KARAKTER VISUAL AREA KELENTENG KAWASAN PECINAN SEMARANG

Sudarwani, M. Maria (2004) KARAKTER VISUAL AREA KELENTENG KAWASAN PECINAN SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

The visual character of kelenteng areas in Semarang Chinatown is studied for two purposes: to find the components that form and influence visual character of kelenteng areas in Semarang Chinatown and to find visual link between some visual characters of kelenteng areas in Semarang Chinatown. This study used a rasionalistic approach by a qualitative paradigm in relation to the purpose of the study above. In a city area, there are two kind of city architecture characters: physical characters, that concern to the performance of physical forms, and non-physical characters are the social and culture characteristic of community that form the background of area physical formation, which one of the subject is religion. Therefore, to study the visual character of area must examined the components of architecture physical character that consist of: Buildings Characters that include buildings fasade, buildings scale, buildings style, materials, texture, and colour; Areas Characters that include: landmark, path, nodes, and edges; and the integration of the both buildings characters and areas characters that include: view and vista. And then to study the visual character of area also must examined about non-physical character that form the background of physical formation. According to the result and the analysis, the writer found that the visual character of kelenteng areas in Semarang Chinatown develops from the physical character as the main components and the non-physical character as the supporting components. This was done by observing the history of the Chinatown area in Semarang. Kelenteng as a center of religious area of Chinesse community has a special character, both of physical character and non-physical character. In a physical manner, architecture character of kelenteng is constant relatively and difficult to be changed compare with other buildings in that area. In a non-physical manner, religious activity in kelenteng is also constant relatively. The integration of physical character and non-physical character that exist in religious area center formed a character in kelenteng area sequence which constant relatively and is not changed too much. The constant character that survive is original character which become area identity. From such a thing, the kelenteng area of Semarang Chinatown has visual character which constant relatively and the existence need to be maintained, therefore it is necessary to find its visual character type so can be determined the way to maintaine it. Thus, it is need to study the visual character of area finally, so it can be used in consideration of the components that need to be maintained and the components that must be developed in the revitalization of Chinatown area in Semarang. Penelitian Karakter Visual Area Kelenteng Kawasan Pecinan Semarang bertujuan mencari komponen-komponen yang membentuk dan mempengaruhi karakter visual area kelenteng Kawasan Pecinan Semarang dan untuk menemukan kaitan visual antara karakter visual beberapa area kelenteng yang ada di Kawasan Pecinan Semarang. Sesuai dengan tujuan penelitian di atas maka metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Dalam sebuah kawasan kota, terdapat dua macam karakter arsitektur kota yaitu: karakter fisik arsitektur yang lebih ditujukan kepada tampilan dan wujud benda fisik, dan karakter non fisik merupakan karakteristik social dan budaya masyarakat yang melatarbelakangi pembentukan fisik suatu lingkungan, dimana salah satu variabel dari karakteristik sosial budaya tersebut adalah religi. Sehingga untuk melihat karakter visual kawasan perlu mengkaji komponen-komponen karakter fisik arsitektur yang meliputi: Karakter Bangunan: fasade Bangunan, skala ketinggian bangunan, langgam/gaya, material, tekstur, warna; Karakter Lingkungan: path, edge, node, landmark, dan Integrasi kedua karakter: view, vista. Dan kemudian untuk melihat karakter visual kawasan juga perlu mengkaji tentang karakter non fisik yang melatarbelakangi pembentukan fisik. Berdasarkan basil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mendapatkan kesimpulan bahwa karakter visual area kelenteng Kawasan Pecinan Semarang terbentuk dari karakter fisik sebagai komponen utama dan ditunjang oleh keberadaan karakter non fisik sebagai komponen penunjang, dengan memperhatikan sejarah perkembangan Kawasan Pecinan Semarang. Klenteng sebagai pusat lingkungan peribadatan masyarakat Pecinan memiliki karakter yang khas baik karakter fisik maupun karakter non fisik. Secara fisik, karakter arsitektur kelenteng relatif tetap dan sulit berubah dibandingkan dengan bangunan lain di kawasan tersebut. Secara non fisik, aktivitas peribadatan dalam klenteng tersebut juga relatif tetap. Integrasi dari karakter fisik dan non fisik yang ada pada pusat peribadatan tersebut membentuk suatu karakter pada sequence area kelenteng yang relatif tetap dan tidal( banyak berubah. Karakter yang bertahan ini merupakan karakter ash yang menjadi identitas kawasan. Dad hal tersebut di atas Area Kelenteng Kawasan Pecinan Semarang mempunyai karakter visual yang relatif bertahan dan perlu dijaga keberadaannya, sehingga penting untuk menemukan jenis karakter visualnya agar dapat ditentukan cara menjaganya. Dengan demikian, pada akhirnya perlu dipelajari karakter visual suatu kawasan untuk dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan aspek atau komponen yang perlu dipertahankan dan komponen yang hams dikembangkan dalam revitalisasi kawasan Pecinan Semarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:14931
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 08:23
Last Modified:21 Jun 2010 08:23

Repository Staff Only: item control page