KEDUDUKAN DAN PERANAN LAKI-LAIU DALAM MASYARAKAT MINANGICABAU BUKITTINGGI PERANTAUAN DI JAKARTA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HUKUM WARIS The Position and the Man's Role of Minangkabau Bukittinggi Go Abroad Society in Jakarta and It's Influence to Hereditary Law, Ahmad Kuneifi. SH, B4B 003 044, 99 halaman, thesis, Program Magister Kenotariatan, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.

KUNEIF1, AHMAD (2005) KEDUDUKAN DAN PERANAN LAKI-LAIU DALAM MASYARAKAT MINANGICABAU BUKITTINGGI PERANTAUAN DI JAKARTA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HUKUM WARIS The Position and the Man's Role of Minangkabau Bukittinggi Go Abroad Society in Jakarta and It's Influence to Hereditary Law, Ahmad Kuneifi. SH, B4B 003 044, 99 halaman, thesis, Program Magister Kenotariatan, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2886Kb

Abstract

Minangkabau societies who draw lineage through the matrilineal system have semendo marriage system. It must have the exogamic character, which means marriage between man and woman which are not one clan. In the past, semendo was the visiting marr;age semendo, that husband is only considered to be a guest at his wife's home and his come is only at night, then return to his mother's house in the morning. A husband or a father doesn't have a full responsibility to his family, but mamak holding responsible to their nephews and nieces or child from husband of the wife. In line with epoch growth, and the teaching of Islam entry, influence a lot of joints of Minangkabau Bukittinggi custom, hence the visiting marriage semendo experience a friction to the settle down marriage semendo. Today, it become the free marriage, where a husband or a father has a full of responsibility to his family and to gathering with his wife and children This research uses the Yuridis Empiris research method and the sampel is taken by using the purposive sampling. The analysis is conducted by descriptively analytical, to give picture and lay open about how the position and the man's role is in fact, of Minangkabau Bukittinggi go abroad society in Jakarta and also the influence to the hereditary law. The result of this research is searched to Icnovithe position and the man's role of Minangkabau Bukittinggi go abroad society in Jakarta and its influence to the hereditary laws, and to know what the cause of the friction which happened.--In the other hand, it also as for the position and the mamak's role which also start to shift. The effect of that friction brings influence to the position and the man's role of Minangkabau society, especially to the Bukittinggi go abroad society in Jakarta The conclusion of the result of this research is, there are 2 estate type, that is high inheritance and lower one, which recognized by the customary law of Minangkabau society, that caused by the existence of the friction which happened. But it is only inheritance estate of work which got by husband of wife can be endowed. While congeniality of endowment according to the Minangkabau custom is represent as the switchover of role in management of cooperative ownership inheritance (this only valid for of the high inheritance). Masyarakat Minangkabau menarik garis keturunan melalui sistem matrilineal mempunyai bentuk perkawinan semendo. Sistem perkawinan itu bersifat eksogami berarti perkawinan yang dilakukan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak satu clan. Pada masa dahulu yang dimaksud dengan semendo ini adalah perkawinan semendo bertandang, yaitu dimana suami atau ayah hanya dianggap sebagai tatnu di rumah istrinya dan datang hanya pada malam hari kemudian kembali ke rumah ibunya pada pagi harinya. Ayah atau suami tidak mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keluarganya tetapi mamak mempunyai tanggung jawab terhadap kemertakannya. Sejalan dengan perkembangan zatnan clan masuknya ajaran Islam yang banyak mempengaruhi sendi-sendi adat di Minangkabau Bulcittinggi maim bentulc perkawinan semendo bertandang telah mengalami pergeseran kepada bentuk perkawinan semendo menetap dan pada masa sekarang telah menjadi bentulc perkawinan bebas, di mana ayah atau suami telah mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya dan telah berkumpul bersama istri dan artak-analcnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis ernpiris. Sampel yang diambil dengan purposive sampling. Analisa dilalculcan secara delcriptif analisis, yaitu memberikan gambaran dan mengungkapkan bagaimana sesunggulmya kedudukan dan peranan laki-laki dalam masyarakat Minangkabau ‘Bulcittinggi perantauan di Jakarta sena pengaruhnya terhadap hukum waris. Adapun hasil dari penelitian ini untulc mengetahui kedudukan dan peranan laki-laki dalam masyarakat Minangkabau Bukittinggi perantauan di Jakarta serta pengaruhnya terhadap hukum waris. Dan untulc mengetahui faktor-falctor yang menyebabkan terjadinya pergeseran kedudukan dan peranan lald-lalci dalam masyaralcat Minangkabau Bukittinggi perantauan di Jakarta scrta pengaruhnya terhadap hulaun waris. Selain itu juga perihal ketludukan dan pearnan mamak pun mulai bergeser. Aldbat dari pergeseran bentuk perkawinan tersebut :rnerOawa pengaruh pula terhadap kedudukan dan peranan laki-laki dalam masyarakat Minangkabau Bukittinggi perantauan di Jalcarta. Kesimpulan dari hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya pergeseran tersebut malca masyarakat hulcum adat Minangkabau dikenal adanya 2 (dua) jenis harta, yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Khusus mengenai harta pencaharian yang didapat olch suami istri dapat di wariskan kcpada anak-anaknya. Sedangkan pengertian pewarisan menurut adat Minangkabau adalah merupakan peralihan peranan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:15080
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Jun 2010 13:45
Last Modified:22 Jun 2010 13:45

Repository Staff Only: item control page