BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENDERITA KUSTA DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DI PUSKESMAS KUNDURAN KABUPATEN BLORA

NUGRABENI, DIAN (2005) BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENDERITA KUSTA DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DI PUSKESMAS KUNDURAN KABUPATEN BLORA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3608Kb

Abstract

Leprosy is a contagious disease spreading throughout the world. Indonesia is the most leprosy patients, in 2003 the number of patients were 16.799 patients. The height of prevalence figure at Puskesmas Kunditrab in 2004 'Was' 1,44 per 1.000 inhabitants. It is beyond the range determined. -by WHO (<1 per 10.000 inhabitants), the highest one for the District of Blora. Based on the new case finding in 2004, the. leprosy cases in children was 13.0 ,%.• It was the case on children and the 13,0 %With second level disability, beyond the range determined by WHO. It reflects the delay for patients to get medication by combination drugs / MDT (Multi Drug Therapy). This research was aimed to analyze the factors concerning the practice to seek for medical treatment in the region of Puskesmas (Public Health Center) Kunduran, the District of Blora. The research type was explanatory research using the survey method and cross sectional approach. The research sample was' all leprosy patients who got treatment at ,ptiskesmas (Public Health Center) Xunduran in August, 2005 (50 patients were examined altogether). The data was obtained by in-depth interview using questionnaire (quantitative), analyzed in, univariant, hivariant, and multivariant. The imrdepth interview (qualitative) was also conducted to 5 respondents. The research results indicated that there'was correlation beiweien education' and the practice to seek for treatment at Puskesmas (Public Health ,center} Kunduran (p 0,001). Whereas, the variables with no correlations were age (p¬0,001), sex (p 0,106), income (p 0,266), knowledge (p 0,059), family suppOrt (p 0,709) and attilndp (p• 0,820). The factor, with the most significant correlation to the practice tci keit for leprosy treatment at Puskesmas (Public Health Center), was education Witb $. 0,001. The. &mansion was that the hypotheSes related to the practice to seek for treatment att:tiskesmas (Public Health Centel) Kunduran werereducation and age. It was recommended to the Leprosy Control Officer at Puskesmas (Public Health Center) Kunduran to enhance counseling to public on the early symptonik of Leprosy and to socialize leprosy medication ill Puskesmas (Public Health' Center). Dasa Wisma (Ten Houses) Group included the discussion activity on leprosy and the seeking for medication in Puskesmas (Public Health Center) and gave support to p,atienta Penyakit kusta termasuk penyakit menular yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia menempati urutan ke-3 terbanyak penderita kusta, tahun 2003 jumlah penderita tercatat 16.799 penderita. Besamya angka prevalensi di puskesmas kunduran tahun 2004 sebesar 1,44 per 10.000 penduduk, melebihi batas yang ditetapkan WHO ( c 1 per 10.000 penduduk), tertinggi untuk kabupaten Blora. Hasil penemuan penderita barn tahun 2004 diketahui 13.0 % merupakan kasus anak dan 13,0 % dengan cacat tingkat dua, melebihi angka batas yang ditetapkan oleh WHO dan hal ini menggambarkan adanya keterlambatan penderita mendapatkan pengobatan dengan obat kombinasi / MDT (Multidrug therapy). Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pencarian pengobatan di wilayah Puskesmas Kunduran Kabupaten Blora. Jenis penelitian ini adalah explanatory research , dengan metoda penelitian survey menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua penderita kusta yang sedang mengikuti pengobatan di Puskesmas Kunduran pada bulan Agustus 2005 (total 50 orang diteliti). Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam menggunakan kuesioner (kuantitatif), dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Juga dilakukan wawancara mendalam ( kualitatif) terhadap 5 responden. Hasil penelitian, menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan dengan praktik pencarian pengobatan di Puskesmas Kunduran ( p 0,001) Adapun variabel yang tidal( berhubungan adalah mum. (p 0,120, jenis kelamin (p 0,106), pendapatan (p 0,266) , pengetahuan (p 0,059 ), dukungan keluarga (p 0,709) dan sikap ( p 0,820 ). Faktor yang paling berhubungan secara signifikan dengan praktik pencarian pengobatan kusta di Puskesmas adalah pendidikan dengan p 0,001. Kesimpulan, hipotesis yang terbukti berhubungan dengan praktik pencarian pengobatan di Puskesmas Kunduran adalah pendidikan . Saran , bagi petugas Pemberantasan Penyakit (P2) Kusta Puskesmas Kunduran, lebih meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang tanda¬tanda dini kusta, dan mensosialisasikan pengobatan kusta di Puskesmas. Bagi kelompok Dasa Wisma, menyisipkan kegiatan diskusi tentang penyakit kusta dan pencarian pengobatan di Puskesmas serta memberi dukungan pada penderita.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:15083
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Jun 2010 14:20
Last Modified:22 Jun 2010 14:20

Repository Staff Only: item control page