ANALISIS HUBUNGAN WAKTU, TEMPUH DENGAN DERAJAT KEJENUHAN RUAS JALAN PERKOTAAN (Studi Kasus Kota Semarang)

Anindyawati, Nina (2005) ANALISIS HUBUNGAN WAKTU, TEMPUH DENGAN DERAJAT KEJENUHAN RUAS JALAN PERKOTAAN (Studi Kasus Kota Semarang). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2284Kb

Abstract

This research discusses the relation between Travel Time and Degree of Saturation for the urban road links, especially for the city of Semarang, by using regression method which Travel Time as a polynomial function of Degree of Saturation. Siliwangi Street and Soekarno-Hatta Street are selected as the sample for arterial road, Thamrin Street and Supriyadi Street as the sample for collector road, and Lampersari Street and Ksatrian Street as the sample for local road. The research found the general formula for. Travel Time and Degree of Saturation relationship for the urban road links as : W = w1 [ 1 + a ( DS )4] , where the W is the travel time, the wt is the travel time at the free flow and the DS is the degree of saturation. It is also found that the arterial road wl = 6,5 — 6,75 second and a = 0,15 — 0,4 , collector road gives w' = 8,25 — 8,9 second and a = 0,4 — 0,6 and local road, gives w' = 9,62 — 11,93 second and a = 0,3 — 0,4. The research has shown that the travel time and degree of saturation relation model for arterial road was exactly similar to the Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM ), 1997 standard, but for both of collector road and local road were not in the same condition. It means that in this case the Indonesian Highway Capacity Manual ( IHCM ), 1997 standard was only able to be used for arterial road. It is not recommended to use the Indonesian Highway Capacity Manual ( IHCM ), 1997 standard for collector road and local road. Penelitian yang telah dilakukan adalah membahas mengenai hubungan waktu tempuh dengan derajat kejenuhan untuk was jalan perkotaan, khususnya kota Semarang, dengarn menggunakan pendekatan regresi dengan persamaan waktu tempuh sebagai fungsi polynomial dari derajat kejenuhan. Dengan mengambil .Jalan Siliwangi dan Jalan Soekarno-Hatta sebagai wakil jalan arterial, sedangkan jalan Thamrin dan jalan Supriyadi mewakili jalan kolektor serta jalan Larnpersari dan jalan Ksatrian dipilib sebagai jalan lokal, hasil penelitian menyimpulkan bahwa rumus Muffin hubungan tersebut adalah : W = wi [ 1 + a ( DS )4 j , dengan W menunjukkan waktu tempuh, wt adalah waktu tempuh pada anus babas dan DS derajat kejenuhan. Lebih lanjut dari penelitiati juga diperoleh, untuk jalan arterial menghasilkan wl = 6,5 = 6,75 detik dan ie = 0,15 — 0,4 , untuk jalan kolektor didapat nilai wl = 8,25 — 8,9 detik dan a = 0,4 — 0,6, Sedangkan untuk jalan lokal, wl = 9,62 — 11,93 detik dan a = 0,3 — 0,4, Dari basil penelitian dapat disimpulkan .pula bahwa polo huhungan antara waktu tempuh dengan derajat kejenuhan untuk jalan arterial cocok / sesuai dengan standar Manual Kapasitas Indonesia ( MKJI ), 1997 , sedangkan untuk jalan kolektor dan lokal tidak sesuai. Ini menunjukkan bahwa untuk kasus ini MKJI,1997 hanya bisa digunakan untuk jalan arterial sedangkan untuk jalan kolektor apalagi jalan lokal tidak perlu mengacu pada MKJI,1997.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:15106
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jun 2010 17:03
Last Modified:22 Jun 2010 17:03

Repository Staff Only: item control page