POTENSI ZAKAT SEBAGAI PILAR PEREKONOMIAN UMAT PASCA BERLAKUNYA UU NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT (Studi Pengelolaan Zakat Di Kabupaten Kendal)

BAEHAQI, JA'FAR (2005) POTENSI ZAKAT SEBAGAI PILAR PEREKONOMIAN UMAT PASCA BERLAKUNYA UU NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT (Studi Pengelolaan Zakat Di Kabupaten Kendal). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Islamic tax (zakat) is religious service of maliyah ijtima'iyah (materialism and social obligation), its position is very importance, strategic and determine, from side of Islam teaching, social and economic. Islamic tax is one of social security institutions brought by Islam. The mean of social security is that everyone get guarantee to earn life competently by fulfilling sufficiency boundary (kifayah). However, in reality Islamic tax likely becoming problem of muslim society time to time. There is striking difference between goal (idea) and fact. The problem focused in this research is how digging of Islamic tax potency by institutions of Islamic tax organizer in Kendal, and what factors that support and also pursue, and haw Islamic tax potency as pillar of people economics in Kendal? This search aim to decrypting of digging potency of Islamic tax by institutions of Islamic tax organizer in Kendal, explaining supporting factors and also pursue for digging of potency of Islamic tax, and explain potency of Islamic tax as one of pillars of people economics in Kendal. The approach method of this research join between] approach of juridical normative and approach of juridical sociologic. Second approach is prima facie approach in here. This research has the character of analytical descriptive with source of data of primary and secondary data. Primary data collected through interview and spreading of unquote to responder, which is, consisted of by all institutions of Islamic tax organizer, man what obliged to pay Islamic tax, and top public figure (kiyahi). The analysis data join between method qualitative analysis and the quantitative analysis method through descriptive statistic analysis. The digging Islamic tax potency in Kendal for example with creation conception and applying of strategy of progressive Islamic tax management. This is an concept and strategy of Islamic tax management that more focused to emphasize at improvement sum up muzakki at one blow, and sum up fund gathered than placing forward authenticity accomplishment in juridical normative. From its distributions, the concept and progressive strategy place forward counter balance in allocation of Islamic tax fund among group of mustahiq dlu'afa (weak clan) and group of mustahiq sabilillah (the activity and worker or improvements of people construction). There are some supporting factors and also pursuing of digging of Islamic tax potency in Kendal. Supporter factors covers Islamic tax organizer, arbiter and man who obliged to pay Islamic tax. Pursuing factors consisted of a organizer, arbiter, man who obliged to pay Islamic tax, top public figure (kiyahi), and institution and organization of operational of Islamic tax organizer. The existence of some equality in support factors and resist happened since by then of objects study covers some organization of Islamic tax organizer. From here, be happened that some factors are become support one for a certain Islamic tax organizer, but at other hand it's becoming pursuing factor for another one. Although the managed Islamic tax fund of institute of Islamic tax in Kendal is not significance, but can not inferential automatically that potency of Islamic tax as pillar of people economics is nil. There are some reasons co?istituting this thesis. First, institution of Islamic tax organizer in Kendal not only Bapelurzam, Bapelazis, Lazis And BAZ Kendal. But also among others there are institutions of Islamic tax organizer was operating in scope a village (desaficelurahan). Second, from result this research of man who obliged to pay Islamic tax noted 73 gratuity have routine give or obtain cash for his Islamic tax every year. From that amount only 1,5 gratuity delivering his Islamic tax at institution of Islamic tax organizer, other delivers it directly to all mustahik. From this research also, can be expressed that one the level of Islamic tax fund which have been gives or obtain cash for by all muzakki directly which reach about Rp. 42.490.750.000, - (forty two billion four hundred ninety million seven hundred fifty thousand rupiah), a number bigger than PAD Kendal. Third, potency of Islamic tax as pillar of people economics [do] not identical or similar of just with enable ness of wealcness economics society which in practice can only be realized by if Islamic tax fund that managed by institution of Islamic tax organizer. Potency of Islamic tax as pillar of people economics also include; cover a condition that Islamic tax have functioned as a means of distributing earnings and have played a part in to improve investments and extend employment, although indirectly. Those conditions can be existed through Islamic tax with or without managed by institution of Islamic tax organizer. And that's was happened in Kendal. (Keyword: Potency, dig, and the economics pillar). Zakat adalah ibadah maliyah ijtima'iyah (bersifat kebendaan dan sosial) yang memiliki posisi sangat penting, strategis dan menentukan, baik dari sisi ajaran Islam, sosial dan ekonomi. Zakat merupakan salah satu lembaga jaminan sosial yang dibawa oleh Islam. Maksud jaminan sosial adalah bahwa setiap individu mendapatkan jaminan untuk dapat hidup secara layak dengan terpenuhinya batas kecukupan (kifayah). Akan tetapi dalam kenyataannya zakat seolah menjadi problem masyarakat muslim sepanjang waktu. Ada kesenjangan yang mencolok antara cita dan fakta. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penggalian potensi zakat oleh badan/lembaga pengelola zakat di Kabupaten Kendal, faktor-faktor apa saja yang menunjang maupun menghambat, dan bagaimana potensi zakat sebagai pilar perekonomian umat di Kabupaten Kendal? Penelitian ini bertujuan mendislcripsikan penggalian potensi zakat oleh badan/lembaga pengelola zakat di Kabupaten Kendal, menjelaskan faktor-faktor yang menunjang maupun menghambat penggalian potensi zakat, dan menjelaskan potensi zakat sebagai salah satu pilar perekonomian umat di Kabupaten Kendal. Metode pendekatan pada penelitian ini menggabungkan antara pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis sosiologis. Pendekatan kedua merupakan pendekatan yang utama dalam di sini. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran angket denagn responden yang terdiri dari para pengelola zakat, wajib zakat, dan tokoh masyarakat/kiyahi. Analisis data menggabungkan antara metode annalisis kualitatif dan metode analisis kuantitatif melalui analisis statistik deskriptif. Penggalian potensi zakat di Kabupaten Kendal antara lain dengan penciptaan konsep dan penerapan strategi pengelolaan zakat progresif. Ialah suatu konsep dan strategi pengelolaan zakat yang lebih menekankan pada peningkatan jumlah muzakki sekaligus jumlah dana yang terkumpul daripada mengedepankan pemenuhan keabsahan secara yuridis normatif. Dari segi penyaluran, konsep dan strategi progresif mengedepankan perimbangan dalam pengalokasian dana zakat antara kelompok mustahiq dlu'afa (kaum lemah) dan kelompok mustahiq sabilillah (aktifitas dan pegiat pembinaan umat). Ada beberapa faktor yang menunjang maupun yang menghambat penggalian potensi zakat di Kabupaten Kendal. Faktor penunjang meliputi pengelola zakat, penguasa dan wajib zakat. Faktor penghambat terdiri dari pengelola, penguasa, wajib zakat, tokoh masyarakat/kiyahi, dan kelembagaan dan operasional organisasi pengelola zakat. Adanya beberapa kesamaan dalam faktor penunjang dan penghambat itu terjadi karena obyek studi meliputi beberapa organisasi pengelola zakat. Di sini terjadi suatu faktor merupakan penunjang bagi sebuah lembaga pengelola zakat tertentu, tetapi sekaligus berperan sebagai penghambat bagi lembaga pengelola zakat yang lain. Meskipun dana zakat yang dikelola badan/lembaga zakat di Kabupaten Kendal tidak signifikan, akan tetapi tidak secara otomatis dapat disimpulkan bahwa potensi zakat sebagai pilar perekonomian umat adalah nihil. Ada beberapa alasan yang mendasari tesis ini. Pertama, badan/lembaga pengelola zakat di Kabupaten Kendal tidak hanya Bapelurzam, Bapelazis, Lazis dan BAZ Kendal. Di lapangan banyak sekali terdapat badan/lembaga pengelola zakat yang beroperasi dalam lingkup desa/kelurahan. Kedua, dari hasil penelitian terhadap wajib zakat tercatat 73 persen telah rutin menunaikan zakatnya setiap tahun. Dari jumlah itu hanya 1,5 persen yang menyerahkan zakatnya pada badan/lembaga pengelola zakat, sedang lainnya menyerahkannya secara langsung pada para mustahik. Dari penelitian ini juga terungkap besarnya dana zakat yang telah ditunaikan oleh para muzakki secara langsung yang jumlahnya mencapai Rp. Sekitar 42.490.750.000,- (empat puluh dua milyar empat ratus sembilan puiuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah), sebuah angka yang jauh lebih besar dari PAD Kendal. Ketiga, potensi -zakat sebagai pilar perekonomian umat tidak identik dengan pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah saja yang dalam prakteknya hanya dapat diwujudkan jika dana zakat dikelola oleh badan/lembaga pengelola zakat. Potensi zakat sebagai pilar perekonomian umat juga mencakup suatu kondisi ketika zakat telah berfungsi sebagai alat pendistribusian pendapatan dan telah berperan dalam meningkatkan investasi dan memperluas lapangan kerja, meskipun itu tidak bersifat langsung. Kedua kondisi itu bisa terwujud melalui zakat dengan atau tanpa dikelola oleh badan/lembaga pengelola zakat. Dan itulah yang terjadi di Kabupaten Kendal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:14938
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 08:53
Last Modified:21 Jun 2010 08:53

Repository Staff Only: item control page