KEBIJAKAN NON PENAL DALAM PENANGGULANGAN EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL TERHADAP ANAK (STUD! DI KOTA SURAKARTA)

RAHMASARI, HELDA (2005) KEBIJAKAN NON PENAL DALAM PENANGGULANGAN EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL TERHADAP ANAK (STUD! DI KOTA SURAKARTA). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3830Kb

Abstract

Children are the future hopes of nations, country, society and families so, they must be treated in particular manner, grow normally, physical and mental as well. In fact, the children welfare and protection are still , needed to be considerated. Many children exploited economically (working children, street children) or sexually (prostituted children). Children sexual exploitation is influenced by various factors and many parties involved. The more prostituted children (as a form of children sexual exploitation) the higher children to be exploited. This study describes children commercial exploitation in Surakarta, examines factors of children commercial exploitation and non penal policy should be taken to faced properly the children commercial sexual exploitation. Research method used in this study is sosio legal approach, by using two kinds of data from different sources namely primary and secondary. Primary data is collected directly from respondents and secondary data is obtained from documentary studies. Data collection techniques in this study is interview and literature review. Data analysis method using qualitative and quantitative method. The finding study show that the overall amount of prostituted children in Surakarta are 117, their age ranges from 15 to 17, most of them are from newcomer families that works in informal sector, and from poor and unhappy families. The factors that influence children commercial sexual exploitation in Surakarta are family and close friends, socio-cultural and economic, an early sexual experience. Non penal policy that can be held to cope children sexual commercial exploitation in Surakarta are by improving cooperation among government apparatus, law enforcers, Non Government Organization, University, and community through activities that can prevent children to involve in prostitution, and give protection for them that already be a victims of commercial sexual exploitation. Anak merupakan tumpuan harapan bangsa, negara, masyarakat, dan juga keluarga, sehingga harus diperlakukan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar balk fisik, mental maupun rohaninya. Kenyataan yang terjadi, kesejahteraan dan perlindungan hak-hak anak masih sangat rendah, masih banyak anak-anak yang tereksploitasi balk secara ekonomi (menjadi pekerja anak, anak jalanan) ataupun ekploitasi seksual (menjadikan anak-anak sebagai pelacur). Maraknya eksploitasi seksual terhadap anak disebabkan oleh berbagai faktor, selain itu dapat terjadi karena desakan dari berbagai pihak Semakin banyaknya anak-anak dilacurkan (sebagai salah satu bentuk eksploitasi seksual anak) menunjukkan semakin meningkatnya eksploitasi terhadap anak. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ada tiga, yaitu gambaran mengenai terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di Surakarta, faktor-faktor yang mempengaruhi eksploitasi seksual komersial terhadap anak di Surakarta dan kebijakan non penal yang dilakukan dalam penanggulangan eksploitasi seksual komersial terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis (sosio legal), dengan menggunakan dua jenis data yang berasal dari sumber yang berbeda yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari penelitian lapangan terhadap para responden, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terhadap para responden dan studi kepustakaan. Metode analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan, bahwa jumlah keseluruhan anak yang dilacurkan di Surakarta berjumlah 117 anak, mereka berusia antara 15-17 tahun, sebagian besar anak yang dilacurkan berasal dari keluarga pendatang yang bekerja di sektor informal, dan mereka banyak yang berasal dad keluarga miskin dan tidak harmonis. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di Surakarta adalah faktor keluarga dan teman dekat, sosiokultural dan ekonomi, serta pengalaman seksual dini. Kebijakan non penal yang dilakukan sebagai upaya penanggulangan eksploitasi seksual komersial terhadap anak di Surakarta adalah dengan meningkatkan kerjasama antara aparat pemerintah, penegak hukum, LSM, Perguruan tinggi, maupun masyarakat luas, yaitu dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang dapat mencegah anak agar tidak terjerumus ke dunia prostitusi dan memberikan perlindungan terhadap mereka yang telah menjadi korban eksploitasi seksual komersial.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:14941
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 09:00
Last Modified:21 Jun 2010 09:00

Repository Staff Only: item control page