KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI TERTUA DARI HASIL PERKAWINAN LE'VIRAAT DALAM HUKUM WARIS ADAT MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Kasus di Kampung Terbanggi Besar Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah)

SARI, ANNISA TUNJUNG (2005) KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI TERTUA DARI HASIL PERKAWINAN LE'VIRAAT DALAM HUKUM WARIS ADAT MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Kasus di Kampung Terbanggi Besar Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3264Kb

Abstract

In customary law, marriage form at custom society of Lampung Pepadun follows the marriage with payment of jujur money. Generally, marriage nature of Lampung society is endogamy though its principal is monogamy, however, polygamy is possible in many conditions. Marriage in Lampung society has prohibition principle to divorce. Wife becoming husband consanguinity and responsibility since she moves into husband's house. She remains in her husband house if he die. Moreover, according to the custom law, she must marry her husband's brother (Samalang/Leviraat). Son position in family of Lampung society has a vital role in order to resume the existence of family clan. Refers to the Lampung Pepadun custom law, inheritance system drawing its lineage heir from the mayorat male. The existing problem is how the position of eldest son from its marriage according to Lampung Pepadun inheritance custom law because he has some brothers as seen from his father marriage, and why the eldest son of leviraat marriage could not be custom Punyimbang (male mayorat heir). This writing method employing empiric-juridical study with analytic descriptive character, that is the obtain result of this study expect to be providing a totally and systematic description about position of the eldest son from leviraat marriage according to the inheritance custom law of Lampung Pepadun society in Terbanggi Besar village. This research location was including the district of Central Lampung. Result of this study show that there is a transformation regarding inheritance system of Lampung Pepadun society in Terbanggi Besar village. Someone who ought to be male mayorat heir is the eldest son according to his sequence of birth, that is the eldest son of leviraat marriage, however, now it turns into son of the third marriage whose status is not as the male mayorat eldest son. In fact, to determine who has right to be male mayorat heir is depends on Istri Ratu decision. In order to make decision, Istri Ram considering many social factors and inadequate situation that pursuing the eldest son of leviraat marriage could not be a male mayorat heir. Didalam hulcum adat bentuk perkawinan pada masyarakat adat Lampung Pepadun menganut perkawinan dengan pembayaran uang jujur. Pada umumnya sifat perkawinan orang Lampung adalah endogami dengan prinsip monogami, tetapi dalam berbagai hal dimungkinican poligami. Mengenai perkavvinan dalam masyarakat Lampung mempunyai prinsip pantang untuk bercerai. Dimana setelah isteri berada di tempat suatni, ia termasuk dalam kerabat suami yang menjadi tanggungjawab suami dan kerabat suami Jika suami meninggal, isteri tetap berada dirumah suami Bahican menurut huktun adat ia harus kawin dengan saudara suami (Semalang/Leviraat). Kedudukan anak lalci-lalci dalam keluarga masyarakat Lampung sangatlah penting dalam hal penerusan kettuunan Menurut hukum adat Lampung Pepadun yang dalam pewarisanya menarik garis keturunan waris mayorat laki-lalci Yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana kedudukan analc laki-lald tertua dari hasil perkawinan tersebut pada hukum waris adat masyaralcat Lampung Pepadun, apabila dilihat dari perkawinan bapalcnya ia mempunyth beberapa orang saudara dan mengapa anak tertua dari hasil perkawinan leviraat tidak dapat dijadikan Punyimbang adat (pewaris mayorat laki-laki). Metode penulisan ini menggunakan penelitian yuridis-empiris dan bersifat deskriptif analitis, yaitu hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistemtis tentang kedudukan anak lalci-lald tertua dari hasil perkawinan leviraat dalam hkum waris adat masyarakat Lampung pepadun di Kampung Terbanggi Besar. Lokasi penelitian umumnya masih di dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Basil dari penelitian ini menunjukan adanya perubahan pada pewarisan masyarakat Lampung Pepadun di Kampung Terbanggi Besar, dimana yang seharusnya menjadi pewaris mayorat lalci-lald adalah anak tertua laki-lalci yang sesuai dengan urutan kelahiranya yaitu anak laki-laki tertua dari hasil perkawinan leviraat berubah menjadi anak lalci-lalci dari perkawinan ketiga yang dalam statusnya bukan sebagai analc tertua mayorat laki-laki. Temyata dalam menentukan siapa yang berhak menjadi pewaris mayorat laki-lalci tergantung keputusan dari Isteri Ratu, disini isteri ratu dalam mengambil keputusan melihat adanya faktor sosial dan situasi yang tidak mendukung yang menghalangi anak tertua dari hasil perkawinan leviraat tidal( dapat menjadi pewaris mayorat laki-laki.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:15065
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jun 2010 13:19
Last Modified:22 Jun 2010 13:19

Repository Staff Only: item control page