perempuan tidak dapat dirugikan dengan adanya saudara dalam mewarisi harta peninggalan orang tuanya, sehingga dengan mendapatkan harta yang penuh diharapkan kehidupan seorang anak yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya akan lebih terjamin. Dalam pembagian warisan di Pengadilan Agama Semarang masih ditemui permasalahan, baik permasalah Internal maupun permasalah eksternal. Permasalahn Internal yaitu dikarenakan adanya perbedaan penafsiran dalam pasal-pasal Kompilasi Hukum Islam dan perbeadaan pendapat ulama’. Selain permasalahan internal diatas adalah masalah eksternal yang berakibat harta peninggalan tidak segera dibagikan kepada ahli waris karena dipengaruh hukum Adat masyarakat dan faktor ekonomi. Sehingga diharapkan seluruh jajaran penegak hukum di lingkungan Peradilan Agama meningkatkan profesionalisme, jujur, adil serta mementingkan kemaslahatan dan ketertiban umum, walaupun dalam Kompilasi Hukum Islam masih terdapat kelemahan dan kekurangan tidak menjadikan halangan untuk mencari kebenaran dalam mewujudkan keadilan. The position of daugther heir together with heir by brother/sister/cousin in hereditary law of Islam in Religion Court of Semarang The Religian Court of Semarang in this case a judge in investigating and deciding a heir case which faced should compasses with Compilation of Islam Law that stemming from Al Qur’an and Al Hadist as source of law, yet as which we know the heredetary law of Islam beside there are the things which distinctly and clearly elaborated in Al Qur’an though Hadist their also unelaborated in the Al Qur’an an nor Al hadist and also distinctly and cleary unelaborated, so that in the assembling still needed deep and quit assessment and understanding. For example about who’s as the heir whether he/she is blocked by the heir which more especial or he/she as barrier for the other heir to reveice inheritance. This tesis discussing two problems, thats is how the position of daugther heir together with heir by brother/sister/cousin in hereditary law of Islam in Religion Court of Semarang and what the problem which often emerge in accomplishing the hereditary case that be faced. The research is implemented in the Religion Court of Semarang by using normative juridical approach method. Data that obtained thourgh literature and completed by interview result and data which obtained then will analyzed qualitatively. By the result of this research has shown that the Religion Court in this case the judge give the position to daughter as equal to son to hinder brother/sister heir in allotment implementation of inheritance in the Religion Court of Semarang. It is according to the Indonesia culture in the present which did not differentiating the position among son with daughter and because of the relation child to parent more closely than brother/sister so daughter cannot be loss out by the existing of brother/sister in inherit the parent inheritances, so that by get the full legacy be expected that the life son/daughter which have been leaved by death by their parent will well guaranteed. Within the inheritance allotment in the Religion Court of Semarang still meet the problems, neither inetrnal nor external problems. The internal problem caused by the existing of assessment difference in article of Islam Law Compilation and the difference of major opinion. Besides the internal problem above is external which cause the inheritance not immediately alloted to the heir because influenced the overall enforcer of law in the Religion Court domain increasing profesionalism, honest, fair, and emphasize public ordeliness, so thet although in Compilation of Islam Law there are still insufficiency and weakness not become barriers to seek the thurth in realizing a justice.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:15210
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:24 Jun 2010 14:23
Last Modified:24 Jun 2010 14:23

Repository Staff Only: item control page