ISU GENDER DALAM PENGELOLAAN PRASARANA LINGKUNGAN PERMUKIMAN (Studi Kasus : Kelurahan Mojosongo, Surakarta)

Etliana, Yanuelva (2005) ISU GENDER DALAM PENGELOLAAN PRASARANA LINGKUNGAN PERMUKIMAN (Studi Kasus : Kelurahan Mojosongo, Surakarta). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4095Kb

Abstract

The fenomena of gender issue appearing on development implementation in Indoensia was determined by communities' structure and culture, making the different roles between men and women. In this case, women were as parts eliminated The problem was, the differences tend to make men and women became the victims. Men's responsibilities in public sectors would be larger and heavier, whereas women's abilities couldn't improve because their roles in public sectors were limited. In particular, the gender issue unfolded on management of neighborhood utilities in Mojosongo district Mojosongo district was one of slum and squatter are which was examined in renewal projects in Solo. This project was stated being success and it was proved by achieving some appreciations. The achievement was influenced by height of community roles, including women's participations. After the project, the people organized the neighborhood with all the utilities independently. Nevertheless, most of the activities is organized by women through PICK organization, and the fact that their efforts was success. The term showed that women had better abilities to manage and organized themselves to take a part in development through the perfect organization. Women's roles in organized neighborhood utilities in Mojosongo district was included kampong's road utilities, sanitation, MCK, and waste ones. All of the activities were organized by PICK. In this case, the management was used by PICK consist of planning, organizing, and controlling. Generally, the activities were success. The approach using in this research was Gender and Development (GAD). This approach was more focused on the relation between men and women in managing their neighborhood, as an effort on stating their position, and also determined the portion of roles which have to be done by each member balancely, in order to get the better advantages. Based on the research, it was known that the balance of gender was not to be appeared by the same role between men and women. The balance meant in this case was the same opportunities between men and women to improve themselves in community, and also the complete relation between them in development implementation. It was also found the important point that showed the exixtence of PKK was important as an organization that could eliminate the women's subordination. The elimination could be done by the learning process through the organization. They could also participate on improving social welfare. Fenomena isu gender yang muncul dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia dilatarbelakangi oleh struktur dan budaya masyarakat yang membuat pembedaan peran antara laki-laki dan perempuan, yang dalam hal ini perempuan menjadi termarginalkan. Persoalannya, pembedaan tersebut kemudian cenderung menjadikan laki-laki dan perempuan sebagai korbannya. Beban laki-laki dalam ruang publik menjadi lebih besar sekaligus lebih berat, sementara potensi yang dimiliki perempuan tidak mampu berkembang karena perannya di ruang publik menjadi terbatas. Isu gender secara khusus juga berkembang dalam kegiatan pengelolaan prasarana lingkungan di Kelurahan Mojosongo. Kelurahan Mojosongo merupakan salah satu kawasan uji coba penataan lingkungan kumuh di Kota Solo. Proyek tersebut dinyatakan berhasil, terbukti dengan beberapa penghargaan yang berhasil diraihnya. Keberhasilan tersebut salah satunya dipengaruhi faktor peran serta masyarakat yang cukup tinggi, termasuk di dalamnya adalah peran serta kaum wanita. Pasca peremajaan, masyarakat setempat secara mandiri mengelola lingkungan beserta prasarana yang ada. Namun pada kenyataannya, pengelolaan tersebut lebih banyak dikoordinir oleh wanita melalui wadah PICK dan dapat dikatakan berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa wanita mempunyai potensi yang cukup besar dan akan bermanfaat bagi pembangunan apabila dikelola dengan baik dan dikoordinir melalui organisasi yang tepat. Peran wanita dalam pengelolaan prasarana lingkungan di Kelurahan Mojosongo meliputi prasarana jalan, prasarana sampah, prasarana sanitasi, dan MCK. Kesemuanya dikoordinir melalui organisasi PICK. Dalam hal ini PICK menerapkan manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing dan Controlling. Secara umum pengelolaan tersebut berhasil. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gender and Development (GAD). Pendekatan ini lebih memfokuskan pada relasi antara laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan prasarana di wilayah yang bersangkutan, sebagai upaya mengungkapkan posisi perempuan dan laki-laki, serta penentuan porsi peran yang harus dimainkan oleh masing-masing pihak secara seimbang, agar pengelolaan prasarana dapat lebih optimal. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa kesetaraan gender tidak perlu ditunjukkan dengan peran yang sama antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan yang dimaksud dalam konteks ini adalah kesempatan yang sama antara pria dan wanita untuk mengaktualisasikan dirinya secara struktural di masyarakat, serta relasi yang saling melengkapi antara laid-laki dan perempuan dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam penelitian ini juga muncul temuan unggulan yang mengungkapkan bahwa keberadaan PICK sebagai organisasi perempuan memiliki arti penting dalam upaya mengeliminir ketidakadilan terhadap perempuan melalui proses pembelajaran yang berlangsung dalam organisasi tersebut, dan secara lebih luas mampu turut berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15089
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jun 2010 14:28
Last Modified:22 Jun 2010 14:28

Repository Staff Only: item control page