ANALISIS VARIABEL-VARIABEL PENENTU KINERJA ANGKUTAN JALAN UNTUK PENUMPANG PERKOTAAN (Studi Kasus Kota Kediri-Jawa Timur)

Hisyam, Ibnu (2005) ANALISIS VARIABEL-VARIABEL PENENTU KINERJA ANGKUTAN JALAN UNTUK PENUMPANG PERKOTAAN (Studi Kasus Kota Kediri-Jawa Timur). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3614Kb

Abstract

A performance of Urban Transport system (UTS) could be increased when all relevan variables are considered proportionally . The efforts to realize clean air of city and to decrease greenhouse gas emissions originiated from traffics, increases the complexity of the problem of increasing performance of UTS. For that, a comprehensive and intergrated approach should be used to formulate the problem. From the formulation could be known that the criteria variable (as measure of performance) is not only depend ad on an (some) independend variable what is called predictor variables, but also depend ad on one or more other (s) criteria variable (s). By this approach, a mistake to define a problem that will be solved can be elimined. With the result that, every effort of improving performance of UTS could exactly. . This research is aimed to find out reach the forget quantitative models of relationship between criteria variables and predictor variables of UTS. Further more, the main problem at increasing performance of UTS and proper alternative solution as base for making UTS policy could be made. The research is in order to get a good understanding about the started by increasing of. The result of this acting is a block diagram of RTUT system. Based on this, the objectives of the system in some perspective are formulated. A perspective of public and/or government is choosen in this research in order to get more chance to collect data completely . So far here, a formulation the research variables and a need of their data can be known. After data have been collected and processed, print out of the process is analized. The data is analysed using a program packed Statistica v.5.0, especially Canonical Correlation Analysis. The object of the study is reveised is Kediri East Java. Based on the analysis it was found that there is a significand multivariate relationship as canonical correlation between criteria variables and predictor variables at p = 0.25% . The relation is expreised in two models. First, a model with two criteria variables, i.e : safety degree of UTS (number accident per month) and number of worker in public transport ( man per day). Predictor variables for the first model are number of vehicles registered (vehicle), rent of house per m2 per year in Cetral Business District (Rp per m2 per month), Expenditive for road traffic safety insurance(Rp per month), number of automotive driving intructure per 100.000 residents without unity), and ratio between number of vehicle registered and road length (vehicle per km). Second, a model with one criteria variable, that is ratio of passanger volume and vehicle (man km per vehicle) as proxy criteria of clean air city and oil fuel saving. Predictor variables for this model are travel cost of private transportation per person per day (Rp per man per day) and expenditive of government for mantenance of road and is ubilities (Rp per month). Based on this result there are two thing that should be paid attention well for increasing safety degree of RTUT and decreasing gas emission pollutast and fuel saving. First, the ratio between number of vehicle registered and road length. Second, improvement in public transportation service for passanger. Kinerja Sistem Angkutan Jalan Untuk Penumpang Perkotaan (AJUPP) dapat ditingkatkan bila seluruh variabel yang berperan mendapatkan perhatian secara proporsional. Adanya usaha untuk mewujudkan udara kota yang bersih dan menekan emisi gas rumah kaca dari lalu lintas jalan, masalah peningkatan kinerja sistem AJUPP semakin komplek. Untuk itu tinjauan yang menyeluruh dan terpadu diberikan dalam merumuskan persoalan. Dari perumusannya diketahui kesalingterkaitan erat satu dengan yang lain yang mana satu variabel kriteria kinerja dapat berpengaruh pada variabel kinerja lain selain oleh variabel penentunya sendiri. Dengan pendekatan ini diharapkan persoalan bias dalam memandang persoalan dapat dihindari, sehingga setiap upaya peningkatan kinerja sistem dapat sampai pada sasaran yang tepat. Oleh karena itu studi ini memiliki maksud dan tujuan mengetahui model hubungan kuantitatif antara variabel-variabel penentu dan variabel-variabel kriteria kinerja angkutan jalan untuk penumpang perkotaan. Dengan demikian kemudahan analisis untuk menemukan persoalan utama peningkatan kinerja berikut alternatif pemecahannya sebagai dasar penyusunan kebijakan AJUPP akan diperoleh. Upaya pemodelan akan lebih mudah dimengerti dengan mengambil suatu kasus. Pada tesis ini diambil kasus angkutan penumpang perkotaan Kota Kediri-Jawa Timur. Langkah awal yang diperlukan adalah melakukan tinjauan kepustakaan yang relevan dan pengkajian pada sistem nyata secara umum untuk kemudian mendapatkan model interaksi antar subsistem. Berdasarkan perspektif masyarakat/pemerintah variabel-variabel analisis berikut data yang diperlukan dapat diketahui. Dari data-data yang dikumpulkan dan rumusan variabel yang dikembangkan perhitungan dilakukan untuk kepentingan analisis hubungan multivariate antara variabel kriteria dan variabel penentu. Proses perhitungan digunakan bantuan paket program statistik Statistica v.5.0 untuk modul Canonical Correlation Analysis . Dari hasil analisis ditemukan adanya hubungan multivariate korelasi kanonik antar variabel kriteria dan variabel penentu kinerja angkutan jalan untuk penumpang perkotaan yang nyata secara statistik dengan uji Chi-square pada p = 2,5% . Hubungan tersebut diperlihatkan dalam dua model . Pertama, model kriteria jamak dengan kriteria kinerja yang terlibat : keselamatan lalu lintas penumpang jalan raya ( jum. Celaka/pnp-km) dan penyerapan lapangan kerja angkutan umum (org/hari). Variabel penentu untuk model pertama ini meliputi : jumlah kendaraan terdaftar (smp), sewa rumah di daerah pusat kegiatan per satuan luas (Rp per m2 per th) , pengeluaran asuransi jalan raya (Rp/jiwa), jumlah instruktur pelatihan mengemudi mobil per 100.000 penduduk (org/jiwa), dan rasio jumlah kendaraan terdaftar dan panjang jalan (smp/km). Untuk model kedua, kriteria kinerja yang terlibat dalam model hanya tunggal yaitu : volume pemindahan penumpang per kendaraan (pnp-km/kend) -yang merupakan kriteria proksi dari kebersihan udara kota dan penghematan bahan bakar minyak. Variabel yang menentukan nilai variabel kriteria kinerja ini yaitu: biaya perjalanan menggunakan kendaraan pribadi (Rp/pnp-km) dan dana untuk perawatan jaringan dan kelengkapannya (Rp/bulan). Dari temuan ini ada dua hal perlu mendapat perhatian secara baik untuk peningkatan keselamatan lalu lintas, penekanan emisi gas polutan, dan penghematan bahan bakar. Pertama adalah rasio antara jumlah kendaraan dan panjang jalan. Kedua adalah perbaikan pada pelayanan angkutan umum.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:15107
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jun 2010 17:05
Last Modified:22 Jun 2010 17:05

Repository Staff Only: item control page