HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN BALITA DI PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2001-2002 (CORRELATION BETWEEN HOUSEHOLD SOSIO-ECONOMIC LEVEL AND ENVIRONMENTAL SANITATION CONDITION WITH UNDERFIVE YEARS OLD CHILDREN GROWTH IN CENTRAL JAVA PROVINCE IN 2001-2002)

SUYANTO, AGUS (2004) HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN BALITA DI PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2001-2002 (CORRELATION BETWEEN HOUSEHOLD SOSIO-ECONOMIC LEVEL AND ENVIRONMENTAL SANITATION CONDITION WITH UNDERFIVE YEARS OLD CHILDREN GROWTH IN CENTRAL JAVA PROVINCE IN 2001-2002). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3935Kb

Abstract

Background : Economic Crisis which raises from monetary crisis in 1997 has grown into multidimentional crisis. This time, even there has been change on the national leadership, situation is not yet normal as it was before crisis. Worry about crisis has given negative effect to decrease of the Human Resource quality, moreover at gristle age group that is balita. The low rate of healthy life and the bad nutrition of Balita because of economic crisis will affect the lowering of the next generation quality. Therefore it is required to search relation among causes factor under nutrition at Balita (under five years old). Target of research: The general research of this study is to analyze the household sosio-economic level and environmental sanitiry condition with Balita growing at Central Java Province 2001-2002. Research device: Observation studies with cross sectional, by using secundary data of result from monitoring nutrition and healt of Helen Keller International at Central Java. Sample Research is taken through two steps, first, determining region (research cluster) with method of Probability Proportional to Size, second, determining Balita sample and their families with sample of random sampling. Data is analyzed by describing the form of data frequency, and testing the slivering relation between variables by using statistical test method nonparametrik of Spearman. Result of research: The household sosio-economic level in Central Java pertained in lower grade. That can be known by making data, categorized as the highest composite score under average value. The environmental condition pertained well enough because the highest composite score above average value. The Balita consumption pertained well enough because the highest score is above average value. The status of Balita nutrition is worrying enough because it is highly underweight severe that is counted 3,5 %, next 21,8% is underweight, 74,0% is normal weight and 1,6% is overweight. Counted 80, 7% balita do not have experience in infection. Result of correlation test 1) strong and value relation it means that : the higher the household sosio-economic level, the better condition of environmental sanitation; 2) will be weak relation, but it has a meaning at this variables: social storey; level of household economics with Balita infection disease, and Balita infection disease with 3alita growth; 3) there are two different result at two different measurement that is owning contrary direction relation with score value relation and weak relation with score value relation that is at variable of sanitary environmental condition with Balita infection disease, and 4) there are relations which do not have a meaning at variables: household sosio-economic level with the Balita consumption , and Balita consumption with Balita growth. Conclusion : the household sosio-economic level and situation of environmental sanitation is closely related to the growth of Balita in Central Java. Latar belakang : Krisis ekonomi yang berawal dari krisis moneter tahun 1997 telah berkembang menjadi krisis multidemensi. saat ini kendati telah berganti-ganti pimpinan nasional namun situasi masih belum normal seperti sebelum krisis. Kekhawatiran dari krisis tersebut adalah berdampak negatif pada penurunan kualitas Sumber Daya Manusia, terlebih pada kelompok usia rawan yaitu balita. Rendahnya tingkat kesehatan dan buruknya keadaan gizi balita akibat dari krisis ekonomi akan berdampak pada rendahnya kualitas generasi yang akan datang. Oleh karena itu perlu dikaji hubungan antara berbagai faktor penyebab kurang pada balita. Tujuan penelitian: tujuan umum penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat sosial ekonomi keluarga dan kondisi sanitasi lingkungan dengan pertumbuhan balita di Propinsi Jawa Tengah tahun 2001-2002. Rancangan penelitian : Penelitian merupakan studi observasi dengan desain penelitian cross sectional, menggunakan data sekunder hasil pemantauan gizi dan kesehatan Helen Keller International di Jawa Tengah. Sampel penelitian diamhii melalui dua tahap pengambilan, pertama menentukan wilayah (cluster) penelitian dengan metode Probablity Proportional to Size, sedangkan kedua menentukan sampel balita dan keluarganya dengan simple random sampling. Data dianalisis secara diskriptif dalam bentuk data frekuensi, dan untuk menguji keeratan hubungan antar variabel menggunakan uji statistik nonparametrik metode Spearman. Hasil penelitian : Tingkat sosial ekonomi keluarga balita di Jawa Tengah tergolong rendah karena skor komposit tertinggi di bawah nilai rata-rata. keadaan sanitasi lingkungan tergolong cukup balk karena skor komposit tertinggi di atas nilai rata-rata. Konsumsi balita tergolong cukup baik karena skor tertinggi di atas nilai rata-rata.. Status gizi balita cukup mengkawatirkan karena masih tinggi status gizi buruk (severe underweight) yaitu sebanyak 3,5 %, berikutnya 21,8% berstatus gizi kurang (underweight), 74,0% berstatus gizi baik (normalweight) dan 1,6% berstatus gizi lebih (overweight). Sebanyak 80,7% balita tidak mengalami penyakit infeksi Hasil uji korelasi: 1) hubungan kuat dan nilai hubungannya bermakna yaitu. : tingkat sosial ekonomi keluarga dengan kondisi sanitasi lingkungan, 2) hubungan yang lemah dan namun nilai hubungannya bermakna pada variabel-variabel: tingkat sosial ekonomi keluarga dengan penyakit infeksi balita, dan penyakit infeksi balita dengan pertumbuhan balita, 3) terdapat dua hasil yang berbeda pada dua pengukuran yang berbeda yaitu memiliki hubungan berlawanan arah dengan nilai hubungan hermakna dan hubungan lemah dengan nilai hubungan bermakna, yaitu pada variabel kondisi sanitasi lingkungan dengan penyakit infeksi balita, dan 4) terdapat hubungan yang tidak bermakna pada variabel-variabel: tingkat sosial ekonomi keluarga dengan konsumsi balita, dan konsumsi balita dengan pertumbuhan balita. Kesimpulan : tingkat sosial ekonomi keluarga dan keadaan sanitasi lingkungan berhubungan erat dengan status gizi dan pertumbuhan balita di Jawa Tengah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14926
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jun 2010 07:46
Last Modified:21 Jun 2010 07:46

Repository Staff Only: item control page