PEMBERDAYAAN PENGUSAHA PENGRAJIN BATIK DALAM MELESTARIKAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Kasus Pengrajin Batik Kota Surakarta)

AZIZAH, AZIZAH (2005) PEMBERDAYAAN PENGUSAHA PENGRAJIN BATIK DALAM MELESTARIKAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Kasus Pengrajin Batik Kota Surakarta). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3849Kb

Abstract

Human being ecologically is an integrated part of its' natural environment; Its' personality is affected by such environment and human being decides what kind of the environment. Sustainability of human being may depend on its' environment. Therefore, it needs a high ecological awareness to save and preserve natural environment. Moreover, batik industrialists who potentially produce an industrial solid and liquid cesspool should be empowered to do such preservation in order that development can be useful for the present and future generations. The research on preservation of natural environment was done in Laweyan, Surakarta by using qualitative method and sociological normative approach. It is qualitatively analyzed by cross-checking both the main data obtained from interviews and field observations and the secondary data taken from the previous result of such research and the documents to obtain accurate data By using the method of snowball system, the research provides the following results : 1. Legal awareness of batik industrialists particularly in Laweyan Surakarta is developed by themselves without outside pressure (government and public society). This awareness is affected by the following factors, i.e. educational factor, social-economic factor, and cultural factor. 2. For improving legal awareness, the industrialists focused on the preventive aspect of preserving natural environment from pollution by industrial cesspool by implementing the concept of IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), the waste treatment installation. 3. The efforts of empowering batik industrialists to preserve natural environment are done by the following activities : to improve the quality of batik industrialists, to supervise the environmental management, to socialize the environmental law, and to encourage people (public society) to care for natural environment. Finally, the main key of the activities to solve the problem of batik industrial cesspool is batik industrialists using technological, social economic, institutional, and legal approach. In addition, the public society is encouraged to control the behavior of industrialists violating the environmental regulation. Manusia seen ekologis merupakan bagian integral dari lingkungan hidupnya, is terbentuk oleh lingkungan hidup sebaliknya manusia mempengaruhi lingkungan hidup. Kelangsungan hidup manusia hanya mungkin dalam batas kemampuan untuk menyesuaikan dirinya terhadap perubahan dalam lingkungan hidupnya. Oleh karena itu mewujudkan manusia yang ramah terhadap lingkungan hidup diperlukan kesadaran dan manusia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Terlebih lagi bagi pengusaha khususnya pengrajin batik yang berpotensi memproduk limbah batik padat manual cair hams diupayakan pemberdayaannya, sehingga pembangunan akan dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Penelitian tentang pelestarian fiingsi lingkungan dilakukan dengan mengambil lokasi Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan yang normatif sosiologis. Selanjutnya dilakukan analisis kualitatif dengan melakukan cross¬check data dari data primer (basil interview dan pengamatan langsung di lapangan) serta data sekunder (basil penelitian dan dokumen-dokumen tertulis) selanjutnya dilakukan triangulasi data untuk memperoleh informasi yang akurat. Melalui methode snowball system, penelitian menghasilkan temuan sebagai berikut : Pertama; kesadaran hukum pengusaha pengrajin batik di Surakarta khususnya wilayah Laweyan tumbuh berdasar inisiatif sendiri dari pengusaha tanpa adanya paksaan dari pihak lain (perusahaan ataupun masyarakat), hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : a faktor pendidikan, b. kesadaran pengusaha yang memperhatikan lingkungan, c. social ekonomi, d. budaya masyarakat sekitar. Kedua; untuk mewujudkan kesadaran hukum pengusaha pengrajin batik yang lebih menekankan pada aspek preventif dari pencemaran lingkungan hidup karena adanya limbah batik, digagaslah konsep IPAL KOMUNAL oleh pars pengusaha batik tersebut yang kemudian akan segera direalisasikannya. Kettgra; upaya-upaya untuk memberdayakan pengusaha pengrajin batik dalam melestatikan fimgsi lingkungan hidup ditempult langkah-langkah sebagai berikut : pembinaan kepada pars pengusaba, pemantauan upaya pengelolaan lingkungan, sosialisasi perundangan tentang lingkungan hidup dan pembinaan masyarakat terhadap kepedulian lingkungan. Pada akhirnya kegiatan yang dilakukan dalam upaya mengatasi dampak pembuangan limbah batik, kunci utamanya ada pada pengusaha dengan mclalcukan pendekatan yang bersifat teknologis, sosio ekonomis, institusional dan yuridis. Pada sisi lain diperlukan keberanian masyarakat untuk mengontrol perilaku pengusaha yang melanggar peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:14937
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 08:49
Last Modified:21 Jun 2010 08:49

Repository Staff Only: item control page