PENGARUH JUMLAH PITYROSPORUM OVALE DAN KADAR SEBUM TERHADAP KEJADIAN KETOMBE (Kasus pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semester VII)

WIJAYA, LORETTHA (2000) PENGARUH JUMLAH PITYROSPORUM OVALE DAN KADAR SEBUM TERHADAP KEJADIAN KETOMBE (Kasus pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semester VII). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1207Kb

Abstract

Dandruff is a disorder which gets less attention medically, but becomes a significant problem cosmetically. This disorder is characterized by excessive scaling of the scalp without clinical sings of inflammation. According to the literature, it seems that the pathogenesis of dandruff is multifactorial, among which are the higher quantity of Pilyrosporum ovale and sebum level of the scalp, but which of them will be the primary or secondary factor has not been settled yet. Many studies should be done to understand the exact pathogenesis of dandruff. As a preliminary study, a cross sectional design toward 75 medical students of the th semester of Diponegoro University had been done from January 2001 to March 2001. The aim of this study is to find the role of the quantity of Pityrosporum ovale and sebum level in dandruff. The results showed that dandruff was affected by the quantity of Pilyrosporurn ovale. Subjects with mean amount of P. ovale10 spore/hpf (high-power field, x 1000) had a 4,105 higher risk to have dandruff. On the other hand, sebum level of the scalp was found to have no role in the appearance of dandruff. Ketombe merupakan suatu kelainan yang secara medik masih kurang mendapat perhatian, tetapi merupakan salah sat". persoalan yang berarti bila ditinjau dari aspek kosmetik. Kelainan ini ditandai oleh skuama yang berlebihan pada kulit kepala (scalp) tanpa disertai tanda-tanda inflamasi. Berdasarkan kepustakaan yang ada tampaknya patogenesis ketombe bersifat multifaktorial, antara lain peningkatan jumlah Pityrosporum ovale dan kadar sebum kulit kepala, namun faktor mana yang primer dan mana yang sekunder belum diketahui dengan jelas. Banyak penelitian perlu dilakukan untuk mengerti mengenai patogenesis ketombe yang pasti. Pada kesempatan iM dilakukan penelitian belah lintang (cross sectional) terhadap 75 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro semester VII aari bulan Januari 2001 sarnpai dengan Maret 2001 sebagai penelitian pendahuluan untuk mengetahui pengaruh jumlah Pityrosporum ovale dan kadar sebum terhadap kejadian ketombe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian ketombe dipengaruhi oleh jumlah Pilyrosporum ovale, dimana subyek dengan jumlah rerata P. ovate 10 spom/lpb mempunyai risiko 4,105 kali lebih besar untuk mengalami kejadian ketombe, namun tidal< dipengaruhi oleh kadar sebum kulit kepala.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:14866
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:18 Jun 2010 10:14
Last Modified:07 Aug 2010 11:30

Repository Staff Only: item control page