KAJIAN TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI PASAR TRADISIONAL BULU SEMARANG

DEVY, DWI ANANTA (2005) KAJIAN TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI PASAR TRADISIONAL BULU SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Traditional market have weaknessess that usag space. At the Bulu market, wholeseller get competition to take strategical space that profitability oriented. Usage space unrelevant with function of space t lat illegal. Research objectives is identification and describe how to factors influences usage space byy wholeseller that choice place to sell and recomended space setting market. Research action byy cases study with interview method and questioner for buyer, wholeseller Dinas Pengelola Pasar (DPP). Collect of data with quota random sampling method, minimal 30 sampl s because infinite population (30 samples buyer, 30 samples wholeseller and DPP). This research analyted by kualitatif method with ndicators : comfort, sociality, legibility, accessibility, adaptability, sensory timulation, activity, control, meaning, crowdedness, privacy and visibility. Purpose of research get the dominant factors infl ences usege space by wholeseller is accessibility, crowdedness and visibilit Finaly, Pengelola Pasar is biggest problem that policy, implementation evaluation usage space. This research benefit is get contribution thin (think tank) for government in make policy about usage space in tradition -I market. Tantangan dunia arsitektur yang sering dihadapi oleh pasar-pasar tradisional pada umumnya yaitu problem ruang (space). Di Pasar Bulu, para pedagang berebut untuk mendapatkan posisi ruang yang strategis untuk menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan memanfaatkan ruang yang tidak sesuai dengan fungsinya walaupun itu melanggar aturan sehingga terjadi berbagai permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang oleh pedagang dalam memilih tempat untuk berjualan serta merekomendasikan terwujudnya kembali seting ruang pasar tradisional Bulu Semarang yang ideal bagi para pengguna pasar. Penelitian dilakukan melalui studi kasus dengan media wawancara dan kuesioner bagi pengunjung, penjual dan pengelola pasar Bulu Semarang. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode quota ramdom sampling, yaitu pengambilan sampel dengan menentukan jumlahnya terlebih dahulu karena populasi yang tak terbatas dan diperoleh sebanyak 30 sampel pembeli, 30 sampel pengelola serta petugas operasional, supervisor dan manajerial dinas pengelola pasar. Alat analisis yang dipergunakan adalah kualitatif untuk mengetahui respon pedagang dan konsumen terhadap indikator-indikator penelitian yaitu kenyamanan (comfort), sosialitas (sociality), legibilitas (legibility), aksesibilitas (accessibility), adaptabilitas (adaptability), rangsangan inderawi (sensory stimulation), aktivitas (activity), kontrol (control), makna (meaning), kesesakan (crowdedness), privasi (privacy) dan visibilitas (visibility). Dad hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi pemanfaatan ruang oleh pedagang adalah aksesibilitas (accessibility), kesesakan (crowdedness) dan visibilitas (visibility). Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang lebih memperhatikan kemudahan pencapaian dan dapat melihat barang-barang yang akan dibeli. Pada akhirnya pengelola pasar sebagai point utama penyebab permasalah, hal ini terkait dengan kebijakan, implementasi dalam pemanfaatan ruang pasar. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak-pihak yang terkait terutama sekali oleh para dinas pengelola pasar.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:15087
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jun 2010 14:22
Last Modified:22 Jun 2010 14:22

Repository Staff Only: item control page