WOUND DEHISCENCE PASCA BEDAH CAESAR

YAM, MUHAMMAD (2005) WOUND DEHISCENCE PASCA BEDAH CAESAR. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1619Kb

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara menurtmkan angka kematian ataupun anglca kesakitan ibu adalah dengan mengurangi atau mencegah terjadinya komplikasi pasca persalinan Bedah Caesar yaitu wound dehiscence. Ada perbedaan antara penderita dengan Bedah Caesar berulang dibanding dengan Bedah Caesar pertama kali. Bilamana proses neovaskularisasi pada penyembuhan luka terganggu terjadi iskemik jaringan sehingga pada bekas operasi sebelumnya dimana sudah terbentuk jaringan parut (skar) alcan memperburuk proses penyembuhan luka. Keadaan inilah yang menyebabkan luka operasi pada Bedah Caesar berulang sebelumnya dapat terjadi wound dehiscence. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan terjadinya wound dehidcence antara penderita Bedah Caesar berulang clan yang baru pertama kali Bedah Caesar. Rancangan penelitian: Studi potong lintang (cross sectional) secara retrospektif di Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang dengan melihat catatan medis pasca bedah Caesar yang mengalami wound dehiscence. Selama periode 1 Januari 1999 — 31 Desember 2001 dijumpai 1393 kasus Bedah Caesar di Bagian Obstetri Rumah Sakit Dr. Kariadi / Falcultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Kasus Bedah Caesar pertama kali sejunalah 1165, dan Bedah Caesar berulang sebanyak 228 kasus. Kasus wound dehiscence pada Bedah Caesar pertama kali berjumlah 8 kasus dari 1165 kasus (0,69%), dan pada Bedah Caesar berulang 11 kasus dari 228 kasus (4,82%) anglca prevalensi adalah 1,36%. Uji statistik Chi-Square test dan Continuity Correction didapat p<0,001 berarti ada perbedaan bermalum antara terjadinya wound dehiscence pada kelompok Bedah Caesar pertama dan Bedah Caesar berulang; wound dehiscence pada Bedah Caesar berulang lebih banyak terjadi dari pada Bedah Caesar pertama. Ada hubungan bermakna antara berulangnya Bedah Caesar dengan kejadian wound dehiscence. Simpulan: Tidak ada perbedaan dalam hal karalcteristik pada penderita Bedah Caesar pertama kali dan Bedah Caesar berulang. Prevalensi kejadian wound dehiscence pasca Bedah Caesar periode 1 Jarman 1999 — 31 Desember 2001 adalah 1,36%. Anglca kejadian wound dehiscence pada Bedah Caesar berulang lebih tinggi dari Bedah Caesar pertama kali (4,82% vs 0,69%).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine

Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:15005
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Jun 2010 08:41
Last Modified:05 Aug 2010 23:50

Repository Staff Only: item control page