KEPRIBADIAN SETADEWA DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR KARMA Y.B. MANGUNWIJAYA: REPRESENTASI AKULTURASI BUDAYA DI TENGAH TRANSISI DARI ZAMAN KOLONIAL ICE ZAMAN MERDEKA SETADEWA'S PERSONALITY IN THE NOVEL BURUNG BURUNG MANYAR BY Y.B. MANGUNWIJAYA: THE REPRESENTATION OF CULTURAL ACCULTURATION IN THE TRANSITION PERIOD FROM THE COLONIAL TO THE INDEPENDENCE PERIOD

Rumaningsih, Endang (2005) KEPRIBADIAN SETADEWA DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR KARMA Y.B. MANGUNWIJAYA: REPRESENTASI AKULTURASI BUDAYA DI TENGAH TRANSISI DARI ZAMAN KOLONIAL ICE ZAMAN MERDEKA SETADEWA'S PERSONALITY IN THE NOVEL BURUNG BURUNG MANYAR BY Y.B. MANGUNWIJAYA: THE REPRESENTATION OF CULTURAL ACCULTURATION IN THE TRANSITION PERIOD FROM THE COLONIAL TO THE INDEPENDENCE PERIOD. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

A character has an important role as one of the components in a novel. A good characterization will create a good story, so that the reader could feel the character's experiences in a novel as the real one. This thesis is a study of Setadewa's personality — the main character in Burung-Buruni. Manyar. The aims of this study are to analyze the plot of this novel, to reveal the background of Setadewa's life, to discover Setadewa's personality development, and to analyze how Setadewa's personality and the acculturation of Javanese and Western cultures are related to one another. The writer used two approaches in this study: the intrinsic and the extrinsic. The first one was applied to discover the characterization, the plot, and the setting of this novel. The second approach was adopted to analyze the context of socio-culture as the background of the novel and its relationship with the development of Setadewa's personality. The writer used socio¬cultural, socio-psychology, and historical approaches to reveal Setadewa's personality based on social-cultural context. The result of this analysis indicates that Setadewa is a kind of character who undergoes a transformation as a result of cultural mixture between local culture and Western culture. Setadewa represents a cultural acculturation in his personality. He represents a searching of identity of Indonesian culture pioneered by Polemik Kebudayaan (Cultural Polemic) between Sutan Takdir Alisjahbana and Sanusi Pane. In the effort to find out his identity, Setadewa has a great courage to talk about the meaning of the independency and the socio-cultural system. He really becomes a deviant personality in the way of thinking and seeing the social system. In this way, Setadewa develops a personality of a synthetic culture that enables him to be a model for Indonesian character in the future which has roots in Indonesian tradition but always opens to accept new influence valuable for the development of this country. Tokoh memegang peran penting sebagai salah sate unsur utama pembangun novel. Penokohan yang baik mampu menghidupkan cerita sehingga seolah-olah pembaca merasakan dan melihat sendiri apa yang dialami tokoh cerita. Sebaliknya, intervensi pengarang yang berlebihan terhadap tokoh akan menyebabkan tokoh tanpa kepribadian dan tidak mampu membangkitkan imajinasi pembaca. Kemampuan pencerita untuk memberikan pribadi dan menghidupkan tokoh dalam sebuah bingkai latar akan menciptakan novel yang berkualitas. Tesis ini mengkaji kepribadian Setadewa, seorang tokoh utama novel Burung-Burung Manyar. Tujuan tesis ini adalah mengungkap alur cerita novel BbM, mengungkap latar belakang kehidupan Setadewa, mengungkap kepribadian Setadewa dan perkembangannya, dan mengungkap kaitan kepribadian Setadewa dengan akulturasi kebudayaan Jawa dart kebudayaan Barat. Penulis menggunakan berbagai pendekatan dalam tesis ini, yaitu pendekatan intrinsik dan pendekatan ekstrinsik. Pendekatan intrinsik utamanya digunakan untuk mengungkap pola penokohan, alur, latar novel, dan terra novel Burung-Burung Manyar (BbM). Sementara itu, pendekatan ekstrinsik digunakan untuk memahami konteks sosial budaya yang menjadi latar novel BbM dan hubungan timbal balik antara budaya dengan perkembangan kepribadian tokoh. Pendekatan sosio-budaya dan sosio¬psikologi diramu dengan pendekatan sejarah agar dapat mengungkap kepribadian Setadewa berdasarkan konteks sosial-budaya dan perubahan¬perubahan sosial yang is alami. Hasil analisis terhadap novel BbM menunjukkan bahwa Setadewa adalah tokoh yang mengalami transformasi budaya akibat pertemuan budaya Barat dan budaya lokal. Setadewa merepresentasikan akulturasi budaya yang terwujud dalam kepribadiannya. Setadewa merepresentasikan pencarian jati diri bndaya Indonesia yang pernah menjadi polemik antara Sutan Takdir Alisjahbana dengan Sanusi Pane. Dalam upaya pencarian jati did tersebut, Setadewa berani mempertanyakan aril kemerdekaan, sistem sosial masyarakatnya, dan kebangsaan.• Ia muncul sebagai pribadi deviant (menyimpang) dari cara pandang dan cara berperilaku masyarakatnya dalam rangka merumuskan masa depan Indonesia

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Humaniora
ID Code:15024
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Jun 2010 09:12
Last Modified:17 Jan 2012 10:35

Repository Staff Only: item control page