STUDI ARAHAN LOKASI KANTOR CABANG PEMBANTU DAN KANTOR KAS BANK MANDIRI DI KOTA SEMARANG

CHASLAN, ABDUL SALAM (2004) STUDI ARAHAN LOKASI KANTOR CABANG PEMBANTU DAN KANTOR KAS BANK MANDIRI DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Banking activity as a financing service, used to he grow) up and located around by the CUB area. The economic advantages of CBU has generated activities agglomeration, infrastructures, and its high accessibility for the consumers. Banking activity location has grown extensively to the sub¬urban area as the urban's structure evolution. Bank Mandiri is a fast growing banking tympany in Semarang which is shown by consumers increasing. According to the threshold policy issued by Bank Indonesia shows that Bank Mandiri needy new office in order to support best consumers service. This study will examines the phenomena on needs of new Bank mandiri office and its recommended location refer to banking actors, consumers, banking regulation. RTRW Kota Semarang, and Theory of Central Place. Preference analysis result indicates that factor of location used to determine location of Supporting Branch Office don Chasier Office of Bank Mandiri in Semarang are accessibility and infrastructure (utility) factors.. Both factor further used on quality index and score assessing and location determining of 9 (nine) alternatives, which recommended by banking consumers and actors. There are 5 (five) potential location for new Bank Mandiri's Supporting Branch Office dan Chasier Office base on quality index and score of location factor; Jalan Brigjend Sudiarto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan fend Sudirman, Jalan Hasanudin, and Jalan Teuku Umar. Location on Jalan Brigjend Sudiarto Kecamatan Pedunmgan is the highest quality index and score by 16,2. this location recommended for Kantor Bank Mandiri's Supporting Branch Office. As Recommended Chasier Office of Bank Mandiri will take place on Jalan fend Sudirman, Kecamatan SemarantBanat, with 15.6 points. This 15,6 points is just the same as Jahn Perintis Kemerdekaan's points, but the choosen location goes to Jalan fend Sudirman by consideration on existing consumers number and its service unavailibility of Bank Mandiri office on Jalan fend Sudirinan (there is no Bank Mandiri office while the consumers is in a high number). Furthermore, both choosen location will be compared with Land Use of Kota Semarang, central place theory, and internal regulation of Bank Mandiri regarding location factor. This study shows suitability of choosen location, which is located on service and trade area, with the land use of Kota Semarang. In the term of Theory of Central Place, both location have the same concept on market range and threshold as the regulation of Bank Mandiri shows supporting policy on location of Bank Mandiri office. This study is a guideline for BankMandiri office, especially supporting and cahsier office, which is impact on urban space development Consequently, it is recommended to do follow up-study on agglomeration of bank office in Kota Semarang and evaluation study on supporting branch office and chasier office performance in Kota Semarang. Aktivitas perbankan sebagai salah satu pelayanan jam, pada awalnya herlokasi pada wilayah pusat kora. Hal ini karma pusat kota memberikan keuntungan ekonomis, yaitu aglomerasi kegiatan ekanomi. kelengkapan fasilitas dan Maas, dan kemudahan aksesibilitas bagi pares pengguna jasa pelayanan perbankan. Datam perkembangannya yang sejalan dengan evolusi souktur twang kola, nut lokasi perbankan mulai menyebar ke daerah pinggiran kola dengan imensitas relatif tinggi. Bank Mandiri sebagai salah saw lembagct perbankan di Kota Semarang, memiliki perkembangan jumlah nasabah yang tinggi. Berdasarkan am bang balm pelayanan sehuah kantor bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. menunjukkan bahwa Bank Mandiri membutuhkan tambahan kantor hank untuk menunjang pelayanan yang optimal bagi nasabah. Untuk itu, dalam studi ini akan dikaji fenomena permasalahan kurangnya jumlah Kantor Bank Mandiri dan arahan lokasi yang sepal berdasarkan preferensi pengusahajasa perbankan, nasabah bank, antran normatifperbankan, R7'RW Kota Semarang, dan Teori Tempat Semral. Dari hasil analisis preferensi fakror lokasi menunjukkan bahwafahlor lokasi yang digunakan untuk menentukan lokasi Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas Bank Mandiri di Kota Semarang berdasarkan preferesni nasabah bank dan pengusaha jasa perbankan adalah faktor aksesibilitas dan faktor utilitas. Kedua falaor yang digunakan sebagai bobot dan slur untuk penilaian dan pemilihan lokasi, terpilih dart 9 (sembilan) altematif lokasi yang berhasil dijaring dart aspirasi nasabah bank dan pengusaha jasa perbankan. Ada S (lima) lokasi potensial untuk didirikan Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas berdasarkan hasi babe?! dan skoring terhadap faktor lokasi. Lolcasi potensial tersebut meliputi : Jalan Brigjend Sudiano. Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Hasanudin, dan Jalan Teuku Umar. Lokasi yang memiliki total nilai bobot dan skor tertinggi adalah Jalan Brigjend Sudiarto, Kecamatan Pedurungan dengan total nilai 16,2. lokasi ini direkomendasikan sebagai lokasi Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri. Sedangkan lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi Kantor Kas Bank Mandiri adalah Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Semarang &tut yang memiliki total nilai 15,6. Walaupun total nilai Jalan fend. Sudirman dan Jalan Perintis Kemerdekaan sama, pemilihan lokasi Kantor Kas di Jalan fend Sudirman juga mempertimbangkan faktor jumlah nasabah dan lokasi Kantor Bank Mandiri yang sudah ada. Jalan fend Sudinnan yang terletak di Kecamatan Semarang Barat memiliki jumlah nasabah yang lebih banyak dan belum ada Kantor Bank Mandiri di wilayah tersebut, bila dibandingkan dengan Jalan Perintis Kemerdekaan yang terletak di Kecamatan Banyumanik Selanjutnya dua lokasi terpilih tersebut dikaji kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Coma Lahan Kota Semarang; teori tempat sentral, dan kebijakan internal Bank Mandiri tentang falaor lokasi kantor Bank Mandiri. Dori hasil kajian memmjukkan bahwa dua lokasi terpilih sesuai dengan Rencana Guna Lahan Kota Semarang yaitu berada pada 1Cawasart Perdagangan dan Jasa. Dua lokasi terpilih ini juga telah sesuai dengan wort tempo! sentral yaitu kesesuaian am bang batas dan jangkauan pasar. Sedangkan hasil kajian terhadap aturan nonnatifperbankan, juga menunjukkan lcesesztaian dua lokasi terpilih ini dengan kebijakan internal Bank Mandiri tentang falcior lokasi Kantor Bank Menden. Saudi ini mentpakan arahan penentuan lokasi Kantor Bank Mandiri, IchususnyaKantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas Bank Mandiri, sehingga sangat betpengarsth pada perkembangan tata twang kora. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk melakukan studi lanjutan berupa Saudi Aglomerasi Kantor-Kantor Perbankan di Kota Semarang dan Stud! Evaluasi Kinetja Kantor Cabang Pembanht dan Kantor KasBankManditi di Kota Semarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Public Health
ID Code:14927
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 07:49
Last Modified:21 Jun 2010 07:49

Repository Staff Only: item control page